View Single Post
Old 11th January 2015, 13:28
#2322  
MrRyanbandung
Mania Member
MrRyanbandung is offline

Join Date: Mar 2012
Posts: 4,379
MrRyanbandung is a new comer

Default Gan (gabungan artis nusantara) bikin acara televisi

ARTIS-artis Gabungan Artis Nusantara (GAN) berusaha kreatif menciptakan lahan “padat karya” yang dikatakan mereka sebagai usaha menunjang ulama organisasi maupun kantong para seniman anggotanya. Setelah membuat beragam kegiatan dan acara, belakangan merambah membuat acara televisi. SCTV (Surya Citra Televisi) langsung meng-ACC lima paket program acara sekaligus yang disodorkan pihak GAN. Entah berapa persis nilai kontrak antara mereka dengan pihak SCTV untuk kelima paket tersebut.

Lima acara itu memang konyol dan lucu. Ada yang diberi judul WC Umum, singkatan dari Wadah Celoteh Umpama-Umpama. Ada juga Macho (Permainan Chowok), Opera Sabun Colek, Duren-Duren alias Duda Keren-Duda Keren, dan acara Hari-Hari Hore-Hore Hura-Hura Haru-Haru. “Ternyata, SCTV menyambut asyik kedatangan kami. SCTV punya minat dan niat menciptakan pagar budaya, bukan sebagai terompet budaya asing,” ujar para anggota GAN yang dalam setiap kesempatan selalu kelihatan kompak dan datang beramai-ramai.

Seperti ketika mengabarkan kelima paket tersebut di kantor SCTV, kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa, 16 Agustus 1994 lalu, sejumlah artis GAN hadir. Terlihat Roy Marten, Harry Capri, Bobby Zelvia, Sys NS, Dwi Yan, Deddy Sutomo, Deddy Mizwar, sutradara Dedi Setiadi, Nani Wijaya, Connie Sutedja, Erick Soemadinata, Anton Indracaya, Fachrul Rozy, Ny. Pertiwi Hasan, Hengky Tornando, Linda Sulaiman.

Lima paket yang disodorkan GAN tersebut, memang paket-paket membanyol, ingin melucu, dan cengengesan tanpa ada misi serius selain total hiburan. Soal ini, Sys NS yang mewakili rekan-rekannya berujar. “Tak mungkin, kami memisahkan proyek komersial dengan proyek ideal. Keduanya akan selalu kami tempuh. Sebab, proyek ideal itu harus ditunjang dana cukup. Nah, proyek komersial ini yang akan mendukungnya.”

Ketika dibisiki bahwa paket-paket GAN ini diwarnai semua gaya Sys NS yang konyol seperti dilakukannya dalam mengemas acara-acara radio, boss radio remaja DMC itu, mengiyakan. Tapi ketika ditanya apakah ‘idea creator’ di tubuh GAN hanya Sys NS sendiri? Ia menepis. “Bukan hanya saya. Semua anggota GAN. Hanya sekarang (Agustus 1994), kebetulan proyek dengan warna saya dulu,” ujarnya.

WC Umum

Aksi acara yang digelar setiap Minggu pukul 19.30 WIB ini, berisi serba umpama yang dikemas dengan gaya canda atau humor lewat penyajian kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Umpama dokter salah obat, umpama pejabat gini-gitu, umpama istri serong, guru salah mengajar sekretaris main gile, binatang ngobrol, ada iklan peti mati, dan banyak lagi hal yang bisa diumpamakan. “Asal hukumnya halal. Sebab, kalau pakai umpama, saya mengumpamakan pejabat gini-gitu pun, tak bisa disalahkan,” ujar Sys NS, penulis skenario memberikan umpama.

Menurut Sys, WC Umum memvisualkan anekdot kehidupan manusia, berusaha takluk dengan hukum humor, berjuang keras membawa misi hiburan total. “Dan WC Umum berdoa agar banyak diminati pemirsa dan pengiklan. WC Umum berusaha tetap kompromi dengan umum,” cetus Sys NS berceloteh.

Dengan sutradara Noto BSH, WC Umum didukung Kelik Pelipur Lara (Ucup Kelik), Dewu Ningrat, Benny Kuncung, kelompok musik WC Umum Orchestra, bintang tamu Mieke Wijaya, Leila Sari, Urip Arphan, Rieke Dyah Pitaloka, dan Daniek Budiman.

Macho

Ditayangkan SCTV, Minggu pukul 19.30-20.00 WIB. Adalah kuis yang benar-benar jauh dari kemasan serba formal, baik dalam soal gaya maupun kostum. Macho alias Permainan Chowok, menurut pihak GAN, adalah acara kuis yang bisa dijadikan akibat pengendur syaraf. Bukan cuma pemandu acaranya (Sys NS) saja yang bergaya santai, tapi penampilan para pesertanya pun sangat nekad dan cuek.

Diikuti dua kelompok peserta, masing-masing tiga orang ‘chowok’. Dan tiap kelompok ada satu orang tokoh populer. Mereka mengikuti empat babak permainan. Babak pertama, “Unjuk Wawasan” (wawasan tentang musik, tokoh, film, ‘fashion’, lokasi, istilah populer, dan lainnya). Babak kedua: “Unjuk Rasa” (menguji tiga dari lima indera peserta). Babak ketiga, “Unjuk Kebisaan” (kebisaan menyanyi yang dimiliki peserta), dan babak keempat: “Unjuk Diri” (menebak data seorang ‘chewek’ dan menebak pasangan kaki, dan kepala empat orang ‘chewek’).

Opera Sabun Colek

Di Amerika, ada ‘soap opera’ alias opera sabun, maka di Indonesia pun sudah ada, walaupun dalam kemasan “colek”, begitu tutur Sys NS menjelaskan posisi acaranya. “Di Amerika Serikat, ada The Golden Girls (RCTI/SCTV) yang masih memberikan peluang kepada para artis lanjut usia untuk tetap punya peranan di layar kaca. Di Indonesia, kaplingnya lewat serial terbaru, Opera Sabun Colek,” katanya (waktu itu) lagi.

Didukung Dewi Yull, Dwi Yan, Nani Wijaya, Rina Hassim, Connie Sutedja, Ida Kusumah, dan Opie Kumis. Bercerita tentang sepasang suami-istri sarjana psikologi yang selama lima tahun menikah, belum dikaruniai anak. Di sini cerita dibangun dari ide cerita Sys NS dan Franky Rorym Pandey (merangkap sutradara). Acara ini, Minggu pukul 20.30 WIB.

Duren-Duren

Cerita surealis tentang keringnya jiwa manusia dalam menghadapi perkembangan zaman, sehingga penyelewengan maupun perceraian bukan merupakan sesuatu yang tabu dan menyeramkan. Duren-Duren, organisasi kaum lelaki yang tidak sengaja maupun sengaja memilih berstatus duda dan kebetulan berpenampilan keren. Lengkap dengan kepengurusan maupun AO/ART bersepakat menjauhkan diri dari kaum wanita, tapi tidak harus menjadi kaum homoseks.

Ide cerita dari Sys NS dan Roy Marten didukung pelaku Deddy Mizwar, Roy Marten, Deddy Sutomo, Farouk Afero, Ikang Fawzi, Anwar Faudy, Hengky Tornando, Sandy Nayoan, Fachrul Rozy, Eddy Susilo, Roy H Karyadi, Hendra Cipta, Harry Capri, Erick Soemadinata, Anton Indracaya, Adang Mansyur, Malino Djunaedi, Freddy Johar, Edward Bahar, Babby Selvia, Rossy Dimas, Linda Sulaiman, Pertiwi Hasan, Camelia Malik, Wati Iskandar, Wiwiek Wijayanti, dan lain-lain.

Hari, Hore, Hura, Haru

Acara ini sudah ditayangkan satu episode (saat itu), Jumat, 26 Agustus 1994, pukul 19.30-21.00 WIB, khusus paket HUT SCTV ke-4, 24 Agustus 1994. Konon, skenario yang ditangani Sys NS, merangkap sutradara, dibikin mendadak setelah terjadi obrolan dadakan. “Lantas mendadak kudu ngumpulin kru buat ikut sibuk syuting. Kemudian, secara dadakan, peralatan pun diinventarisasikan. Terus kontek-kontek artis yang bisa ikut ‘join’ secara mendadak,” ujar Sys NS, sang ‘idea creator’.

Terkumpullah artis Ria Irawan, Paramitha Rusady, Ully Sigar Rusady, Connie Constantia, GIto Rollies, Baby Ayu, Fahmi Shahab, Ozzy Syahputra, Tata Dado, Ade Juwita, dan lain-lain. Judul acara itu Hari-Hari, Hura-Hura, Hore-Hore, Haru-Haru.

Ada pelesetan iklan dan musik-musik humor. Ada lagu medley yang berawalan “O”. ada lagu ulang tahun dalam beberapa warna musik. Ada ucapan dan pesan buat SCTV dari beberapa sosok kondang. Ada puisi ajakan untuk mengingat saudara yang “kalah”. Ada lagu ajakan untuk ingat berbagi rasa. Dan ada-ada saja!

Dok. Pikiran Rakyat, 28 Agustus 1994, dengan sedikit perubahan
Reply With Quote