View Single Post
Old 11th January 2015, 13:30
#2324  
MrRyanbandung
Mania Member
MrRyanbandung is offline

Join Date: Mar 2012
Posts: 4,379
MrRyanbandung is a new comer

Default Paket baru tvri 1994, gelamor

“ASSALAMUALAIKUM warrahmatullahi wabarakatuh! Selamat jumpa pemirsa dengan saya Benyamin S dalam acara Dunia Dalam Canda. Tapi, saya tidak sendirian. Saya ditemani teman saya, Sakti Mandra Guna!”, teriak Benyamin S (alm) mengawali acara baru TVRI (waktu itu), Gelamor, yaitu paket berisi gelak lagu dan humor yang ditayangkan setiap Minggu pertama pukul 21.30 WIB.

Benyamin seperti ketika memandu acara TPI (Televisi Pendidikan Indonesia), Benyamin Show, berstelan jas hitam dengan peci yang ditekan sampai nyaris amblas di kepalanya. Ia duduk bergaya pembawa berita ditemani artis komedi Mandra yang terkenal lewat Si Doel Anak Sekolahan (RCTI).

Kalau di sinetron yang populer itu, Mandra adalah kernet Benyamin dengan oplet bututnya, belakangan ia jadi ‘partner’ pembaca berita Dunia Dalam Canda. Mandra mengenakan jas rapih, walaupun rambutnya dibiarkan panjang berkucir di belakang.

“Pemirsa, Dunia Dalam Canda kali ini akan mengetengahkan tiga topik berita, yaitu olahraga sepakbola kalah melulu,” ujar Benyamin, ditimpali “gerr” penonton studio.

“Berita pertama, olahraga. Menurut sumber yang tak layak dipercaya, mengatakan bahwa pemain sepakbola Argentina, Diego Maradona, adalah masih bersaudara dengan penyanyi dangdut Indonesia, Marakrama!,” Benyamin diam, tapi penonton tertawa. Mandra dengan tingkah beloonnya seringkali memancing gelak penonton.

Benyamin melanjutkan beritanya yang seringkali diganggu Mandra atau celetukan penonton yang dipimpin Urip Arpan. “Bedanya kalau Maradona pandai menggoreng bola, di lapangan, maka Marakarma pintar menggoreng pindang di penggorengan. Dan persamaannya, mereka sama-sama punya “bola” (penonton geerrr), dan akan marah kalau dijitak istrinya hehehehe… sekarang bagian lu Dra!”

“Seorang menantu juga tinggal di kawasan perumahan Mertua Indah, berantem dengan mertuanya gara-gara si menantu menggoreng ikan hias seharga 40 juta rupiah… Yaah terang aja mertua jadi marah, ikannya ‘khan mahal,’ berita dilanjutkan Benyamin. “Seorang nenek-nenek meninggal gara-gara dipatok ayam. Ceritanya begini…”, “Lho, kok baca berita kayak orang cerita sich?”, sela Mandra mendengar Benyamin berintonasi gaya orang bercerita. Karuan saja, penonton tertawa.

“Biarin, yang penting informasinya nyampe!”, elak Benyamin. “Ya biar gitu, masa berita kayak orang cerita?”, Mandra tak kalah. “Yaa, udah deh gue lanjutin… Seorang nenek-nenek yang meninggal beberapa bulan yang lalu gara-gara dipatok ayam, si nenek ngasih makan ayam di depan rumahnya terus dipatok ayam. Terus si nenek nyebrang jalan dan datang lewat langsung menabrak nenek sampai mati. Begitu, Dra!”

Demikian cuplikan bagian pertama dalam acara Gelamor. Dalam bagian lain ada sajian tiga lagu dibawakan penyanyi Cucu Cahyati, Misye Arsita, kemudian pada bagian “Wawacanda” dengan isi dua lagu nostalgia Lilis Suryani (almh) dan Rahmat Kartolo (alm).

Berikutnya, ada berita lagi. Kemudian tiga lagu lagi dan diakhiri kuis lagu yang menebak judul dan pencipta lagu untuk ditebak penonton.

Acara Gelamor yang sedianya akan ditayangkan sejak bulan April 1994 lalu, sempat tertunda hingga baru bisa disiarkan awal Agustus 1994 ini. Menurut Hoediono Dradjat, kasie perencana musik dan hiburan, karena kesiapan pengisinya. “Benyaminnya lagi pergi ke Arab naik haji,” katanya beberapa waktu sebelum itu.

Gelamor yang muncul dalam pola acara terpadu 1994/1995 ini, di bawah koordinator Benyamin dengan naskah yang digarap Benyamin dan Ade Boo.

Dok. Pikiran Rakyat, 31 Juli 1994, dengan sedikit perubahan
Reply With Quote