View Single Post
Old 28th November 2018, 08:29
#1  
freya.
Moderators
freya. is offline

Join Date: Mar 2016
Location: di atas tanah, di bawah langit...
Posts: 18,980
freya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legend

Default [Travelling] Bhutan, Destinasi Wisata yang Eksklusif.

"Travel is fatal to prejudice, bigotry, and narrow-mindedness, and many of our people need it sorely on these account. Broad, wholesome, charitable views of men and things cannot be acquired by vegetating in one little corner of the earth all one's lifetime." -Mark Twain.


Negara Bhutan tampaknya kurang populer sebagai tujuan wisata ya.. tapi sebetulnya hal itu bukan disebabkan karena alam Bhutan tidak elok, malah justru sebaliknya alam Bhutan masih sangat asri dan terperlihara dengan baik. Adalah merupakan keputusan pemerintah Bhutan untuk membatasi jumlah wisatawan asing masuk setiap tahunnya, sepertinya pariwisata Bhutan memegang prinsip quality over quantity.

Jika ingin berkunjung ke Bhutan, wisatawan asing dihadapkan pada dua pilihan, yakni jalur darat atau udara. Proses masuk Bhutan bisa dibilang sangat selektif dan tanpa mengatur dengan agen perjalanan sebelumnya maka turis asing tidak dapat menikmati keindahan alam Bhutan.

Bukan itu saja, pemerintah Bhutan mewajibkan turis asing menghabiskan minimal US$250 per orang per hari. (US$200 per hari pada bulan December hingga February dan pada bulan Juni hingga Agustus), dengan tambahan US$40/30 per orang bagi solo traveler / group yang terdiri dari 2 orang saja. Biaya tersebut sudah meliputi biaya akomodasi, biaya transportasi, pemandu wisata, biaya makan dan biaya masuk objek-objek wisata / bangunan di Bhutan.

Worth it kah?

Hmm.., I bet Bhutan dijuluki "the last Shangri La" for a reason.

Shangri La itu sendiri sebetulnya merupakan sebuah tempat khayalan / fiktif yang digambarkan sangat indah dan harmonis oleh James Hilton pada sebuah novel tahun 1933 yakni Lost Horizon.

But I think Bhutan is not for everyone.. Bhutan hanya cocok untuk mereka yang mencari ketenangan, keindahan alam, udara bersih dan menyukai kebudayaan.

Kalau negara-negara lain mengukur kesejahteraan rakyatnya berdasarkan pendapatan, tidak demikian halnya dengan Bhutan. Bhutan menjadi satu-satunya negara yang mengukur kesejahteraan rakyatnya dengan GNH (Gross National Happines).
Reply With Quote