View Single Post
Old 5th November 2012, 14:20
#1  
AnakGangnam
Registered Member
MaleAnakGangnam is offline

AnakGangnam's Avatar

Join Date: Sep 2012
Posts: 69
AnakGangnam is a new comer

Default Duh! Anne Avantie Gagal Pamer Koleksi di Jakarta Fashion Week'13

Quote:




Jakarta - Desainer Anne Avantie dan Ivan Gunawan batal memamerkan koleksinya di hari kedua pekan mode Jakarta. Namun empat desainer asal Thailand tetap berhasil memeriahkan suasana Jakarta Fashion Week 2013 dengan rangkaian busana mereka.

Akibat adanya hujan lebat yang disertai angin kencang, Minggu (04/11/2012), atap tenda tempat pagelaran Jakarta Fashion Week di kawasan Plaza Senayan rusak (bukan panggung roboh seperti yang diberitakan sebelumnya). Hal tersebut menyebabkan jadwal peragaan busana karya Anne Avantie, Ivan Gunawan dan Benten pun terpaksa dibatalkan.

"Tadi hujan lebat dan angin kencang, airnya masuk ke dalam tenda. Jadinya show Ivan Gunawan, Anne Avantie, dan Benten harus reschedule," ujar salah satu panitia Jakarta Fashion Week.

Walau beberapa peragaan busana terpaksa harus dibatalkan, tetapi hari kedua Jakarta Fashion Week 2013 tetap berlangsung meriah dengan hadirnya empat desainer asal Thailand. Keempat desainer tersebut memamerkan koleksi busananya di di area atrium, Plaza Senayan, Jakarta.

Mereka adalah Poonyapa Dhanwilai dari brand Payapa, Khrungthep Direkmahamongkol dari brand Paul Direk, Thanoodech Girdwisedsing dari brand Dhanu dan Akkharaphon Wongkhom dari brand Akara. Payapa dan Paul Direk mengusung tampilan yang modern, glamour dan edgy, sedangkan Akara dan Dhanu cenderung mengambil tema tradisional.

Fashion show dimulai oleh Payapa yang menghadirkan busana berpalet hitam dan putih. Busana Payapa banyak mengumbar kulit wanita, tetapi tampak tidak berlebihan. Sang desainer bisa membuat busana seksinya tampil edgy dengan potongan yang tak biasa. Menurutnya, koleksi Payapa mengambil inspirasi dari 'ballroom dancer'. Ia menginginkan busana ala penari ballroom tetapi lebih ringan dan mudah dikenakan.

"Saya mengambil inpirasi dari penari ballroom yang juga merupakan latar belakang saya. Tetapi koleksi busananya tidak seperti kostum penari, lebih ringan. Pangsa pasar saya berusia dari 20 hingga 40 tahun," ujar desainer Payapa, Poonyapa saat acara konferensi pers pada Minggu (4/11/2012)

Tak jauh berbeda dengan Payapa, Paul Direk juga menyuguhkan rangkaian busana berwarna monokrom. Hanya saja rancangan Paul Direk tampil lebih santai dengan penggunaan bahan kaus serta material ringan lainnya. Tampilan edgy juga diusung oleh Paul Direk. Tak heran jika potongan asimetris, celana jodhpur, detail patchwork, dan motif geomteris bisa ditemukan dalam koleksi busananya.

Desainer Thailand ketiga yang memamerkan rancangannya adalah Akara. Gaya busana yang kontemporer dan klasik menjadi inpsirasi desainer yang sudah empat kali unjuk karya di Indonesia ini. Semua koleksi Akara menggunakan bahan Thai silk yang ringan dengan efek gelepai nan dramatis. Terusan maxi dengan aneka detail dan warna cerah menjadi highlight. Misalnya saja, terusan maxi beraplikasi bunga di dada serta detail belahan gaun tinggi.

Terakhir, brand asal Thailand Dhanu tampil begitu tradisional dengan penggunaan material Thail silk. Berbeda dengan Akara, Dhanu memakai bahan Thai silk yang lebih berat dan tegas. Sulaman benang emas dan perak pada bahan sutera Thailand menjadi detail tersendiri, sehingga Dhanu tidak lagi menggunakan kristal atau bebatuan untuk meramaikan gaun malam karyanya. Secara keseluruhan koleksi Dhanu tampak konservatif dan kental akan nuansa tradisional negera gajah putih.

http://wolipop.detik.com/read/2012/1...ksi?w992201835


yahh sayang sekali Anne Avantie tidak bisa tampil, untung di reschedule , namanya juga cuaca kan ga bisa di predict , sabar ya tante Avantie
Reply With Quote