View Single Post
Old 7th August 2019, 17:34
#1  
mail.easyhelps
Addict Member
mail.easyhelps is offline

Join Date: Feb 2019
Posts: 107
mail.easyhelps is a new comer

Default Tujuan OJK dalam Memberikan Aksesibilitas IMEI pada Pengusaha Fintech P2P Lending

Quote:



Pertumbuhan penyelenggaraan fintech di Indonesia berkembang pesat dengan beragamnya kegiatan usaha yang tumbuh. Diantaranya fintech Peer to peer lending P2P (peminjaman), crowdfunding, payment gateaway (alat pembayaran) hingga manajemen investasi. Diantara fintech tersebut, P2P lending menempati tempat teratas yang paling sering digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan data OJK, hingga akhir awal tahun 2019, penyaluran pinjaman melalui P2P Lending adalah sebesar Rp. 25,59 triliun dari 99 penyedia layanan yang telah terdaftar. Dari sisi pemberi pinjaman, sudah ada 267.496 entitas yang telah berkontribusi memberikan pinjaman kepada lebih dari 5 juta masyarakat dengan lebih dari 17 juta transaksi. Pemanfaatan fintech P2P lending diharapkan dapat mengisi credit gapuntuk melayani masyarakat yang tidak terjamah oleh lembaga perbankan.


Namun penyelenggaraan fintech tak lepas dari beragam persoalan hukum. Baik dari sisi penyelenggara fintech yang ditemui melakukan kegiatan usaha illegal yang tidak memiliki izin penyelenggaraan usaha Fintech dari OJK, sistem penagihan pengguna pinjaman yang intimidatif hingga ada indikasi pelecehan hingga ketidakamanan data pribadi konsumen sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Fintech di Indonesia. Persoalan juga datang dari pengguna pinjaman yang tidak kooperatif dalam memberikan data yang valid kepada pelaku usaha Fintech sehingga seringkali timbul upaya intimidatif dari fintech untuk melakukan penagihan. Terhadap persoalan berikut, OJK bertindak tegas melalui pembentukan regulasi peraturan perundang- undangan, peningkatan sistem keamanan dan pemantauan terhadap perilaku usaha fintech hingga pencabutan / pemblokiran usaha fintech yang illegal.



Salah satu usaha OJK dalam mengantisipasi persoalan hukum penyelenggaraan usaha fintech adalah meningkatkan standar keamanan informasi dengan aksesibilitas dari pelaku usaha fintech P2P lending yang saat ini dapat mengakses identitas asli ponsel atau International Mobile Equipment Identity(IMEI). Tujuan dari OJK adalah menangguhkan kevalidan baik peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender) dapat diakses. Upaya ini dilakukan untuk mencegah fraud dalam penyelenggaraan Fintech P2P lending. Selain itu, OJK berharap dapat meminimalisir tingkat kejahatan usaha dalam dunia Fintech.


Peningkatan aksesibilitas Fintech P2P dalam memindai IMEI Pengguna usaha Fintech adalah terhubungnya IMEI dengan GPS sehingga selain IMEI dapat memberikan akses data kamera dan mikrofon sebelumnya, kini dapat mengakurasikan calon pengguna usaha fintech P2P lending tersebut.


Namun, aksesbilitas yang diberikan tidak dapat serta merta dimanfaatkan pelaku usaha fintech P2P lending dengan semena mena. OJK memastikan bahwa keleluasaan yang telah diberikan wajib dilakukan dengan standar yang telah ditentukan oleh OJK dan akan ada sanksi yang diberlakukan yaitu pencabutan izin dan tanda daftar usaha pelaku usaha fintech P2P lending yang melakukanya penyelewengan. Selanjutnya, pengaturan ketentuan ini akan diatur dalam regulasi yang diterbitkan oleh OJK.


Demikianlah informasi mengenai Tujuan OJK dalam Memberikan Aksesibilitas IMEI pada Pengusaha Fintech P2P Lending, semoga dapat bermanfaat.


Catherine Lieba Ary
Founder JasaParalegal.co.id by EasyHelps
a Corporate Secretary Firm

Last edited by mail.easyhelps; 7th August 2019 at 17:36..
Reply With Quote