![]() |
| |||||||
| Register | FAQ | Members List | Social Groups | Award | Calendar | Mark Forums Read | |
| PolitikDiskusi seputar tokoh, partai politik, kebijakan dan seputarnya di sini... |
![]() |
| Thread Tools | Display Modes |
#1 | ||||
| ||||
| Dalam Rapat dengar pendapat dengan komisi III DPR, telah lahir Negarawan untuk Bangsa ini, Indonesia tercinta. Ibu Pertiwi menamainya Bambang Hendarso Danuri (Kapolri).. Bagi masyarakat intelektual Bambang Hendarso Danuri memberikan contoh pada mereka yang mengaku Profesional dan berpengalaman namun lebih sering berbicara dulu tanpa mengukur berapa nilai dari hasil ucapannya. Bambang Hendarso Danuri, telah memberi contoh pada bangsa ini bagaimana mengelola Ego dengan tetap berada pada koridor yang seharusnya, jelas terlihat SBY memang tepat mengangkat beliau (BHD) sebagai Kapolri. Dalam Rapat maraton dengan Komisi III DPR tersebut BHD tidak pernah kehilangan penguasaan diri,tetap concern pada topik serta sadar betul dimana keberadaan dia saat itu. Dalam kurun waktu yang panjang dalam Barisan Kepolisian hanya BHD yang terlihat bersikap profesional, hal ini sangat jauh berbeda dengan rekan2nya yang berada dalam forum tersebut. mereka tidak sadar bahwa ratusan juta masyarakat Indonesia memperhatikan mereka dalam segala hal namun BHD tetap pada sikap sempurna dari awal hingga berakhirnya acara tersebut layaknya seorang Pemimpin. Tokoh-2 yang mengaku membela rakyat namun sering mengeluarkan pernyataan tanpa menimbang apa resiko dari pernyataannya seharusnya malu dan berkaca pada BHD kalau kita mau jujur dengan melihat pada kesantunan intelektual BHD, tokoh2 yang mengaku profesional tersebut terlihat seperti penggosip liar tak bertanggung-jawab dan tak jauh beda dengan Preman Pasar pejuang periuk nasi. Jadi pertanyaannya tepatkah kita menempatkan mereka yang tidak bisa mengendalikan emosinya, gampang terpengaruh dan tidak menimbang sebelum berbicara sebagai Tokoh bangsa ini. Mari kita bangun Negeri ini tanpa emosi dan "bernyanyi" kesana kemari namun dengan penguasaan diri dan hati jernih layaknya intelektual sejati. Berbahagialah Engkau Ibu Pertiwi karena telah lahir putramu yang sejati Bambang Hendarso Danuri. Demi Allah tulisan ini murni dari anak negeri bukan anggota partai manapun dan tidak berbapak Polisi. |
#2 | |||
| |||
| Quote:
sanksinya pemecatan dari POLRI ![]() |
#3 | ||||
| ||||
![]() ![]() ![]() ![]() :bing ung:![]() gak ngomong ah... __________________ -O- |
#4 | ||||
| ||||
| Berbahagialah juga bahwa Anggodo dibebaskan tanpa bukti sedangkan Chandra Hamzah dan Bibit Samat dijadikan tersangka karena MENERIMA SUAP.... yang ente tahu sendiri si penyuapnya si ANGGODO! ![]() Tanpa bukti..... Tanpa bukti..... Tanpa bukti..... ![]() __________________ Hopeless...hopeless.... hopeless... Kapan mau punya pemerintah yang bersih, cerdas dan amanah? |
#5 | ||||
| ||||
![]() ![]() ![]() Terlalu dini bro... Itu kan baru sepihak, kita sendiri gak tau bener ato gak yg diucapin si BHD siapa tau semua hanya dusta, ya gak? KPK sendiri kan belum menanggapi penjelasan dari kapolri.. ntar aj kita liat di pengadilan, siapa yg bener siapa yg salah, siapa yang negarawan sejati siapa yang kampret |
#6 | |||
| |||
| kalo emang BHD itu bersih, tangkap tuh anggodo. lah wong yg diberi suap ditangkap kok yang memberi suap malah ngga.. ![]() http://www.detiknews.com/read/2009/1...air-mata-susno Quote:
|
#7 | ||||
| ||||
| Mau tau yang lebih santun? coba main2 ke hotel bintang 5, disana penerima tamu-nya santun2 lho? ![]() ![]() __________________ There's NO leader in this country..... |
#8 | |||
| |||
| Lebih baik pihak pihak yang berseteru KPK Polri dan Kejaksaan duduk satu meja dan agar publik tau, apa sih sebenarnya argumen dari masing masing institusi. |
#9 | ||||
| ||||
| santun belum tentu benar .. dan benar belum tentu santun.... ![]() jadi pilih yg mana... yg paling bagus ada benar dan santun..... ![]() __________________ HATED, ADORED, BUT NEVER IGNORED |
#10 | |||
| |||
| Quote:
gue juga dukung BHD dan gue sepikiran sama bro @boundcoz |