![]() |
| |||||||
| Register | FAQ | Members List | Social Groups | Award | Calendar | Mark Forums Read | |
| PolitikDiskusi seputar tokoh, partai politik, kebijakan dan seputarnya di sini... |
![]() |
| Thread Tools | Display Modes |
#1 | |||
| |||
| Rekan2, Bagaimana tanggapan rekan2 semua mengenai kualitas anggota DPR kita yang baru diangkat ini? Kalo dari rapat terbuka komisi 3 dengan Kapolri tadi malam, tampak sekali kualitas mereka jauh dari harapan, kelihatan LUGU bangetzz.... ya nggak sih? |
#2 | |||
| |||
| Namanya juga baru belajar. Baru belajar mengeluarkan pendapat di depan umum. Jadi maklum aja, fokusnya masih diseputar penampilan alias asal bunyi dan belum menyensuh subtansi. Mungkin kalau sudah 5 tahun belajar baru bisa seperti yang diharapkan. Itupun kalau terpilih lagi di periode berikutnya. |
#3 | |||
| |||
| Terus terang,baru kali ini aku liat tayangan rapat kerja DPR dan terus terang juga jadi mulesssssss..... Masa rapat dengan level Kapolri harus didahului dengan pendahuluan bertele-tele yang makan waktu 1 jam? Termasuk interupsi ala srimulat extravagansa? Samasekali tidak mencerminkan sistem kerja yang agak profesional. ![]() Pantesan rapat-rapat berlangsung sampai subuh,bahkan berlanjut berhari,berminggu.Lha wong caranya seperti ini! ![]() Rapat pemilihan kepala desa aja jauh lebih effektif dan time efficient! ![]() |
#4 | ||||
| ||||
| Jumat, 06/11/2009 15:13 WIB Komisi III DPR Ingkari Suara Publik Triono Wahyu Sudibyo - detikNews dok detikcom Semarang - Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD), dinilai tak berjalan sesuai harapan. Forum itu menunjukkan Wakil rakyat mengingkari suara publik. Pengamat Politik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Joko Prihatmoko mengatakan, pada awalnya, raker itu ingin mengungkap kejelasan kasus Bibit dan Chandra serta isi rekaman. Tapi yang terjadi justru, DPR hanya klarifikasi dan akhirnya cenderung membela Polri. "Publik kan tidak berharap wakil rakyat dukung ini-itu, tapi cuma ingin jelas duduk perkaranya," kata Joko kepada detikcom, Jumat (6/11/2009). Penulis sejumlah buku bertema politik kepartaian, pemilu, dan hukum ini menilai, anggota DPR masih terkungkung partai. Arah pertanyaannya, sebisa mungkin diatur tidak menyerempet kepentingan partai. "Ya, mungkin saja ada orang parpol yang terlibat dalam permainan itu," ungkapnya. Joko melihat daya represif anggota DPR, benar-benar tidak ada. Mereka hanya mencari aman, tak berani galak kepada Polri, dan tak menelusuri lebih jauh masalah-masalah krusial yang up to date. "Lebih baik berharap pada gerakan oposisi sipil," pungkas dosen Fisipol ini. (try/djo) C+D= Cape dehhhhh... __________________ There's NO leader in this country..... |
#5 | ||||
| ||||
| Nampaknya sich akan melanjutkan tradisi yang sudah ada |
#6 | ||||
| ||||
| ada yg beberapa mewakili suara masyarakat, ya banyak juga yg berlagak lugu danmenyebalkan (untungnya bukan berasal dari partai yg saya pilih kemaren) __________________ www.travian.co.id |
#7 | ||||
| ||||
| Brotha and sista.... Welcome To Indonesia..... ![]() __________________ Aku Cinta Bangsa Ini... Tapi jangan paksa aku mencintai negara ini... |
#8 | |||
| |||
| Sebenarnya aku sudah siap mental sebelum tayangan dimulai,sejak jaman Gus Dur bilang DPR tuh seperti taman kanak-kanak.......tapi tetep aja kaget dan mulesssss...... ![]() |