![]() |
| |||||||
| Register | FAQ | Members List | Social Groups | Award | Calendar | Mark Forums Read | |
| PolitikDiskusi seputar tokoh, partai politik, kebijakan dan seputarnya di sini... |
![]() |
| Thread Tools | Display Modes |
#1 | ||||
| ||||
| TS Jadi bertanya, Jika Antasari dan Williardi saja di bisa di kondisikan oleh POLRI,, bagaimana dengan Noordin M Top? TS bukan pendukung Noordin, tapi mungkinkah mereka sengaja di matikan agar tidak berkoar? Inilah Kesaksian Williardi yang Menghebohkan Itu! Mantan Kapolres Jaksel Williardi Wizard saat akan memberi kesaksian pada sidang dengan terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar di PN Jaksel, Selasa (10/11). Selasa, 10 November 2009 | 21:14 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Kesaksian Williardi Wizard sungguh berani dalam sidang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Ia menyadari, sebagai saksi mahkota, apa pun pernyataannya sangat memengaruhi nasib mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang duduk sebagai terdakwa dalam sidang tersebut. Hari Selasa (10/11) ini, ia memutuskan untuk mencabut semua pernyataannya di BAP karena itu semua dibuat atas dasar rekayasa penyidik polisi. "Saya nyatakan semua BAP tidak berlaku. Yang (akan) kami pakai adalah BAP tanggal 29 April 2009 dan 30 April 2009 dan yang (kami) katakan di sini," kata Williardi mengawali kesaksiannya. Ia memutuskan mencabut keterangannya di BAP karena apa yang ia katakan telah dibuat oleh penyidik, dan ia tinggal tanda tangan. Alasan lain, pihak penyidik tidak memenuhi janjinya untuk tidak menahannya jika menurut pada penyidik. Rekayasa itu bermula saat ia dijemput pada satu hari dari rumahnya ke kantor polisi pukul 00.30. Pada dini hari itu Williardi didatangi dan diperiksa Direktur Reserse Kepolisian Daerah Metro Jaya, Wakil Direktur Reserse, dan tiga orang kepala satuan. Menurut Williardi, para petinggi polri memintanya membuat BAP yang harus menjerat Antasari sebagai pelaku utama pembunuhan Nasrudin. "Waktu itu dikondisikan sasaran kita cuman Antasari. (Lalu BAP saya) disamakan dengan BAP Sigid (Haryo Wibisono), dibacakan kepada saya," ujar Williardi tanpa wajah takut. Dalam kesaksian berikutnya, Williardi pun menyebut nama Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Adiatmoko. Menurut dia, Adiatmoko juga memintanya membuat BAP demi kepentingan menjebloskan Antasari. BAP yang dibuat Williardi pada tanggal 29-30 April ditolak penyidik karena Antasari tidak tersangkut. "Udah bikin apa saja yang terbaik untuk menjerat Pak Antasari. Dijamin besok pulang. Kami dijamin oleh pimpinan Polri tidak akan ditahan. Paling sanksi indisipliner," kata Williardi mengulang perkataan Adiatmoko. Karena jaminan itu, lanjut Williardi, ia bersedia menandatangani BAP yang sudah dibuat penyidik. Namun, yang terjadi keesokan harinya dalam berita televisi, Williardi diplot polisi sebagai salah satu pelaku pembunuhan Nasrudin. Ia pun protes kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iriawan yang turut memeriksanya. "Janji mana? Tolong diklarifikasi. Kami tidak sejahat itu," ujar Williardi. Protes Willardi ini menuai reaksi dari teman sejawatnya. Kembali ia dijemput Brigjen (Pol) Irawan Dahlan dan langsung dibawa ke kantor Adiatmoko. Sambil minum kopi, ia ditanya apakah kenal dengan Edo, Jerry Hermawan Lo, Antasari Azhar, dan Sigid Haryo Wibisono. Ia juga ditanya apakah pernah menyerahkan uang Rp 500 juta kepada Edo dari Sigid. Williardi mengiyakan semua pertanyaan, tanpa tahu ia sedang disidik. Mendengar pengakuan Williardi, Adiatmoko meminta bawahannya untuk langsung menahan Williardi. "Lho kok cuma nyerahin uang ditahan?" ujar Williardi kepada Adiatmoko. Sejak saat itu sampai sekarang Williardi mendekam dalam tahanan. Dalam sidang yang dipimpin oleh Herri Swantoro di PN Jakarta Selatan siang tadi, Williardi juga mengaku dicap sebagai pengkhianat oleh teman-teman sejawatnya ketika ia protes kenapa ia akhirnya jadi terlibat dalam kasus pembunuhan dan ditahan. Protes kerasnya itu malah ditanggapi dingin oleh penyidik. "Itu perintah pimpinan," begitu jawaban yang dia dapat saat ia mengungkapkan kenapa ia ditahan. Penasaran siapa yang dimaksud dengan pimpinan, Tim Kuasa Hukum Antasari yang diketuai Juniver Girsang bertanya kepada Williardi siapa yang dimaksud pimpinan. "Kalau bicara pimpinan, pimpinan kami ya Kapolri," jawab Williardi lantang. Lebih jauh, rekayasa itu juga terjadi saat rekonstruksi. Dalam suatu pertemuan di kamar kerja Sigid, seolah-olah penyidik membuat adegan Antasari memberikan amplop coklat berisi foto Nasrudin kepada Williardi. Hal ini langsung dibantah oleh Williardi. "Itu tidak benar. Kami menerima amplop itu langsung dari saudara Sigid. Tanpa ada Pak Antasari," tutur Williardi. Dari awal memberikan kesaksian, Williardi tidak gentar membeberkan pernyataan yang dianggapnya benar. Tak ada wajah takut darinya sekalipun beberapa pejabat berbintang ia sebutkan. Terdengar pula ia beberapa kali bersumpah untuk meyakinkan majelis hakim. Selain nama-nama di atas, ia juga menyebut petinggi Polri, seperti Niko Afinta, Tornagogo Sihombing, dan Daniel. Jaksa penuntut umum yang diketuai Cirus Sinaga meminta nama-nama yang disebut Williardi supaya dihadirkan dalam persidangan. Kalau memang seperti itu, mungkinkah pengeboman yg ada juga di "kondisikan" ? maka TS cuma bisa __________________ November Rain |
#2 | ||||
| ||||
| lha emg si Noordin dan Kroconya jago bikin bom kok,waktu Densus 88 menyergap mrk melakukan perlawanan,berapa kali meledakkan bom,kalau Noordin tidak terlatih untuk itu pasti dia kudu langsung menyerahkan diri,lagian apa Polisi bisa mengkondisikan "pengantin",ada gak yg mau korbankan nyawa demi kepentingan Polisi?,sy rasa tidak pemikiran TS terlalu jauh mnrt sy __________________ It's your God-forsaken right to be loved,There's no need to complicate Our time is short |
#3 | ||||
| ||||
| Quote:
Kan banyak juga yg bilang ada kerja dari CIA mas,,, so TS cuma berpikir seperti itu jadinya hehehe,,, gpp kan berpikir seperti itu, mumpung belum di larang __________________ November Rain |
#4 | ||||
| ||||
| Apakah selepas Noordin CS meninggal, ada yang berani menjamin bahwa di Indonesia tidak akan ada lagi aksi pengeboman?? tidak ada lagi muncul nama2 teroris baru? ![]() I don't think so.... __________________ There's NO leader in this country..... |
#5 | |||
| |||
| Quote:
|
#6 | ||||
| ||||
| Oh...jadi kesimpulannya "pengantin" yang di JW Marriot itu enggak sadar dengan apa yang ada dibawanya yak?, lantas "penampilan" mereka di video ini enggak sadar juga mereka mau ngapain di JW Marriot bawa koper gede ? ![]() http://www.youtube.com/watch?v=rU6vd...eature=related |
#7 | ||||
| ||||
| Quote:
Makanya disini kita kan mengira-ngira,, kalo sekelas KPK aja bisa di kondisikan, bagaimana dengan noordin dan kerjasama dengan CIA? bukankah agar dapat dana dari US bisa juga dikondisikan, ga ada yg tak mungkin saat ini dengan melihat kejadian2 yg ada,, kalo kata adidas "imposible is nothing" ![]() __________________ November Rain |
#8 | ||||
| ||||
| Quote:
Opini anda sudah berlebihan kawan, Sekalian saja Miyabi dihubung2kan dengan diisukan sebagai istri sirinya Noordin M TOP..., biar semakin bombastis opini anda.. ![]() __________________ H-7: MENUJU PENARIKAN DUKUNGAN TERHADAP SBY. |
#9 | ||||
| ||||
| Quote:
hehe om abu tertarik miyabi juga __________________ November Rain |
#10 | |||
| |||
| ya Allah ampunkanlah dosa - dosa petinggi POLRI kami. Berilah hidayah kepada Bambang Hendarso Danuri Kapolriku. Kalau sampai tidak engkau turunkan hidayah, mau jadi apa negara RI kami. Tanpa hidayahmu negara kami akan hancur - lebih hancur dari orde baru. Negara RI kami sudah tertinggal dari negara - negara tetangganya. Ini tidak lain karena koruptor yang berhati iblis , pejabat, aparat hukum, setali tiga uang. Ya Allah berilah petunjuk siapa orang - orang menzalimi pejuang keadilan. |