 | |  11th November 2009, 14:23 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2009 Posts: 20 |
| FACHRI HAMZAH: politisi PKS busuk di antara sekian orang yang mencoba untuk membela POLRI dan kejaksaan terkait kasus Bibit-Chandra, si Fachri Hamzah kayaknya yang paling nyebelin.
gw ga habis pikir dengan pernyataannya di TVone kemarin, seolah-olah ingin menjadi pahlawan kesiangan.
dia dari dulu tetap berpendapat bahwa ada pihak-pihak yang mencoba melemahkan POLRI dan kejaksaan, dan ada upaya mensakralkan KPK...
POLRI dan kejaksaan semestinya harus dikuatkan, katanya lagi... gw setuju kalau ini..
cuman orang ini mikir ga sih?
gimana mau menguatkan POLRI dan kejaksaan kalau penyakit yang ada di dalamnya tidak dikeluarkan dulu.
orang-orang seperti Susno, Wisnu S, dan AH ritonga, sudah jelas-jelas penyakit yang harus dimusnahkan dari tubuh POLRI dan kejaksaan.
dan katanya lagi... biarkan proses yang ada sekarang berjalan sesuai dengan sistem yang ada yang sudah baik.
baik dari Hong Kong...
sistem yang bisa dibeli dan diatur seenaknya oleh cukong-cukong macem si Anggodo ini disebut sudah baik...
tolol banget ni orang...
mungkin ada benarnya, jangan pernah bertanya masalah hukum dan keadilan kepada politisi dan penguasa, karena mereka rela menjualnya demi segenggam kekuasaan atau beberapa lembar uang.
FACHRI HAMZAH, politisi busuk, rakyat ga akan pernah rela mempercayakan suaranya lagi kepada LOE! Last edited by zeindist; 11th November 2009 at 14:43.. |  11th November 2009, 14:29 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2009 Posts: 20 |
| Arogan yang gw ga suka dari orang ini lagi adalah orang ini AROGAN banget...
orang yang berbeda pendapatnya dianggap tidak tahu apa-apa...
sebagai contoh terhadap salah satu pengacaranya Bibit-Chandra kemarin di TVone...
ga sopan, ga tau adab berdebat, memotong omongan orang, tidak segan-segan bersuara tinggi, menunjukkan kesombongannya...
bener2 ga rela gw ada seorang wakil rakyat, yang dipilih rakyat, berperilaku seperti itu....
dan, di mana2 orang yang arogan dan emosional itu orang sedikit aspek rasionalitasnya, alias dungu...
mestinya orang seperti itu malu, dan mengundurkan diri lah ..! Last edited by zeindist; 11th November 2009 at 14:45.. |  11th November 2009, 14:33 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2009 Posts: 20 |
| menggadaikan nurani dan akal sehat demi kekuasaan orang seperti fachri hamzah memang akan rela menggadaikan nurani dan akal sehat demi mendapatkan simpati penguasa...
dia sedang berusaha menguatkan posisi partainya di kabinet SBY...
atau mungkin juga dia sedang mengincar kursi...
entahlah kursi seperti apa....
yang pasti orang ini tidak layak menjadi wakil rakyat... Last edited by zeindist; 11th November 2009 at 14:39.. |  11th November 2009, 14:37 | | Registered Member | | Join Date: Aug 2009 Location: Jakarta Posts: 17 |
| |  11th November 2009, 14:38 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2009 Posts: 20 |
| membohongi dirinya sendiri orang macem ****ry hamzah mungkin bepikir kalau yang dia lakukan itu benar.
dia meyakinkan dirinya sendiri kalau usahanya sebagai pembela cukong2 markus saat ini hanyalah sementara saja....
sampai pada waktunya, ketika posisinya kuat, dia bisa berbuat lebih banyak untuk memberantas markus2 itu.
jelas ini argumen taik, mana bisa mensucikan bagian yang terkena najis dengan air kencing.
bejat banget... |  11th November 2009, 14:41 | | Registered Member | | Join Date: Jul 2009 Posts: 77 |
| Quote: Originally Posted by zeindist di antara sekian orang yang mencoba untuk membela POLRI dan kejaksaan terkait kasus Bibit-Chandra, si Fachri Hamzah kayaknya yang paling nyebelin.
gw ga habis pikir dengan pernyataannya di TVone kemarin, seolah-olah ingin menjadi pahlawan kesiangan.
dia dari dulu tetap berpendapat bahwa ada pihak-pihak yang mencoba melemahkan POLRI dan kejaksaan, dan ada upaya mensakralkan KPK...
POLRI dan kejaksaan semestinya harus dikuatkan, katanya lagi... gw setuju kalau ini..
cuman orang ini mikir ga sih?
gimana mau menguatkan POLRI dan kejaksaan kalau penyakit yang ada di dalamnya tidak dikeluarkan dulu.
orang-orang seperti Susno, Wisnu S, dan AH ritonga, sudah jelas-jelas penyakit yang harus dimusnahkan dari tubuh POLRI dan kejaksaan.
dan katanya lagi... biarkan proses yang ada sekarang berjalan sesuai dengan sistem yang ada yang sudah baik.
baik dari Hong Kong...
sistem yang bisa dibeli dan diatur seenaknya oleh cukong-cukong macem si Anggodo ini disebut sudah baik...
tolol banget ni orang...
mungkin ada benarnya, jangan pernah bertanya masalah hukum dan keadilan kepada politisi dan penguasa, karena mereka rela menjualnya demi segenggam kekuasaan atau beberapa lembar uang.
FACHRI HAMZAH, politisi busuk, rakyat ga akan pernah rela mempercayakan suaranya lagi kepada LOE! |
Kenapa harus FAHRI HAMZAH ???? Masih banyak POLITISI yg lebih buruk, lebih korup, lebih busuk, dari FAHRI !!!! Yg saya tangkap dari pernyataan FAHRI itu tidak seperti yg saudara fahami, FAHRI mengatakan jg jelek2an bangsa ini, yg berbuat itu Oknum bukan Institusi, di POLRI, KEJAKSAAN, KPK, masih ada orang baik, tetapi mereka tidak punya kewenangan, karena yg dipilih itu oknum yg tidak baik. Makanya kalau ingin KAPOLRI, JAKSA AGUNG, KETUA KPK baik pilihlah pemimpin yg BAIK. OKE. Emang anda milih FAHRI ????? |  11th November 2009, 14:44 | | Addict Member | | Join Date: Jan 2009 Posts: 285 |
| Quote: Originally Posted by arifwny Kenapa harus FAHRI HAMZAH ???? Masih banyak POLITISI yg lebih buruk, lebih korup, lebih busuk, dari FAHRI !!!! Yg saya tangkap dari pernyataan FAHRI itu tidak seperti yg saudara fahami, FAHRI mengatakan jg jelek2an bangsa ini, yg berbuat itu Oknum bukan Institusi, di POLRI, KEJAKSAAN, KPK, masih ada orang baik, tetapi mereka tidak punya kewenangan, karena yg dipilih itu oknum yg tidak baik. Makanya kalau ingin KAPOLRI, JAKSA AGUNG, KETUA KPK baik pilihlah pemimpin yg BAIK. OKE. Emang anda milih FAHRI ????? |
Waduh emosi karena orang kritik politisi dari partai kesenangannya.
Partainya sendiri kritik dia:
Quote: PKS Solo persoalkan Fahri Hamzah bela polisi
SOLO - DPD PKS Solo akan berkirim surat ke DPP PKS dan FPKS DPR RI. Surat tersebut mempertanyakan sikap Wakil Ketua Komisi III yang juga Wasekjen DPP PKS, Fahri Hamzah, tentang komitmen antikorupsi. Fahri dinilai cenderung membela polisi dan melawan ekspektasi publik dalam kasus Bibit - Chandra.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Politik dan Hukum DPD PKS Solo, Ikhlas Thamrin kepada wartawan di Solo, Selasa (10/11). Ikhlas mengatakan, pengurus DPD telah mendapat ratusan SMS dari konstituen PKS yang mengaku kecewa dengan sikap pribadi Fahri menyikapi kasus Polisi vs KPK.
”DPD PKS Solo memutuskan mengirim surat kepada DPP dan FPKS terkait sikap Saudara Fahri Hamzah yang mengecewakan dan melawan ekspektasi publik dalam pemberantasan korupsi. Surat itu berisi permintaan agar DPP memanggil yang bersangkutan untuk menjelaskan sikapnya itu,” ujar Ikhlas.
Ikhlas mengatakan sesuai mekanisme internal PKS, surat itu akan disikapi DPP sebagai permintaan klarifikasi. Namun jika nantinya dalam klarifikasi ditemukan kesalahan fatal oleh Fahri atau hasil klarifikasi tidak memuaskan maka bisa saja disusul dengan surat permintaan pergantian antarwaktu (PAW) Fahri dari DPR.
Menurut Iklhas, Fahri dinilai mengecewakan karena PKS yang sejak awal menyebut diri sebagai partai antikorupsi, namun tidak mampu mengambil peran dan posisi strategis ketika terdapat momentum dalam kasus Polri vs KPK.
Bertolak belakang
Dalam kondisi seperti itu, Fahri Hamzah yang menjadi Wakil Ketua Komisi III sebagai representasi partai justru menunjukkan sikap bertolak belakang dengan ekspektasi publik dalam pemberantasan korupsi dengan seakan-akan menjadi pembela polisi.
”Pernyataanya mengagetkan dan mengecewakan kami. Kami yakin dia di luar koridor kebijakan partai ketika menilai keputusan TPF bias, TPF tidak menghargai proses hukum, TPF merusak tatanan demokrasi, KPK ngawur dan sebagainya itu. Dia harus menjelaskan motivasi di balik pernyataannya itu,” ujar Ikhlas.
Ikhlas khawatir sikap Fahri itu karena keterikatan koalisi PKS dengan pemerintah sehingga tidak berani mengkritik pemerintah. ”Kalau memang karena keterikatan itu, mengapa hanya PKS yang ketakutan melakukan kritik. Ketua Komisi III yang dari Partai Demokrat saja tenang-tenang kok,” lanjut dia. K.21-bg |
__________________ You have received an infraction at DetikForum. Last edited by Mentos; 11th November 2009 at 14:47.. |  11th November 2009, 14:48 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2009 Posts: 20 |
| Quote: Originally Posted by arifwny Kenapa harus FAHRI HAMZAH ???? Masih banyak POLITISI yg lebih buruk, lebih korup, lebih busuk, dari FAHRI !!!! Yg saya tangkap dari pernyataan FAHRI itu tidak seperti yg saudara fahami, FAHRI mengatakan jg jelek2an bangsa ini, yg berbuat itu Oknum bukan Institusi, di POLRI, KEJAKSAAN, KPK, masih ada orang baik, tetapi mereka tidak punya kewenangan, karena yg dipilih itu oknum yg tidak baik. Makanya kalau ingin KAPOLRI, JAKSA AGUNG, KETUA KPK baik pilihlah pemimpin yg BAIK. OKE. Emang anda milih FAHRI ????? |
terserah mau korup atau kagak...
yang pasti orang ini ga layak duduk di DPR...
arogan dan tak punya akal sehat.. Last edited by zeindist; 11th November 2009 at 14:51.. |  11th November 2009, 14:56 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2009 Posts: 20 |
| minggir dari partainya Quote: PKS Solo persoalkan Fahri Hamzah bela polisi
SOLO - DPD PKS Solo akan berkirim surat ke DPP PKS dan FPKS DPR RI. Surat tersebut mempertanyakan sikap Wakil Ketua Komisi III yang juga Wasekjen DPP PKS, Fahri Hamzah, tentang komitmen antikorupsi. Fahri dinilai cenderung membela polisi dan melawan ekspektasi publik dalam kasus Bibit - Chandra.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Politik dan Hukum DPD PKS Solo, Ikhlas Thamrin kepada wartawan di Solo, Selasa (10/11). Ikhlas mengatakan, pengurus DPD telah mendapat ratusan SMS dari konstituen PKS yang mengaku kecewa dengan sikap pribadi Fahri menyikapi kasus Polisi vs KPK.
”DPD PKS Solo memutuskan mengirim surat kepada DPP dan FPKS terkait sikap Saudara Fahri Hamzah yang mengecewakan dan melawan ekspektasi publik dalam pemberantasan korupsi. Surat itu berisi permintaan agar DPP memanggil yang bersangkutan untuk menjelaskan sikapnya itu,” ujar Ikhlas.
Ikhlas mengatakan sesuai mekanisme internal PKS, surat itu akan disikapi DPP sebagai permintaan klarifikasi. Namun jika nantinya dalam klarifikasi ditemukan kesalahan fatal oleh Fahri atau hasil klarifikasi tidak memuaskan maka bisa saja disusul dengan surat permintaan pergantian antarwaktu (PAW) Fahri dari DPR.
Menurut Iklhas, Fahri dinilai mengecewakan karena PKS yang sejak awal menyebut diri sebagai partai antikorupsi, namun tidak mampu mengambil peran dan posisi strategis ketika terdapat momentum dalam kasus Polri vs KPK.
Bertolak belakang
Dalam kondisi seperti itu, Fahri Hamzah yang menjadi Wakil Ketua Komisi III sebagai representasi partai justru menunjukkan sikap bertolak belakang dengan ekspektasi publik dalam pemberantasan korupsi dengan seakan-akan menjadi pembela polisi.
”Pernyataanya mengagetkan dan mengecewakan kami. Kami yakin dia di luar koridor kebijakan partai ketika menilai keputusan TPF bias, TPF tidak menghargai proses hukum, TPF merusak tatanan demokrasi, KPK ngawur dan sebagainya itu. Dia harus menjelaskan motivasi di balik pernyataannya itu,” ujar Ikhlas.
Ikhlas khawatir sikap Fahri itu karena keterikatan koalisi PKS dengan pemerintah sehingga tidak berani mengkritik pemerintah. ”Kalau memang karena keterikatan itu, mengapa hanya PKS yang ketakutan melakukan kritik. Ketua Komisi III yang dari Partai Demokrat saja tenang-tenang kok,” lanjut dia. K.21-bg |
memang ga beres ni orang...
fachri... fachri... malu-maluin aja! |  11th November 2009, 15:17 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2009 Posts: 20 |
| Quote: Originally Posted by zeindist memang ga beres ni orang...
fachri... fachri... malu-maluin aja! |
MALU-MALUIN....!
duri dalam daging.....!
di-recall aja dech! | | Thread Tools | | | Display Modes | Linear Mode | Posting Rules | You may not post new threads You may not post replies You may not post attachments You may not edit your posts HTML code is Off
| | | All times are GMT +7. The time now is 08:07. |