 |  15th November 2009, 14:16 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2009 Location: Jakarta Posts: 3 |
| Kata "Pemerintah"......... Kata pemerintah harus diganti..... karena siapa yang diperintah?. Masyarakat bukan bawahan mereka yang menamakan diri mereka "Pemerintah". Tidak logis jika yang memerintah digaji oleh yang diperintah. Jaman dulu, penjajah memakai kata "Pemerintah", karena mereka memang memerintah masyarakat jajahannya. Dibeberapa negara, jajaran palaksana ketatanegaraan disebut "administrator". Tidak ada yang kalau diterjemahkan menjadi "Pemerintah".
Jika kata ini diganti, pola pikir jajaran pelaksana ketatanegaraan dari tingkat president sampai lurah menjadi berbeda, karena mereka adalah penerima mandat masyarakat untuk menciptakan keamanan, kedamaian, kenyamanan dan kesejahteraan. Bukan memerintah dengan mempergunakan segala perangkat negara untuk menekan masyarakat serta untuk memperkaya diri mereka, lebih jauh adalah berlomba untuk mendapatkan kekuasaan baik pribadi maupun secara institusi.
Seiring dengan perubahan tersebut, mari kita kawal sama-sama tentang pelaksanaan Undang-Undang Pelayanan Masyarakat (sudah ada apa belum ya ?)
Mungkin ada yang lebih ahli dari saya tentang penamaan yang lebih cocok. Saya berpikir "Kepala Pelaksana Ketatanegaraan" untuk presiden.
Kata "rakyat" juga saya usulkan menjadi "masyarakat". Dulu langkah kecil telah diambil dengan mengubah "Sekolah Rakyat" menjadi "Sekolah Dasar".
Salam,
Febry Anugerah |  15th November 2009, 17:51 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2008 Posts: 69 |
| ada administrator, siapa nanti yg dimaksud dgn moderator?
sekalian rakyat dibilang dgn 'member', dimana rakyat yg sdh punya ktp disebut 'Registered Member'
gimana klo presiden kita sebut 'babe' |  15th November 2009, 18:08 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2009 Posts: 65 |
| ane kutip dari sini
Quote: Adakah yang salah dalam pemerintah ?. Atau, adakah kekeliruan didalam tubuh pemerintahan Republik Indonesia ?. Apakah nama ‘pemerintah’ berpengaruh terhadap kinerja aparatur-nya?. Apakah pemerintah suka mempermainkan rakyat-nya ? Kita lihat peristiwa terkini tentang harga BBM, pemerintah membuat jargon prestasi menurunkan harga BBM sampai 3 kali. Apakah pemerintah SBY tidak ingat bahwa titik awal harga BBM (premium) sebelum naik adalah Rp. 1.810/liter, kemudian per tanggal 1 Maret 2005 naik menjadi Rp. 2.400/liter, merangkak naik 1 Oktober 2005 menjadi Rp. 4.500/liter, lagi pada 24 Mei 2008 naik ke Rp. 6.000/liter. Penurunan BBM (premium) dimulai 1 Desember 2008 menjadi Rp. 5.500/liter, dilanjutkan 15 Desember menjadi Rp. 5.000/liter, dan akhirnya 15 Januari 2009 menjadi Rp. 4.500/liter.
Melihat sejarah BBM diatas, kembali lagi rakyat ‘dibodohi’ dengan jargon prestasi pemerintah SBY. Bisa disebut prestasi jika harga BBM turun dibawah level Rp. 1.810/liter. Tetapi harga BBM sepertinya akan dijadikan isu politik saja, demi kepentingan dinasti-nya.
Jika mengacu kepada pasal 27 UUD 1945, “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”, apakah masih relevan menggunakan kata ‘pemerintah’ dalam rangka persamaan kedudukan di dalam sebuah tatanan demokrasi Pancasila ?.
Kembali saya mengulang bahwa sesuai makna etimologi bahasa, pemerintah berarti pemberi perintah, komando atau instruksi. Padahal harusnya “pemerintah” itu adalah pengelola negara untuk kepentingan rakyatnya. Sesuai dengan arti kata “Government”.
Apakah faham kenapa Indonesia belum maju ? Gantilah pemerintah dengan nama/kata lain yang lebih sesuai. Memberikan nama yang baik diharapkan akan mempengaruhi kepada yang punya nama. |
 |  16th November 2009, 14:39 |  | Addict Member | | Join Date: Jun 2009 Posts: 128 |
| Quote: Originally Posted by colacoca ada administrator, siapa nanti yg dimaksud dgn moderator?
sekalian rakyat dibilang dgn 'member', dimana rakyat yg sdh punya ktp disebut 'Registered Member'
gimana klo presiden kita sebut 'babe' |
Berarti gw masih nubie nih   __________________ There's NO leader in this country..... |  16th November 2009, 15:10 | | Mania Member | | Join Date: Nov 2008 Posts: 2,165 |
| Jadi ganti kata apa dong? Pelaksana, pengatur, pengelola? Kalio administrator kan kesannya kebarat2an. |  16th November 2009, 15:35 | | Registered Member | | Join Date: Nov 2009 Posts: 55 |
| Sebut saja KPMI - Kepala Pelayan Masyarakat Indonesia.
"Negarawan terbesar adalah dia yang berpihak dan melayani masyarakatnya yang terkecil..." ( DM ).  |  17th November 2009, 09:29 |  | Registered Member | | Join Date: Jun 2008 Location: Bogor Posts: 63 |
| Yang enak sih pemerintah itu kacung rakyat, atau halusin dikit deh PEGAWAI rakyat...  | | Thread Tools | | | Display Modes | Linear Mode | Posting Rules | You may not post new threads You may not post replies You may not post attachments You may not edit your posts HTML code is Off
| | | All times are GMT +7. The time now is 12:24. |