 | |  23rd November 2009, 16:23 |  | Addict Member | | Join Date: Nov 2008 Location: Bekasi, Indonesia Posts: 422 |
| Beranikah BOED-SMUL mengundurkan diri ? Seseorang yang arief yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hatinya PASTI akan merasa dikejar dosa terus menerus dalam bayang-bayang kehidupannya ... saya tidak tahu apa yang difikirkan oleh kedua pejabat itu saat ini. dengan diungkapnya hasil audit BPK, pasti mereka bertambah miris menghadapi persolanan bank century tersebut karena mereka yang memutuskan dikucurkannya dana talangan itu.
Ibarat orang yang biasa mencuri pasti akan dengan tenangnya menikmati hasil curiannya . Tapi kalau orang miskin yang TERPAKSA mencuri, pasti batinnya selalu dikejar dosa.
KALAU SAYA JADI BOED-SMUL: sebelum ILUNI merealisasikan statementnya, lebih baik mundur dan bercerita apa yang sebenarnya terjadi kepada masyarakat. ga usah kuatir, rakyat pasti membela kalau memang tidak bersalah.
tapi itu kalau saya .... ga tahu BOED-SMUL atau para pengamat lain di DF ini
 ... |  23rd November 2009, 18:49 |  | Mania Member | | Join Date: Sep 2007 Posts: 2,436 |
| mbak sama mas neolib..siap2 yah...thanks  |  24th November 2009, 12:45 | | Addict Member | | Join Date: Dec 2008 Posts: 407 |
| sulit deh, secara tingkah laku, kayaknya mereka2 ini adalah golongan yg gila jabatan, bukan golongan yg gila uang atau harta, cuman gila jabatan saja, jadinya ya buat mereka jabatan adalah segalanya, hidup boleh sederhana, tapi buat mereka, hidup itu lengkap bila punya jabatan, dan hidup akan terasa percuma bila jabatan lepas dari genggaman.
jadi pakem mereka, selama tidak terindikasi korupsi (walaupun secara pekerjaan salah), ngapain harus mundur ?
Quote: Originally Posted by pomphy Seseorang yang arief yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hatinya PASTI akan merasa dikejar dosa terus menerus dalam bayang-bayang kehidupannya ... saya tidak tahu apa yang difikirkan oleh kedua pejabat itu saat ini. dengan diungkapnya hasil audit BPK, pasti mereka bertambah miris menghadapi persolanan bank century tersebut karena mereka yang memutuskan dikucurkannya dana talangan itu.
Ibarat orang yang biasa mencuri pasti akan dengan tenangnya menikmati hasil curiannya . Tapi kalau orang miskin yang TERPAKSA mencuri, pasti batinnya selalu dikejar dosa.
KALAU SAYA JADI BOED-SMUL: sebelum ILUNI merealisasikan statementnya, lebih baik mundur dan bercerita apa yang sebenarnya terjadi kepada masyarakat. ga usah kuatir, rakyat pasti membela kalau memang tidak bersalah.
tapi itu kalau saya .... ga tahu BOED-SMUL atau para pengamat lain di DF ini
 ... |
|  24th November 2009, 12:47 |  | Mania Member | | Join Date: Nov 2007 Posts: 2,010 |
| sayangnya mereka itu bukan politisi, tapi sekedar akademisi...
sehingga kemampuan berpikir mereka yg canggih itu dimanfaatkan oleh politisi2 busuk. |  24th November 2009, 12:56 |  | Mania Member | | Join Date: Oct 2008 Posts: 2,136 |
| sesungguhnya saya punya harapan besar dg sosok SM utk jd kandidat wapres/presiden dimasa depan
krn beliau terbukti berhasil melakukan terobosan reformasi birokrasi di dept yg beliau pimpin... Bravo SM
karakter beliau termasuk yg cocok utk membuat LOMPATAN kemajuan demi NKRI
tp beliau bersalah gk yah dalam kasus bank century?  |  24th November 2009, 12:59 | | Addict Member | | Join Date: Dec 2008 Posts: 407 |
| Quote: Originally Posted by tomche sayangnya mereka itu bukan politisi, tapi sekedar akademisi...
sehingga kemampuan berpikir mereka yg canggih itu dimanfaatkan oleh politisi2 busuk. |
tidak ada yg perlu disayangkan, mereka adalah cerminan orang2 yang pada dasarnya tidak perduli dengan kondisi sekitarnya, prestasi dan kemampuan otak mereka hanya diperuntukkan untuk kepuasan pribadi dan pembuktian jati diri mereka sendiri, mereka tidak merasa di manfaatkan oleh politisi2 busuk, karena mereka berpikir, merekalah yang akhirnya lebih unggul di antara politisi2 busuk itu, karena di mata mereka, jabatan adalah segala2nya, prestasi nya, peduli setan kepada politisi2 lainnya, mereka tidak dapat apa apa selain cuman duwit doang, begitu kiranya yg ada di kepala mereka. |  24th November 2009, 13:09 | | Addict Member | | Join Date: Aug 2009 Posts: 265 |
| Politik Suara Merdu membutuhkan mereka akademisi yang punya jiwa mengabdi pada proffesi dan keilmuannya.
Sapai detik terakhir TheBigBoss akan tetap mempertahankan mereka sehingga Suara Merdu nya terus terdengar menutupi teriakan demontrasi di jalan.
Suara merdu ... mendayu dayu .. yu yu yu yu |  25th November 2009, 09:05 | | Addict Member | | Join Date: Dec 2008 Posts: 407 |
| Quote: Originally Posted by bodong sesungguhnya saya punya harapan besar dg sosok SM utk jd kandidat wapres/presiden dimasa depan
krn beliau terbukti berhasil melakukan terobosan reformasi birokrasi di dept yg beliau pimpin... Bravo SM
karakter beliau termasuk yg cocok utk membuat LOMPATAN kemajuan demi NKRI
tp beliau bersalah gk yah dalam kasus bank century?  |
prestasi seseorang harus di sesuaikan dng lingkungannya, bila kemampuan SM hanyalah reformasi birokrasi di departemen, maka maksimalkan ybs di departemen itu saja, SM secara psikologi mungkin tidak bisa berhadapan dng para politikus busuk, shg menghasilkan kasus BC spt sekarang ini, spt yg di rangkum oleh Johan Silalahi di media dalam "Testimoni Sri Mulyani: Saya Tak Mau Dibui", yaitu : ''Itulah yang mesti dipertanyakan, kenapa orang seperti Sri Mulyani, yang dikenal sangat taat azas, bahkan untuk urusan uang Rp 20 miliar saja bisa sangat teliti, tiba-tiba menjadi begitu tidak prudent-nya dalam memutuskan pengucuran dana Rp 6,7 triliun,''
spt halnya dalam sepakbola, semua punya kualitas tersendiri di lininya masing2, jangan berharap pelatih bisa jadi kiper, kiper jadi penyerang, atau penyerang menjadi pemain bertahan, jadi mungkin saja level nya SM itu hanya sebagai pembantu presiden, sekali saja di beri kesempatan untuk mengambil keputusan tanpa perlu persetujuan presiden, spt yg SM lakukan diatas, terjadilah blunder besar itu. |  25th November 2009, 20:14 |  | Addict Member | | Join Date: Nov 2008 Location: Bekasi, Indonesia Posts: 422 |
| Quote: Originally Posted by utems prestasi seseorang harus di sesuaikan dng lingkungannya, bila kemampuan SM hanyalah reformasi birokrasi di departemen, maka maksimalkan ybs di departemen itu saja, SM secara psikologi mungkin tidak bisa berhadapan dng para politikus busuk, shg menghasilkan kasus BC spt sekarang ini, spt yg di rangkum oleh Johan Silalahi di media dalam "Testimoni Sri Mulyani: Saya Tak Mau Dibui", yaitu : ''Itulah yang mesti dipertanyakan, kenapa orang seperti Sri Mulyani, yang dikenal sangat taat azas, bahkan untuk urusan uang Rp 20 miliar saja bisa sangat teliti, tiba-tiba menjadi begitu tidak prudent-nya dalam memutuskan pengucuran dana Rp 6,7 triliun,''
|
sejalan dengan pemikiran saya
Quote: | spt halnya dalam sepakbola, semua punya kualitas tersendiri di lininya masing2, jangan berharap pelatih bisa jadi kiper, kiper jadi penyerang, atau penyerang menjadi pemain bertahan, jadi mungkin saja level nya SM itu hanya sebagai pembantu presiden, sekali saja di beri kesempatan untuk mengambil keputusan tanpa perlu persetujuan presiden, spt yg SM lakukan diatas, terjadilah blunder besar itu. |
permasalahannya justru disini: BENARKAH B/SM TIDAK MINTA PERSETUJUAN TERLEBIH DAHULU KE SBY? itu yang diragukan semua fihak (SBY pun mengakui hal itu, karena beliau bilang banyak orang yang memFITNAH beliau) |  25th November 2009, 20:46 |  | Mania Member | | Join Date: Sep 2007 Posts: 2,436 |
| belum ada budaya malu bagi para pejabat di republik kita | | Thread Tools | | | Display Modes | Linear Mode | Posting Rules | You may not post new threads You may not post replies You may not post attachments You may not edit your posts HTML code is Off
| | | All times are GMT +7. The time now is 23:23. |