![]() |
| |||||||
| Register | FAQ | Members List | Social Groups | Award | Calendar | Mark Forums Read | |
| PolitikDiskusi seputar tokoh, partai politik, kebijakan dan seputarnya di sini... |
![]() |
| Thread Tools | Display Modes |
#1 | ||||
| ||||
| Menkeu: Penetapan Century Sebagai Bank Gagal Sesuai Kriteria Wahyu Daniel - detikFinance Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga merupakan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) bersikukuh penetapan Bank Century sebagai bank gagal sehingga harus diselamatkan oleh LPS sudah memenuhi berbagai kriteria yang terukur. Sri Mulyani menjelaskan, audit terhadap akuntabilitas suatu kebijakan atau tindakan adalah memeriksa apakah tindakan yang diambil pemerintah mematuhi syarat-syarat:
Menurut Sri Mulyani saat penetapan Bank Century sebagai bank gagal pada 20-21 November 2008, KSSK telah memenuhi dan mematuhi ketiga persyaratan tersebut. Sri Mulyani menegaskan, informasi yang dipakai KSSK cukup lengkap dan telah memadai sebagai dasar penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. "Seluruh data yang bersifat makro tersebut sesuai dengan Perpu JPSK telah memenuhi syarat untuk dilakukan rapat KSSK yang ditetapkan sesuai keputusan KSSK 03./KSSK.01/2008 yaitu tentang mekanisme rapat KSSK. Data dan analisa per 31 Oktober 2008 tersebut yang diterima dari BI pada 20 November 2008 telah cukup memadai dalam menggambarkan kondisi BC yang membuat BI menetapkan bank gagal berdampak sistemik," urainya dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (24/11/2009). Sri Mulyani menjelaskan, penetapan dampak sistemik BC telah mengunakan informasi, analisa, informasi dan metodologi baik yang kualitatif maupun kuantitiatif termasuk penggunaan judgement, dalam hal ini tidak sama sekali memiliki konotasi yang negatif. "Sebab artinya tak lain pembuat kebijakan dalam hal ini menkeu dan gubernur BI mempertimbangkan dengan menggunakan akal sehat semua data dan informasi yang tersedia secara memadai," tambahnya. Penetapan BC sebagai bank gagal berdampak sistemik juga tak lepas dari kondisi pasar global yang sedang mengalami krisis. "Penutupan BC dipastikan dalam suitausi tersebut berdasar data, faktam informasi dan analisa serta metodologi yang digunakan maka sesuai dengan akal sehat dan judgement, dia dapat menimbulkan apa yang disebut efek berantai," imbuh Sri Mulyani. Ia kembali mengungkapkan, ketika itu terdapat 23 bank yang setara atau lebih kecil dari BC dan BPR yang memiliki masalah likuiditas dan masalah lain yang kurang lebih sama dengan BC. "Dengan demikian masalahnya tidak hanya membuka atau menutup BC, tapi juga efek domino pada 23 bank lain dan kemudian diperkirakan potensinya terhadap sistem perbankan," tegas Sri Mulyani. ----------------------------------------------------------------------- Ada gak sih pendapat dari pakar lainnya, selain Depkeu dan BI tentunya, yang mendukung pernyataan SM di atas? Karena kok kebanyakan malah tidak mendukung pernyataan di atas ya? Karena bagaimanapun juga, SBY banyak menggunakan pernyataan di atas dalam pidatonya tadi malam. |
#2 | ||||
| ||||
| Selasa, 24/11/2009 12:44 WIB Kasus Century Bukan Karena Krisis, Tapi Murni Kriminal Herdaru Purnomo - detikFinance Jakarta - Jatuhnya Bank Century (sekarang Bank Mutiara) sehingga harus diselamatkan oleh pemerintah tidak berkaitan dengan krisis global pada tahun 2008, tetapi lebih merupakan kasus kriminal perampokan perbankan. Pasalnya saat ini ada upaya keras dari Bank Indonesia dan pemerintah untuk mencari pembenaran kasus Bank Century dengan mengkaitkan bailout dan krisis global. Pengamat Ekonomi dari Tim Indonesia Bangkit (TIB) Ichsanudin Noorsy mengatakan hasil audit investigasi BPK justru sudah sangat jelas menunjukkan dana bailout ilegal untuk menutupi kerugian Bank Century akibat para pengelola (Century Gate ). "TIB mendukung kesimpulan BPK bahwa alasan penetapan dampak sistemik atas Bank Century oleh BI dan KSSK sangat lemah dan tidak memiliki landasan yang kuat," ujarnya dalam sebuah diskusi bertajuk "Dugaan Abuse Of Power Pada Kasus Bank Century" di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa (24/11/2009). Ia menjelaskan, dugaan kuat terjadinya abuse of power (penyalahgunaan wewenang) dari para pengambil kebijakan dalam kasus Bank Century dengan dilakukannya berbagai rekayasa kebijakan. "Seperti yang terungkap dalam laporan audit investigasi BPK, bailout Century justru telah melanggar berbagai peraturan perundangan BI," katanya. BI, lanjut Ichsanudin, saat itu dipimpin oleh Boediono telah melakukan berbagai perubahan aturan sebagai akal-akalan untuk menjustifikasikan transaksi tersebut. "Seperti PBI yang dirubah terkait CAR, dimana agar Century bisa mendapatkan FPJP," tuturnya. Jika hasil audit BPK, lanjutnya, yang sudah jelas-jelas ada pelanggaran hukum tidak di tindaklanjuti maka tidak ada gunanya good corporate governance . "Mari kita sama-sama melanggar hukum, jika memang tidak ada sebuah hukum yang ditegakkan," tuturnya. Ichsanudin mengharapkan adanya ketegasan sikap Presiden SBY untuk menegakkan hukum dengan membuka aliran dana Century Gate . Di tempat yang sama, Ekonom TIB Hendri Saparini juga mengungkapkan saat ini disinyalir ada skenario penyelamatan terhadap Century Gate melalui broker yang akan membantu mengembalikan uang negara di Bank Century sehingga tidak ada kerugian negara. "Jika skenario ini terjadi, maka dapat dianalogikan sebagai perampok yang mengembalikan barang-barang rampokannya setelah tertangkap, sehingga tidak dapat dipisahkan antara tidak adanya kerugian dengan dilakukannya tindakan pidana," paparnya. Sebagai tambahan menurut Hendri, risiko sistemik yang terjadi pada perbankan Indonesia di awal krisis 2008 pada dasarnya justru meningkat akibat kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan oleh Gubernur BI saat itu Boediono. "Pilihan kebijakan untuk meningkatkan suku bunga dilakukan oleh Bank Indonesia atas nasehat IMF. Risiko sistemik juga muncul di sisi fiskal akibat kebijakan pengetatan fiskal atau perlambatan pengeluaran yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani," tambahnya. (dru/dnl) ------------------------------------------------------------------------ Jelas bertentangan dengan apa yang dinyatakan SM dong... ayo dong, bantuin saya mencari pendapat yang mendukung SM |
#3 | ||||
| ||||
| ini ada berita, tapi ga tau deh gmana efek nya buat SM ![]() http://www.inilah.com/berita/politik...tak-mau-dibui/ Testimoni Sri Mulyani: Saya Tak Mau Dibui Quote:
__________________ I have nothing, nothing against you ![]() |
#4 | ||||
| ||||
| Quote:
berita ini malah tidak mendukung pernyataan SM...meskipun artikel yg anda kutip sedikit memberikan nafas buat SM secara personal (mirip dengan Wiliardi, SM merasa "dikondisikan") ![]() Edit : eh, diedit lagi ama bung seta, biar gak kliatan terlalu tendensius ya? ![]() ![]() Last edited by tomche; 24th November 2009 at 16:09.. |
#5 | ||||
| ||||
| Makanya, kepala BIN diganti orang kapolri yang sudah berpengalaman 'mengkondisikan' orang laen. (ingat para terpidana kasus pembunuhan yang ternyata pembunuhan dilakukan oleh Ryan?) ![]() |
#6 | ||||
| ||||
| Quote:
kayak nya udah pada sadar, kalau kasus ini bakal kebuka juga, ![]() nah mulai deh pada mikirin cari jalan selamet buat masing2 ![]() satu2 nya senjata pamungkas SM tinggal "dampak sistemik" ![]() __________________ I have nothing, nothing against you ![]() |
#7 | ||||
| ||||
| Quote:
![]() saya takut, nanti saya yg "dikondisikan" ![]() __________________ I have nothing, nothing against you ![]() |
#8 | ||||
| ||||
| Quote:
Quote:
![]() Kasian ya SM, senjata pamungkasnya kurang powerful. Kl kata Tony Stark, senjata yang paling ampuh adalah senjata yang cukup ditembakan sekali. |
#9 | ||||
| ||||
| Iron Man ya? |
#10 | ||||
| ||||
| Quote:
) tapi orang LPS , siapa ya namanya..... lupa ![]() __________________ I have nothing, nothing against you ![]() |