DetikForum

Go Back DetikForum > Politik & Peristiwa > Politik
Register FAQ Members List Social Groups AwardCalendar Mark Forums Read

Notices

PolitikDiskusi seputar tokoh, partai politik, kebijakan dan seputarnya di sini...

  • Gosip
  • Beranda
  • Politik
  • Liga Inggris
  • Jual Beli
  • Gosip
  • Gosip
  • Gosip
  • Gosip
  • Gosip


Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 24th November 2009, 15:54
tomche's Avatar
tomche tomche is offline
Mania Member
 
Join Date: Nov 2007
Posts: 2,010
tomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/diva
Default Second Opinion Please? Sri Mulyani on Century

Menkeu: Penetapan Century Sebagai Bank Gagal Sesuai Kriteria
Wahyu Daniel - detikFinance



Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga merupakan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) bersikukuh penetapan Bank Century sebagai bank gagal sehingga harus diselamatkan oleh LPS sudah memenuhi berbagai kriteria yang terukur.

Sri Mulyani menjelaskan, audit terhadap akuntabilitas suatu kebijakan atau tindakan adalah memeriksa apakah tindakan yang diambil pemerintah mematuhi syarat-syarat:
  1. Apakah azas kesesuaian peraturan perundangan dipenuhi.
  2. Apakah azas kewenangan yang sah ada bagi pada pejabat dalam menentukan kebijakan dan keputusan
  3. Apakah keputusan memiliki azas tujuan yang bermanfaat dan bertanggung jawab.

Menurut Sri Mulyani saat penetapan Bank Century sebagai bank gagal pada 20-21 November 2008, KSSK telah memenuhi dan mematuhi ketiga persyaratan tersebut. Sri Mulyani menegaskan, informasi yang dipakai KSSK cukup lengkap dan telah memadai sebagai dasar penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

"Seluruh data yang bersifat makro tersebut sesuai dengan Perpu JPSK telah memenuhi syarat untuk dilakukan rapat KSSK yang ditetapkan sesuai keputusan KSSK 03./KSSK.01/2008 yaitu tentang mekanisme rapat KSSK. Data dan analisa per 31 Oktober 2008 tersebut yang diterima dari BI pada 20 November 2008 telah cukup memadai dalam menggambarkan kondisi BC yang membuat BI menetapkan bank gagal berdampak sistemik," urainya dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (24/11/2009).

Sri Mulyani menjelaskan, penetapan dampak sistemik BC telah mengunakan informasi, analisa, informasi dan metodologi baik yang kualitatif maupun kuantitiatif termasuk penggunaan judgement, dalam hal ini tidak sama sekali memiliki konotasi yang negatif.

"Sebab artinya tak lain pembuat kebijakan dalam hal ini menkeu dan gubernur BI mempertimbangkan dengan menggunakan akal sehat semua data dan informasi yang tersedia secara memadai," tambahnya.

Penetapan BC sebagai bank gagal berdampak sistemik juga tak lepas dari kondisi pasar global yang sedang mengalami krisis.

"Penutupan BC dipastikan dalam suitausi tersebut berdasar data, faktam informasi dan analisa serta metodologi yang digunakan maka sesuai dengan akal sehat dan judgement, dia dapat menimbulkan apa yang disebut efek berantai," imbuh Sri Mulyani.

Ia kembali mengungkapkan, ketika itu terdapat 23 bank yang setara atau lebih kecil dari BC dan BPR yang memiliki masalah likuiditas dan masalah lain yang kurang lebih sama dengan BC.

"Dengan demikian masalahnya tidak hanya membuka atau menutup BC, tapi juga efek domino pada 23 bank lain dan kemudian diperkirakan potensinya terhadap sistem perbankan," tegas Sri Mulyani.

-----------------------------------------------------------------------

Ada gak sih pendapat dari pakar lainnya, selain Depkeu dan BI tentunya, yang mendukung pernyataan SM di atas?

Karena kok kebanyakan malah tidak mendukung pernyataan di atas ya?

Karena bagaimanapun juga, SBY banyak menggunakan pernyataan di atas dalam pidatonya tadi malam.
Reply With Quote
  #2  
Old 24th November 2009, 15:58
tomche's Avatar
tomche tomche is offline
Mania Member
 
Join Date: Nov 2007
Posts: 2,010
tomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/diva
Default

Selasa, 24/11/2009 12:44 WIB
Kasus Century Bukan Karena Krisis, Tapi Murni Kriminal
Herdaru Purnomo - detikFinance



Jakarta - Jatuhnya Bank Century (sekarang Bank Mutiara) sehingga harus diselamatkan oleh pemerintah tidak berkaitan dengan krisis global pada tahun 2008, tetapi lebih merupakan kasus kriminal perampokan perbankan.

Pasalnya saat ini ada upaya keras dari Bank Indonesia dan pemerintah untuk mencari pembenaran kasus Bank Century dengan mengkaitkan bailout dan krisis global.

Pengamat Ekonomi dari Tim Indonesia Bangkit (TIB) Ichsanudin Noorsy mengatakan hasil audit investigasi BPK justru sudah sangat jelas menunjukkan dana bailout ilegal untuk menutupi kerugian Bank Century akibat para pengelola (Century Gate ).

"TIB mendukung kesimpulan BPK bahwa alasan penetapan dampak sistemik atas Bank Century oleh BI dan KSSK sangat lemah dan tidak memiliki landasan yang kuat," ujarnya dalam sebuah diskusi bertajuk "Dugaan Abuse Of Power Pada Kasus Bank Century" di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa (24/11/2009).

Ia menjelaskan, dugaan kuat terjadinya abuse of power (penyalahgunaan wewenang) dari para pengambil kebijakan dalam kasus Bank Century dengan dilakukannya berbagai rekayasa kebijakan.

"Seperti yang terungkap dalam laporan audit investigasi BPK, bailout Century justru telah melanggar berbagai peraturan perundangan BI," katanya.

BI, lanjut Ichsanudin, saat itu dipimpin oleh Boediono telah melakukan berbagai perubahan aturan sebagai akal-akalan untuk menjustifikasikan transaksi tersebut. "Seperti PBI yang dirubah terkait CAR, dimana agar Century bisa mendapatkan FPJP," tuturnya.

Jika hasil audit BPK, lanjutnya, yang sudah jelas-jelas ada pelanggaran hukum tidak di tindaklanjuti maka tidak ada gunanya good corporate governance . "Mari kita sama-sama melanggar hukum, jika memang tidak ada sebuah hukum yang ditegakkan," tuturnya.

Ichsanudin mengharapkan adanya ketegasan sikap Presiden SBY untuk menegakkan hukum dengan membuka aliran dana Century Gate .

Di tempat yang sama, Ekonom TIB Hendri Saparini juga mengungkapkan saat ini disinyalir ada skenario penyelamatan terhadap Century Gate melalui broker yang akan membantu mengembalikan uang negara di Bank Century sehingga tidak ada kerugian negara.

"Jika skenario ini terjadi, maka dapat dianalogikan sebagai perampok yang mengembalikan barang-barang rampokannya setelah tertangkap, sehingga tidak dapat dipisahkan antara tidak adanya kerugian dengan dilakukannya tindakan pidana," paparnya.

Sebagai tambahan menurut Hendri, risiko sistemik yang terjadi pada perbankan Indonesia di awal krisis 2008 pada dasarnya justru meningkat akibat kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan oleh Gubernur BI saat itu Boediono.

"Pilihan kebijakan untuk meningkatkan suku bunga dilakukan oleh Bank Indonesia atas nasehat IMF. Risiko sistemik juga muncul di sisi fiskal akibat kebijakan pengetatan fiskal atau perlambatan pengeluaran yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani," tambahnya.
(dru/dnl)

------------------------------------------------------------------------

Jelas bertentangan dengan apa yang dinyatakan SM dong...

ayo dong, bantuin saya mencari pendapat yang mendukung SM
Reply With Quote
  #3  
Old 24th November 2009, 16:01
seta's Avatar
seta seta is offline
Mania Member
 
Join Date: Nov 2007
Posts: 5,074
seta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legend
Default

ini ada berita, tapi ga tau deh gmana efek nya buat SM

http://www.inilah.com/berita/politik...tak-mau-dibui/

Testimoni Sri Mulyani: Saya Tak Mau Dibui

Quote:
INILAH.COM, Jakarta - Ada pengakuan menarik soal sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani terhadap kasus Bank Century. Bahwa, dalam kapasitas sebagai pengambil keputusan pengucuran dana Century, dia tidak mau dipenjara. Karena itu, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dia telah ditipu.

Pengakuan Sri Mulyani ini diungkapkan oleh Johan Silalahi dari Negarawan Center dalam diskusi Chat after lunch di FX Plasa, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).

''Saya sampaikan ke temen-temen media, bahwa pengakuan dari Sri Mulyani sudah keluar.

Saya kutip itu dan saya sampaikan di situ secara terbuka. Yaitu, dalam kasus Bank Century ini dia tidak tahu. Tepatnya, dia tertipu. Sri Mulyani sendiri sudah pernah ditanya oleh seorang pejabat negara, dalam kasus Century: kamu mau dipenjara atau tidak?''

Nah, menurut Johan, saat itulah muncul pengakuan dari Sri Mulyani bahwa dia tak mau dipenjara. Karena itu, muncul pengakuan bahwa dia (Sri Mulyani) merasa ditipu dalam pengambilan keputusan bail out kasus Bank Century oleh Bank Indonesia.

''Itulah yang mesti dipertanyakan, kenapa orang seperti Sri Mulyani, yang dikenal sangat taat azas, bahkan untuk urusan uang Rp 20 miliar saja bisa sangat teliti, tiba-tiba menjadi begitu tidak prudent-nya dalam memutuskan pengucuran dana Rp 6,7 triliun,'' kata Johan.

Ditambah lagi, pengucuran itu dilakukan pada hari Minggu. ''Ini benar-benar aneh. Pengucuran dana dilakukan di luar hari kerja,'' kata Johan.


Karena itu, Johan menyebut bahwa kasus Bank Century adalah skandal kenegaraan. ''Ini arahnya sudah jelas, bahwa yang harus bertanggung jawab adalah Menteri Keuangan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan, dan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia ketika itu,'' kata Johan.

Diskusi yang digelar oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, dipandu oleh dosen FE-UI, Taufik Bahaudin.

Selain Johan, staf pengajar ekonomi UI, Berly Martawardaya, juga sepakat dengan Johan.

Bahwa, terjadi rekayasa dalam kasus Bank Century. ''Sebab, dari kacamata akademisi, jelas sekali ada standar untuk menentukan Bank Gagal yang berimplikasi sistemik,'' katanya.

Artinya, apa yang tejadi pada bail-out Century, terlalu banyak indikasi penyimpangan. Terutama yang berkaitan dengan kebijakan penentuan pemberian dana talangan.

Irman Putra Sidi, pengamat hukum tata negara, yang juga hadir dalam diskusi sebagai pembicara, sudah jelas alur dari kasus Bank Century ini.

''Kemarin, ada dua peristiwa penting yang menunjukkan pada kita bahwa memang terjadi skandal di dalam tata kenegaraan kita. Yaitu, sikap Demokrat yang tiba-tiba mendukung Hak Angket. Yang kedua, yaitu pidato Presiden SBY, khususnya soal Bank Century. Di situ sudah jelas, bahwa sikap Presiden terhadap dana Century adalah menyebut dana itu sebagai dana haram,'' katanya.

Artinya, kasus Century ini akan terus bergulir. Karena itu, Firman melihat:''Jika alurnya mulus, maka jelas bahwa Hak Angket akan terus bergulir. Ada ketidaklaziman di tubuh pemerintahan karena adanya kasus Bank Century itu.

Sekali lagi, kalau alurnya mulus, maka sudah jelas bahwa arah Hak Angket adalah impeachment terhadap Menteri

Keuangan dan Gubernur BI saat itu. Maka, kita tinggal menunggu saja untuk memiliki Wakil Presiden yang baru,'' kata Irman.[ims]
__________________
I have nothing, nothing against you
Reply With Quote
  #4  
Old 24th November 2009, 16:05
tomche's Avatar
tomche tomche is offline
Mania Member
 
Join Date: Nov 2007
Posts: 2,010
tomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/diva
Default

Quote:
Originally Posted by seta View Post
ini ada berita, tapi kayaknya semakin memberatkan SM deh

http://www.inilah.com/berita/politik...tak-mau-dibui/

Testimoni Sri Mulyani: Saya Tak Mau Dibui
thank you bung seta...

berita ini malah tidak mendukung pernyataan SM...meskipun artikel yg anda kutip sedikit memberikan nafas buat SM secara personal (mirip dengan Wiliardi, SM merasa "dikondisikan")



Edit : eh, diedit lagi ama bung seta, biar gak kliatan terlalu tendensius ya?

Last edited by tomche; 24th November 2009 at 16:09..
Reply With Quote
  #5  
Old 24th November 2009, 16:10
mindsoul's Avatar
mindsoul mindsoul is offline
Addict Member
 
Join Date: Oct 2009
Location: under Adisucipto Air Traffic
Posts: 745
mindsoul is a new comer
Default

Makanya, kepala BIN diganti orang kapolri yang sudah berpengalaman 'mengkondisikan' orang laen.
(ingat para terpidana kasus pembunuhan yang ternyata pembunuhan dilakukan oleh Ryan?)
Reply With Quote
  #6  
Old 24th November 2009, 16:10
seta's Avatar
seta seta is offline
Mania Member
 
Join Date: Nov 2007
Posts: 5,074
seta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legend
Default

Quote:
Originally Posted by tomche View Post
thank you bung seta...

tapi benar kata anda, berita ini malah tidak mendukung pernyataan SM...meskipun artikel yg anda kutip sedikit memberikan nafas buat SM secara personal (mirip dengan Wiliardi, SM merasa "dikondisikan")

iya,

kayak nya udah pada sadar, kalau kasus ini bakal kebuka juga,

nah mulai deh pada mikirin cari jalan selamet buat masing2

satu2 nya senjata pamungkas SM tinggal "dampak sistemik"
__________________
I have nothing, nothing against you
Reply With Quote
  #7  
Old 24th November 2009, 16:11
seta's Avatar
seta seta is offline
Mania Member
 
Join Date: Nov 2007
Posts: 5,074
seta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legend
Default

Quote:
Originally Posted by tomche View Post

Edit : eh, diedit lagi ama bung seta, biar gak kliatan terlalu tendensius ya?
iya,

saya takut, nanti saya yg "dikondisikan"
__________________
I have nothing, nothing against you
Reply With Quote
  #8  
Old 24th November 2009, 16:16
tomche's Avatar
tomche tomche is offline
Mania Member
 
Join Date: Nov 2007
Posts: 2,010
tomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/divatomche is a divo/diva
Default

Quote:
Originally Posted by mindsoul View Post
Makanya, kepala BIN diganti orang kapolri yang sudah berpengalaman 'mengkondisikan' orang laen.
(ingat para terpidana kasus pembunuhan yang ternyata pembunuhan dilakukan oleh Ryan?)
Quote:
Originally Posted by seta View Post
iya,

kayak nya udah pada sadar, kalau kasus ini bakal kebuka juga,

nah mulai deh pada mikirin cari jalan selamet buat masing2

satu2 nya senjata pamungkas SM tinggal "dampak sistemik"
Kasus Ryan "Jagal Jombang", ternyata cmn test case untuk sandiwara yang lebih besar lagi ya

Kasian ya SM, senjata pamungkasnya kurang powerful.

Kl kata Tony Stark, senjata yang paling ampuh adalah senjata yang cukup ditembakan sekali.
Reply With Quote
  #9  
Old 24th November 2009, 16:27
beppebergomi's Avatar
beppebergomi beppebergomi is offline
Mania Member
 
Join Date: Mar 2008
Location: 6*35'47" S dan 106*47'31"E
Posts: 1,294
beppebergomi is a new comer
Default

Quote:
Originally Posted by tomche View Post
Kasus Ryan "Jagal Jombang", ternyata cmn test case untuk sandiwara yang lebih besar lagi ya

Kasian ya SM, senjata pamungkasnya kurang powerful.

Kl kata Tony Stark, senjata yang paling ampuh adalah senjata yang cukup ditembakan sekali.
Iron Man ya?
Reply With Quote
  #10  
Old 24th November 2009, 16:38
seta's Avatar
seta seta is offline
Mania Member
 
Join Date: Nov 2007
Posts: 5,074
seta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legendseta is a legend
Default

Quote:
Originally Posted by tomche View Post
Ada gak sih pendapat dari pakar lainnya, selain Depkeu dan BI tentunya, yang mendukung pernyataan SM di atas?
ada sih, semalam di Metro TV (habis acara konfrensi pers presiden yg bersejarah itu ) tapi orang LPS ,
siapa ya namanya..... lupa
__________________
I have nothing, nothing against you
Reply With Quote
Reply

Bookmarks


Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 01:01.