![]() |
| |||||||
| Register | FAQ | Members List | Social Groups | Award | Calendar | Mark Forums Read | |
| PolitikDiskusi seputar tokoh, partai politik, kebijakan dan seputarnya di sini... |
![]() |
| Thread Tools | Display Modes |
#1 | |||
| |||
| Saya turut prihatin atas kondisi sejumlah media di Indonesia saat ini, media yang seharusnya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan informasi yang berimbang, saat ini cenderung penuh dengan kepentingan, menggalang opini masyarakat untuk antipati dan menjatuhkan pemerintahan yang sah saat ini, salah satu dari media tersebut adalah Kompas (karena saya berlangganan kompas). |
#2 | ||||
| ||||
| Quote:
![]() saya punya saran.. si Om langganan Koran Jurnal Nasional aja, pasti cocok.. ![]() __________________ Seorang yang berpikir akan mendapatkan kemuliaan dengan menghinakan orang lain... Maka jarak antara dia dan kemuliaan adalah sejauh bentangan Samudera Atlantis |
#3 | |||
| |||
| Quote:
|
#4 | ||||
| ||||
| Quote:
fasti fak fulisi ini lebih suka baca koran lamfu merah......hehehehe....cari yg hot-hot.... ![]() ![]() |
#5 | ||||
| ||||
| Quote:
![]() ![]() __________________ -=kebiasaan belum tentu benar, tapi kebenaran perlu dibiasakan=- Cicak-cicak untal buaya.mp3-Fakta Kriminalisasi-All about JK-DAFTAR Bisnis Ngawur-NSI-MEP |
#6 | |||
| |||
| Quote:
|
#7 | |||
| |||
| Quote:
Yaahhhhh..... semua bilang untuk kepentingan rakyat, rakyat malah jadi bingung......???!!!! DPR atas nama 200 juta sekian rakyat - saya setuju..., tapi kalau : 8 orang-10 orang-200 orang - bahkan 10 juta Face Booker..... bilang atas nama rakyat ??? Wah..... repot deh. " berpikir jernih - imbang - hilangkan prasangka buruk " barangkali ditemukan jawabnya !!! Last edited by dragono; 25th November 2009 at 00:38.. |
#8 | |||
| |||
| Dragono lagi gigau. Siapa bilang DPR mewakili 200 juta? ini saja anda sudah salah.. hitung lagi versi KPU berapa orang yang nyoblos, belum berapa banyak kecurangan, formulir ganda. Saya lebih percaya facebookers sebagai suara rakyat karena mereka benar2 mewakili orang yang berfikir dan berpendidikan dari sabang sampai merauke. tidak sekedar jumlah suara yang dibeli. orang2 yang cerdas tidak bisa dikelabui dengan pencitraan apalagi dibayar dengan uang untuk nyoblos. Saya tanya kepada anda, apabila nama anda dijual belikan, difitnah dan dicemarkan, kamu apakan itu orang? kalo kamu yang rakyat biasa saja pasti nuntut supaya orang itu dipenjara, apalagi seorang presiden. Jangan ngomong presiden tidak boleh intervensi, lha ini sudah menyangkut dirinya sendiri. Saya sering mendengar kebohongan soal presiden tidak boleh intervensi hukum. Saya tanya Kapolri dan Jaksa Agung itu siapa? anak buah anggodo atau presiden? apakah kamu percaya kalo kapolri dan Jaksa Agung itu berani melawan omongan presiden? sekarang anggodo dimana? yah lenggang kangkung. Coba anda liat lagi kualitas menteri2 dagang sapinya SBY, apa menurut anda itu mewakili keinginan rakyat? lihat bagaimana PD baru belakangan ttd hak angket padahal dari awal rakyat sudah ribut2. ada apa ini? kok nunggu waktu dulu? apa atur skenario matang dulu? kalo anda terlanjur milih SBY jangan anda terus membela yang tidak benar. Apa anda kira semua pers, pengamat, rakyat seperti saya2 ini distel pakai remot untuk melawan SBY? Kalau semua sudah satu bahasa, maka sesungguhnya mereka semua sudah muak dengan pemimpin negeri ini. Saya yakin diantara mereka ada yang terlanjur milih SBY tapi mereka kemudian tidak larut untuk mempertahankan yang menurut mereka sudah tidak pas lagi. Apa anda lupa jika sri mulyani itu mantan direktur IMF Asia? anda lupa budiono adalah penaganut faham kapitalis nasionalisme? apa anda lupa pengangguran terus bertambah? kemiskinan terus bertambah, utang terus bertambah, koruspi terus bertambah. Silahkan anda google, ini saja dulu anda lihat peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) indonesia. http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_IPM Peringkat Indonesia nomor 109 masih dibawah palestina, suriah, srilangka, Suriname, libanon. barangkali anda bisa menemukan jawabannya kenapa presiden yang anda pilih ternyata cuma pencitraan. |
#9 | ||||
| ||||
| Quote:
jadi "Cuman" sekitar 121 juta jiwa yang milih. dari angka itu dikurangi lagi 17,5 juta suara tidak sah jadi tersisa sekitar 104 juta suara. Include suara "bayaran" yang ongkosnya kalo di kal-teng itu sekitar 50-100 ribu rupiah perkepala (gwe tau ini, karena yang ngebagi gwe sendiri ; buat ngegolin keluarga, itu termasuk kecil loh, dibandingkan pesaing yang 100-150 rebu) ![]() btw, soal mengkritik kebijakan pemerintah itu emang udah kerjaannya media dimana mana, nggak disini maupun di Amerika sana. dimana media itu nggak dikontrol oleh pemerintah, makanya salah satu fungsi utamanya media kan emang pengawasan kebijakan pemerintah. Last edited by panservib; 25th November 2009 at 05:29.. |
#10 | |||
| |||
| Media Sekarang Sudah sebagai alat Kontrol Pemerintah dan Rakyat. Kalau Ada media yang Provokator, Mungkin itu OKNUM. Laporkan Saja .... |