 27th November 2009, 11:44 |
| Addict Member | | Join Date: Jul 2009 Posts: 249 |
|
579 Dirawat dan 9 Meninggal, Korban Obat Kaki Gajah dari WHO ? Quote: Belum genap 100 hari masa jabatan Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, sudah menimbulkan beberapa perkara yang hingga saat ini telah merenggut 9 nyawa di Tangerang. Dengan bertujuan untuk mengantisipasi berjangkitnya penyakit kaki gajah di Tangerang, warga diberikan supply obat penangkal penyakit kaki gajah. obat penangkal tersebut diyakini menjadi penyebab utama munculnya kasus kematian 9 warga tangerang, dan korban dirawat sebanyak 579 orang di daerah Bandung.
Peristiwa itu berawal ketika Pemkot Serang me-launching obat untuk mencegah penyakit kaki gajah pada 9 November lalu. Berdasar target nasional, 85 persen warga mengonsumsi obat tersebut. Obat kaki gajah merupakan bantuan dari World Health Organization (WHO) dan Departemen Kesehatan. Obat itu terdiri atas tiga jenis obat. Yakni, diethyl carbamazine citrate (DEC), albendazole, dan paracetamol.
Berikut link berita/info mengenai hal tersebut:
http://regional.kompas.com/read/xml/...bat.kaki.gajah
http://www.tempointeraktif.com/hg/nu...207940,id.html
http://www.tangerangonline.com/berit...tan_kaki_gajah
http://bataviase.co.id/detailberita-10276504.html
http://www.banten.go.id/?link=brt_dtl&id=6153
Kembali bila mengingat awal pembentukan kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, penetapan jabatan Menteri Kesehatan yang diberikan kepada Endang Rahayu Sedyaningsih menuai banyak pendapat kontra. Menteri Kesehatan menjabat periode 2009-2014, dikabarkan merupakan seorang anggota peneliti di laboratorium NAMRU II milik angkatan laut Amerika Serikat. Menjadi suatu permasalahan ketika diketahui bahwa NAMRU II disinyalir menjalankan aktifitas/kegiatan ilegal spionase dan penelitian kesehatan Amerika Serikat. Selain itu, Endang Rahayu Sedyaningsih juga dicurigai telah "menjual" sample virus penyakit kepada pihak asing. Hal tersebut menuai suatu isu dan pendapat bahwa Endang Rahayu Sedyaningsih adalah agen dari Amerika Serikat.
Pemerintahan SBY serta KIB Jilid II diterpa oleh fakta negatif setelah beberapa waktu ini perpolitikan dan pemerintah Indonesia diguncang oleh krisis kepercayaan oleh masyarakatnya. Masyarakat kembali bertanya, bagaimanakah SBY dengan KIB Jilid IInya mampu bertahan selama 5 tahun ke depan? bagaimanakah nasib bangsa selanjutnya? |
|