![]() |
| |||||||
| Register | FAQ | Members List | Social Groups | Award | Calendar | Mark Forums Read | |
![]() |
| Thread Tools | Display Modes |
#1 | |||
| |||
| Malaysia sebagai negara tetangga Indonesia ternyata menjalankan praktik-praktik kotor, bandit, rampok, jarah dan bermuka dua terhadap Indonesia. Terungkap MALAYSIA adalah PENADAH TERBESAR kayu-kayu hasil pembalakan liar (illegal, haram) di Indonesia. Kasus terbaru adalah terbongkarnya praktik pengiriman kayu curian ke Malaysia lewat Kalimantan Barat secara besar-besaran nilainya mencapai triliunan rupiah. Betapa nikmatnya keuntungan HARAM yang dinikmati oleh Malaysia !!!! Malaysia menerapkan praktik kotor menjual kayu-kayu haram itu dengan harga yang jauh lebih tinggi lagi di pasaran internasional. Malaysia berpura-pura tutup mata, pura-pura tidak tahu dengan kayu haram tersebut. Kredibilitas bangsa Malaysia sebagai negara yang punya hukum sudah tidak ada bedanya dengan tindakan perampok. Bedanya tindakan kriminal ini dilakukan oleh negara. Betapa ironisnya bangsa Malaysia ini, yang citranya sedang naik daun sebagai negara yang maju, promosi sebagai bangsa beradab, berbudaya, ramah dan santun. Tapi tindakan tersembunyinya memalukan. Sementara Indonesia disorot oleh dunia internasional karena deforestation-nya (penggundulan hutan) salah satu tertinggi di dunia. Indonesia dicap negara yang mengekploitasi hutan secara mem****-buta. Apalagi hutan Indonesia adalah hutan hujan tropis lebat yang berfungsi sebagai paru-paru dunia, untuk memproduksi O2, penampung air hujan, sebagai penyerap efek Global Warming. Hutan-hutan di Malaysia tetap lestari, tidak ada illegal logging karena dijaga ketat oleh hukum Malaysia. Tapi Malaysia membiarkan kayu-kayu hasil penjarahan hutan Indonesia untuk masuk malahan untuk dibeli dan dijual lagi dengan keuntungan berlipat-lipat. Malaysia juga masuk ke teritorial hutan Indonesia membuka perkebunan kelapa sawit, menebangi hutan Indonesia. Indonesia hutannya gundul dan tidak dapat hasil apa-apa untuk devisa atau pembangunannya tapi Malaysia menikmati keuntungan yang sangat besar untuk menunjang pembangunan Malaysia yang semakin maju. Sialnya lagi Indonesia terkena bencana banjir bandang akibat hutan-hutannya gundul. Sudah jatuh tertimpa tangga pula.. Duh negara macam apa bisa disebutkan atas negara yang berdiri di atas penderitaan negara lain... Lintah darat, licik, perompak, penjarah, perampok, pencuri ? Habis kata-kata untuk mengungkapkannya.... Last edited by sikile; 15th April 2008 at 08:32.. |
#2 | |||
| |||
| Malaysia Penadah Terbesar Kayu Ilegal Riau Pos, Minggu, 06 April 2008 JAKARTA (RP)– Perhatian pemerintah terhadap kasus penyelundupan kayu (illegal logging) yang kian marak terjadi terus diantisipasi. Departemen Luar Negeri yang baru merampungkan Rapat Kerja bersama 119 Kepala Perwakilan RI akan turut berperan dalam usaha untuk memberantas tindak kejahatan tersebut. Ditengarai, Malaysia adalah negara penadah kayu ilegal terbesar asal Indonesia. Langkah aktif yang akan dilakukan oleh Departemen Luar Negeri adalah dengan memberikan informasi kepada negara penerima ekspor kayu Indonesia mengenai status hukum kayu tersebut. Diharapkan antisipasi tersebut berujung pada penandatangan kesepakatan kerja sama bersama. Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri, Imron Cotan, mengatakan dari kondisi yang ada selama ini, negara penerima kayu illegal logging memang cenderung acuh mengenai hal ini. “Dari beberapa kasus yang ada mereka doesn’t really matters. Karena beranggapan bahwa itu masalah internal kita, yang jelas kayu itu mereka butuhkan,” katanya dalam jumpa pers mengenai hasil Raker Deplu 2-5 April di Jakarta, Sabtu (5/4). Imron menambahkan, sikap tersebut tidak sepenuhnya benar, sehingga Deplu akan secara aktif melakukan edukasi terhadap negara-negara akreditasi. “Jadi nantinya kita akan berikan status hukum kayu tesebut apakah sudah legal atau tidak,” ungkapnya. Dia menambahkan, seluruh jajaran Departemen Luar Negeri akan membantu menyangkut masalah illegal logging ini. Terutama menyangkut masalah diplomasi dengan negara tujuan kayu selundupan tersebut. Saat ini negara yang ditengarai merupakan negara-negara tujuan illegal logging adalah Malaysia. Bahwa negeri Jiran itu, merupakan salah satu penadah dari kayu-kayu illegal itu sudah menjadi rahasia umum. Bahkan muncul joke di kalangan anggota parlemen yang menyindir lemahnya sikap Indonesia terhadap kasus perlindungan terhadap sumber daya alam ini. Malaysia itu negara yang tidak memiliki hutan tapi memiliki Menteri Kehutanan. Malaysia memang menikmati manisnya hasil penjualan kayu log. Pada tahun 2000, penjualan kayu log dari Malaysia tercatat menjadi yang tertinggi didunia melampaui AS di kisaran 650 juta dolar AS. Angka tersebut terus bertahan hingga sekarang di level antara 600-700 juta dolar AS pertahun. Ketika disinggung apakah pihak Indonesia akan memberikan nota protes secara diplomatik kepada negara serumpun tersebut, Jubir Deplu, Kristiarto Legowo, mengatakan, masalah ini memang terus mengemuka dalam pembicaraan bilateral antara Indonesia dengan Malaysia. “Masalah ini memang menjadi perhatian dan concern kami. Tapi kita harus akui bahwa yang lebih mengemuka di sini adalah untuk membenahi PR dalam negeri. Ini yang menjadi prioritas kami. Kan tidak mudah kita menuduh bahwa kayu itu selundupan, jadi perlu pembuktian,” paparnya. Kris menjelaskan bahwa pembenahan terhadap persoalan yang ada dalam negeri ini menjadi pijakan diplomasi Indonesia terhadap Malaysia menyangkut illegal logging. “Kalau PR-PR kita telah selesai, seharusnya masalah-masalah dari luar juga dengan sendirinya ikut terselesaikan,” katanya. Hingga kini diperkirakan kerugian negara akibat penyelundupan kayu tersebut mencapai Rp30,4 triliun pertahun. Angka itu merupakan hitungan kasar yang berpotensi untuk terus meningkat, bila pemerintah tidak melakukan berbagai langkah tegas untuk mengakhirinya.(iw/jpnn) |
#3 | |||
| |||
| Menhut: Penadah Kayu Harus Disanksi Sebagian Hasil Illegal Logging Masuk Malaysia Fajar Online, http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=61832 JAKARTA– Indonesia meminta dunia internasional untuk bergerak melawan pembalakan liar di Indonesia. Ini karena illegal logging yang terjadi di Indonesia melibatkan negara lain yang menjadi penampung.Karena itu, Menteri Kehutanan MS Kaban mendesak Amerika Serikat dan Uni Eropa memberi sanksi keras pada negara-negara yang menjadi penadah kayu hasil penjarahan hutan di Indonesia. Proses penghancuran hutan Indonesia paru-paru dunia, menurutnya, tak terlepas dari peran negara-negara penampung kayu ilegal asal Indonesia. "Kalau kayu itu masuk secara ilegal, seharusnya ditolak. Tapi mereka justru membayar mahal karena pasar dunia mau membayar dengan harga lebih tinggi. Itu menjadi stimulus bagi sindikat pedagangan kayu ilegal," ujar Kaban ketika dihubungi kemarin. Menteri asal PBB ini menilai Indonesia dirugikan di forum internasional, karena selalu dituduh sebagai perusak hutan. Namun, di lain pihak, negara-negara yang menutut Indonesia mencegah deforestasi bersedia menampung kayu hasil penjarahan hutan di Indonesia. Kaban menuturkan, negara-negara yang menjadi penampung kayu hasil penjarahan hutan Indonesia adalah Malaysia, Singapura, Taiwan, Vietnam, Tiongkok, dan Timur Tengah. Negara-negara tersebut bersedia membayar kayu kualitas tinggi dari Indonesia senilai Rp 18 juta per meter kubik. “Setiap tahun, Indonesia dirugikan Rp 35 triliun dari satu pintu di Serawak (Malaysia) saja. Makanya, kalau ada yang ditemukan menadah kayu ilegal, harus disanksi seberat-beratnya,” tegasnya. Pemerintah juga prihatin dengan sikap Malaysia yang arogan dan menutup mata dengan praktik penyelundupan kayu-kayu asal Indonesia melalui Serawak. Pekan lalu, Polri memang berhasil membongkar sindikat pembalakan kayu di Ketapang, Kalbar yang kemudian diangkut ke Serawak. "Sikap pemerintah Malaysia itu adalah preseden buruk dalam pemberantasan illegal logging di dunia,” tandasnya. Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Pemerintah Malaysia bertindak tegas terhadap kegiatan pembalakan liar di sepanjang perbatasan RI-Malaysia. Kalla juga telah memerintahkan Menteri Kehutanan mengajukan protes dan mendesak pertemuan bilateral khusus untuk mengatasi masuknya kayu hasil pembalakan liar ke Malaysia. “Kami minta Malaysia segera mengambil tindakan," tegas Kalla. Pekan lalu, patroli TNI di perbatasan Indonesian-Malaysia juga menemukan praktik pembalakan liar yang dilakukan pengusaha Malaysia di wilayah Indonesia. Lokasi pembalakan berada di 75 meter dari garis perbatasan. TNI menemukan sejumlah pos, sejumlah buldoser, dan 83 log yang berukuran panjang 12 meter dan diameter 50 sentimeter. TNI juga menemukan jejak buldoser yang menembus perbatasan RI-Malaysia. Buldoser tersebut dinyatakan militer Malaysia sebagai milik perusahaan perkayuan Smart Link Sdn Bhd and Malaystar Sdn Bhd. Saat ini buldoser tersebut dibawa ke pos perbatasan di Jogoi Babang sebagai barang bukti. (noe/tof) |
#4 | ||||
| ||||
| dukung pemerintah indonesia utk melakukan protes terhdp pemerintah malaysia... berantas illegal logging... ![]() ![]() |
#5 | ||||
| ||||
| Quote:
![]() Berantas Malaysia.....eh...illegal logging... ![]() __________________ where is our yesterday...? |
#7 | |||
| |||
| Siapa yang jadi malingnya? Bangsa kita sendiri. Tuh kan kita mah dah lama tahu kalo si X dan si Y itu sejak menjabat pada posisi Z tiba-tiba jadi kaya luar biasa. Kalo disuruh isi laporan kekayaan, jawabannya... hibah. |
#8 | |||
| |||
| tetep gw lihat yg salah indonesia di sini. |
#9 | ||||
| ||||
| halaman pertama harian TEMPO, kamis 17 April 2008, GUNDULISASI HUTAN KETAPANG, Setiap hari puluhan perahu menyusuri Sungai Pawan membawa papan kayu hasil pembalakan liar menuju muara. Dari sini, kayu haram itu dipindahkan ke kapal dan dikirim ke Malaysia. Operasi nista ini dapat dibongkar Markas Besar Kepolisian RI pada 14 maret 2008 lalu. Puluhan orang ditangkap, termasuk tiga polisi. Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Zainal Abidin Ishak juga mendapat ganjaran : dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak peduli. Inilah kronologinya : 1.Hutan Setahun sekitar 7.000 hektar hutan dibabat, termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Palong. Kerugian pertahun mencapai Rp. 32,4 trilyun (26 kali lipat APBD Kalimantan Barat). Warga dibayar Rp. 3 juta untuk setiap meter kubik kayu yang ditebang. Sebanyak 12 ribu meter kubik senilai Rp. 208 milyar disita. 2.Truk Kayu dibawa ke kilang kayu terdekat menggunakan truk. 3.Kilang Kayu sepanjang Sungai Pawan terdapat puluhan kilang kayu.Disini gelondongan meranti dan bengkirai dipotong menjadi papan dan balok. 4.Perahu Puluhan perahu membawa papan kayu dari kilang kayu ke muara Sungai Ketapang, Sumber TEMPO mengatakan setiap perahu mesti mengeluarkan Rp. 125 juta agar bisa lolos. sebanyak 20 perahu disita dan 12 nahkoda ditangkap. 5.Pos Polisi Sepanjang sungai, terutama mendekati muara, berderet pos polisi. Tapi dilaporkan hampir tidak pernah ada petugas yang menghentikan perahu. Tiga polisi termasuk bekas Kepala Polres Ajun Komisaris Akhmad Sun'an ditahan. 6.Dinas Kehutanan Tujuh orang, termasuk Kepala Dinas Kehutanan Syaiful H. Iskandar, ditangkap. Adi Murdiani, calon Bupati Kayong Utara, ditangkap karena membuat dokumen palsu. 7.Kapal Dari perahu papan dan balok kayu dipindahkan ke kapal tujuan Malaysia. Setiap kapal membawa 500 - 600 meter kubik kayu. Harganya Rp 18 juta permeter kubik. dari berita ini saya menyimpulkan bahwa mental oknum aparat kehutanan dan kepolisian daerah dalam mencegah pembalakan liar sangat-sangatlah lemah. Mereka hanya mementingkan keuntungan materi belaka daripada kerusakan ekosistem hutan..... ![]() __________________ Ya Awloh, terima kasih atas nikmat yang kau berikan pada hambamu.. |
#10 | ||||
| ||||
| Quote:
Mas / mbak, salam kenal? ![]() Jangan suka menyalahkan bangsa lain ketika bangsa sendiri aja enggak berkomitment dalam menjaga hutan lindungnya. Presidennya aja bikin PP. No. No. 2/2008 yang melegalkan penebangan hutan dengan harga yang super-duper murah (garage sale). Terus, lepasnya Adelin Lis dalam kasus ilegal logging juga "terindikasi" melibatkan menteri Kehutanan MS Kaban. Sama halnya ketika menyalahkan Singapore yang mencaplok tanah & perairan kita, sementara bangsa (terutama pemerintah) kita menjual pasir & batu ke singapore dengan seenaknya (yang kaya juga bukan rakyat yang punya tanah / pasir tsb tapi aparat pemerintah). Buat TS, sebelum menyalahkan bagsa lain, lihat dulu perilaku aparat pemerintah kita! ![]() __________________ "Manusia yang gemar berwacana & berjanji adalah tanda-tanda manusia yang nggak amanah" |