Politisi PKS : Kemenangan Jokowi-Basuki Sudah Diprediksi Sejak Awal
(Poliitisi PKS) Kemenangan Jokowi-Basuki Sudah Diprediksi Sejak Awal
Tribunnews.com - Jumat, 21 September 2012 22:07 WIB TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra, mengucapkan selamat atas keunggulan pasangan Jokowi-Basuki berdasarkan quick count.
Hasil ini menurutnya tidak akan jauh berbeda dari penghitungan akhir di KPU DKI. Indra menuturkan, kemenangan pasangan 'kotak-kotak' atas Foke-Nara dalam Pemilukada DKI, sejak awal sudah banyak diprediksi banyak pihak. Karena, warga Jakarta menginginkan perubahan.
"Dengan kemenangan Jokowi ini, kita akan sama-sama menanti dan membuktikan perubahan dan perbaikan yang selama ini dijanjikan oleh Jokowi selama masa kampanye," ucap Indra kepada Tribun, di Kompleks DPR, Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Indra juga mengapresiasi kedewasaan warga Jakarta dalam mengikuti dan berpartisipasi dalam Jakarta. Apalagi, proses pemilihan dan penghitungan suara berjalan lancar, tertib, aman, damai, dan demokratis.
"Kekhawatiran dan isu yang beredar bahwa bila salah satu pasangan calon kalah, maka akan terjadi kerusuhan dan kegaduhan, tidak terbukti," ucap Indra. (*)
(Sekjen PPP) Figur Jokowi dan Foke Bagaikan Langit dan Bumi
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengakui kemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, karena sikap Jokowi yang yang bersahaja. Sikap itu berbanding terbalik dengan sikap rivalnya, Fauzi Bowo
"Karena figurnya (Jokowi) yang 180 derajat diametral dengan Foke," ujar Romy sapaan akrabnya dalam pesan singkat yang diterima Okezone, Jumat (21/9/2012).
Selain itu, sambung Romy, kemenangan pasangan Jokowi-Ahok adalah kemenangan media dalam membentuk persepsi publik di tengah masyarakat DKI Jakarta yang rasional.
"Alamiah media yang semakin laku ketika mampu menjajakan kebaharuan (news), membuat Jokowi menjadi media darling," katanya.
Lebih lanjut Romy mengatakan kemenangan Jokowi-Ahok lantaran keduanya menawarkan isu perubahan ke arah yang lebih baik untuk Kota Jakarta.
"Isu perubahan mendapatkan tempat maksimal di hati rakyat manakala tingkat
kepuasan pemilih di akhir masa jabatan incumbent (Fauzi Bowo) kurang dari 50 persen," tuturnya.
Karenanya, lanjut Romy, masyarakat lebih mengingat ketidakpuasan atas kinerja Foke. Dengan begitu, penantang (Jokowi-Ahok) relatif diuntungkan.
Kendati demikian, Romy mengucapkan selamat atas terpilihnya Jokowi-Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta yang baru.
"Akhirnya, sekali lagi selamat untuk Jokowi-Ahok. Melalui parlemen, PPP akan terus memantau janji kampanye yang disampaikan,
Politikus Golkar Mendapat Tekanan (krn) Dukung Jokowi-Basuki
Sabtu, 22 September 2012 | 13:10
Ketua Badan Penelitian dan Penembangan (Balitbang) partai Golkar, Indra J.Piliang mengatakan, sejak usai putaran pertama pilkada DKI Jakarta, dia sudah memperkirakan bahwa pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama atau Jokowi-Ahok yang bakal menang pada putaran kedua.
Menurutnya, untuk pilkada Jakarta berbeda dengan pilkada di daerah lain, yang relatif gampang dilunakkan partai politik.
Indra kemudian mengaku mendapat tekanan atas pernyataan tersebut, namun dia tak mau mencabutnya.
"Ketika putaran pertama Jokowi-Basuki menang saya sudah bilang saya mendukung Jokowi-Basuki, saya termasuk ditekan untuk mencabut pernyataan saya tapi saya enggak lakukan," kata Indra J.Piliang dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (22/9).
Indra kemudian mengaku bertolak ke Kalimantan untuk urusan pekerjaan dan partainya, dibandingkan harus di Jakarta dan mencabut pernyataan yang membesarkan kubu Jokowi-Basuki, yang notabene tidak didukung partai Golkar dalam bursa pemilihan calon gubernur Jakarta.
(PAN): Jokowi Dinilai Miliki Sifat Seperti Hatta Rajasa
Sabtu, 22 September 2012 19:22 WIB TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) sudah memastikan mengusung sang ketua umum Hatta Rajasa sebagai calon presiden 2014-2019, sebagaimana hasil Rakernas I November 2011 lalu.
PAN menyadari fenomena kemenangan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tak terlepas karena masyarakat menginginkan sosok seperti Wali Kota Surakarta itu.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN, Viva Yoga Mauladi, menilai justru Jokowilah yang memiliki sifat-sifat dari Hatta Rajasa.
"Bukan Bang HR (Hatta Rajasa) yang seperti jokowi, tetapi Jokowi yang memiliki sifat-sifat seperti Bang HR. Kan Bang HR lebih senior," kata Viva di Jakarta Sabtu (22/9/2012).
Viva mengatakan Jokowi memiliki sifat seperti Hatta Rajasa dari sisi latar belakangnya sebagai pengusaha muda yang masuk dan memimpin birokrasi pemerintahan.
"Kalau Mas Jokowi sebagai walikota, kalau Bang HR sebagai menteri beberapa periode," ujarnya.
Viva melanjutkan, kedua tokoh itu memiliki integritas pribadi yang baik, visi politik dan ekonomi, serta memiliki kapasitas dan pengalaman di pemerintahan kendati di level berbeda.
"Mas Jokowi di kota, kalau Bang HR di nasional. Mereka memiliki sifat dan karakter yang sama. Saya pribadi salut terhadap pribadi Mas Jokowi yang santun dan memiliki visi," kata Wakil Ketua Fraksi PAN DPR itu.
Ada penilaian Jokowi sebagai pemimpin bersih. Apakah Hatta Rajasa masuk kategori itu karena sebelumnya dia pernah diterpa isu korupsi pengangkutan kereta Rel Listrik hibah dari Jepang ke Indonesia tahun 2006-2007?
"Bang HR itu figur yang bersih, tidak ternoda. Sebagai tokoh nasional dan menjadi komandan di beberapa kementrian, tentu akan dikait-kaitkan dengan isu negatif. Namun, hal itu telah dibuktikan bahwa secara hukum bang HR adalah figur yang bersih dan bisa menjadi teladan," jawab Viva.
Itu politisi PKS lagi mabok ya?
Bukannya scr tdk langsung dia bilang PKS itu anti perubahan dan berseberangan dgn kehendak warga Jakarta??
politisi pan diatas sama maboknya
udah gila kekuasaan jadi gk bisa melihat lagi dg jelas knp rakyat milih jokowi, akhirnya buat teori ini teori itu utk menenangkan jiwa mereka yg terguncang
(Poliitisi PKS) Kemenangan Jokowi-Basuki Sudah Diprediksi Sejak Awal
Tribunnews.com - Jumat, 21 September 2012 22:07 WIB TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra, mengucapkan selamat atas keunggulan pasangan Jokowi-Basuki berdasarkan quick count.
Hasil ini menurutnya tidak akan jauh berbeda dari penghitungan akhir di KPU DKI. Indra menuturkan, kemenangan pasangan 'kotak-kotak' atas Foke-Nara dalam Pemilukada DKI, sejak awal sudah banyak diprediksi banyak pihak. Karena, warga Jakarta menginginkan perubahan.
"Dengan kemenangan Jokowi ini, kita akan sama-sama menanti dan membuktikan perubahan dan perbaikan yang selama ini dijanjikan oleh Jokowi selama masa kampanye," ucap Indra kepada Tribun, di Kompleks DPR, Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Indra juga mengapresiasi kedewasaan warga Jakarta dalam mengikuti dan berpartisipasi dalam Jakarta. Apalagi, proses pemilihan dan penghitungan suara berjalan lancar, tertib, aman, damai, dan demokratis.
"Kekhawatiran dan isu yang beredar bahwa bila salah satu pasangan calon kalah, maka akan terjadi kerusuhan dan kegaduhan, tidak terbukti," ucap Indra. (*)
(Sekjen PPP) Figur Jokowi dan Foke Bagaikan Langit dan Bumi
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengakui kemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, karena sikap Jokowi yang yang bersahaja. Sikap itu berbanding terbalik dengan sikap rivalnya, Fauzi Bowo
"Karena figurnya (Jokowi) yang 180 derajat diametral dengan Foke," ujar Romy sapaan akrabnya dalam pesan singkat yang diterima Okezone, Jumat (21/9/2012).
Selain itu, sambung Romy, kemenangan pasangan Jokowi-Ahok adalah kemenangan media dalam membentuk persepsi publik di tengah masyarakat DKI Jakarta yang rasional.
"Alamiah media yang semakin laku ketika mampu menjajakan kebaharuan (news), membuat Jokowi menjadi media darling," katanya.
Lebih lanjut Romy mengatakan kemenangan Jokowi-Ahok lantaran keduanya menawarkan isu perubahan ke arah yang lebih baik untuk Kota Jakarta.
"Isu perubahan mendapatkan tempat maksimal di hati rakyat manakala tingkat
kepuasan pemilih di akhir masa jabatan incumbent (Fauzi Bowo) kurang dari 50 persen," tuturnya.
Karenanya, lanjut Romy, masyarakat lebih mengingat ketidakpuasan atas kinerja Foke. Dengan begitu, penantang (Jokowi-Ahok) relatif diuntungkan.
Kendati demikian, Romy mengucapkan selamat atas terpilihnya Jokowi-Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta yang baru.
"Akhirnya, sekali lagi selamat untuk Jokowi-Ahok. Melalui parlemen, PPP akan terus memantau janji kampanye yang disampaikan,
Politikus Golkar Mendapat Tekanan (krn) Dukung Jokowi-Basuki
Sabtu, 22 September 2012 | 13:10
Ketua Badan Penelitian dan Penembangan (Balitbang) partai Golkar, Indra J.Piliang mengatakan, sejak usai putaran pertama pilkada DKI Jakarta, dia sudah memperkirakan bahwa pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama atau Jokowi-Ahok yang bakal menang pada putaran kedua.
Menurutnya, untuk pilkada Jakarta berbeda dengan pilkada di daerah lain, yang relatif gampang dilunakkan partai politik.
Indra kemudian mengaku mendapat tekanan atas pernyataan tersebut, namun dia tak mau mencabutnya.
"Ketika putaran pertama Jokowi-Basuki menang saya sudah bilang saya mendukung Jokowi-Basuki, saya termasuk ditekan untuk mencabut pernyataan saya tapi saya enggak lakukan," kata Indra J.Piliang dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (22/9).
Indra kemudian mengaku bertolak ke Kalimantan untuk urusan pekerjaan dan partainya, dibandingkan harus di Jakarta dan mencabut pernyataan yang membesarkan kubu Jokowi-Basuki, yang notabene tidak didukung partai Golkar dalam bursa pemilihan calon gubernur Jakarta.
Indra (PKS) menuturkan, kemenangan pasangan 'kotak-kotak' atas Foke-Nara dalam Pemilukada DKI, sejak awal sudah banyak diprediksi banyak pihak. Karena, warga Jakarta menginginkan perubahan.
Kalau sudah tahu sejak awal, kenapa ngikut saja disuruh dukung Foke?
Ada apa?
Quote:
Originally Posted by pengua_saha
"Karena figurnya (Jokowi) yang 180 derajat diametral dengan Foke," ujar Romy sapaan akrabnya dalam pesan singkat yang diterima Okezone, Jumat (21/9/2012).
Kalau sudah tau diametral 180%, kenapa ngikut saja disuruh dukung Foke?
Ada apa?
Quote:
Originally Posted by pengua_saha
"Ketika putaran pertama Jokowi-Basuki menang saya sudah bilang saya mendukung Jokowi-Basuki, saya termasuk ditekan untuk mencabut pernyataan saya tapi saya enggak lakukan," kata Indra J.Piliang dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (22/9).
Kalau sudah bilang mendukung Jokowi-Basuki, kenapa ngikut saja disuruh dukung Foke?
Ada apa?
Akhirnya elit parpol tahu bahwa rakyat tanpa parpol kekuatannya jauh lebih dahsyat. Rakyat bukan benci partai, tetapi tau benar keterpurukan yang berkepanjangan ini akibat ulah bobrok elit parpol. Terutama yang membentuk kartel kekuasaan yang bernama koalisi, untuk membuat kesenangan dan kemewahan diatas penderitaan rakyat berkepanjangan. Uang rakyat dan sumber daya alam dihambur hamburkan dengan berbagai alasan basi.
Komunitas pendukung Jokowi sangat cair, tanpa komando, bergerak sendiri sendiri, semaunya sendiri, atas risiko sendiri. Tetapi karena tujuannya sama, menghendaki kebebasan dari cengkeraman kekuasaan korup termasuk yang dilakukan kartel para elit parpol yang berkoalisi, secara naluriah gerakan itu tertata rapi saling mendukung menuju satu tujuan bersama. Dan menang.
Didaerah yang jauh dari Jakarta,mungkin rakyat masih bisa diintimidasi, masih mempan di blek kempen, masih tunduk diiming imingi sembako, sehingga elit parpol bebas malang melintang semaunya. Di Jakarta tidak lagi. Semoga rakyat yang jauh dari Jakarta segera tahu bagaimana politik itu seharusnya dilakukan. Bukan bagi bagi kekuasaan untuk memupuk kekayaan pribadi dengan arogan atau topeng macam macam, tetapi untuk menyejahterakan rakyat. Janganlah parpol dipakai topeng untuk menjajah bangsa sendiri.
Sekalipun misalnya Jokowi dijegal rame rame tidak jadi Gubernur Jakarta, rakyat sudah terlanjur tau apa yang harus dilakukan dalam bernegara. Jokowi telah menginspirasi Indonesia bagaimana seharusnya hidup dinegara merdeka.
(Poliitisi PKS) Kemenangan Jokowi-Basuki Sudah Diprediksi Sejak Awal
Tribunnews.com - Jumat, 21 September 2012 22:07 WIB TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra, mengucapkan selamat atas keunggulan pasangan Jokowi-Basuki berdasarkan quick count.
Hasil ini menurutnya tidak akan jauh berbeda dari penghitungan akhir di KPU DKI. Indra menuturkan, kemenangan pasangan 'kotak-kotak' atas Foke-Nara dalam Pemilukada DKI, sejak awal sudah banyak diprediksi banyak pihak. Karena, warga Jakarta menginginkan perubahan.
lha kan memang yg menjadi pertanyaan buat PKS itu dimanakah konsistensi dalam berpolitik ?, PKS juga ingin perubahan toh ? makanya itu memunculkan calon HNW dalam pilkada DKI,
lha ketika HNW kalah, kenapa keinginan untuk perubahan menjadi balik jalan ke foke lagi ?
buat PKS, hasil 2014 nanti akan menunjukkan bagaimana PKS dimata para pemilih di jakarta.
__________________________________________
Read random Indonesian News. r.infoanda.com U might surprise w/ what was on the news before.