DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Politik (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=49)
-   -   Anggota DPR yang Jujur, Bagaimana cara Menolong, Membantunya & Memperbanyaknya ? (http://forum.detik.com/showthread.php?t=49283)

'Utara19 15th July 2008 12:36

Anggota DPR yang Jujur, Bagaimana cara Menolong, Membantunya & Memperbanyaknya ?
 
Quote:

Tentu antum semua hafal dengan wajah Al-Amin Nasution, aleg PPP
yang ketangkep basa oleh KPK, tapi tahukah antum bagaimana kisah Aleg
PKS yang menjadi "whistle blower" untuk kasus ini...

di bulan Desember 2007 sepulang dari Bintan kep. Riau, Ust
Jalaludin Syatibi aleg PKS di komisi IV, menyambangi kantor KPK untuk
menyerahkan uang gratifikasi yang beliau terima selama di Bintan. Setelah menerima
uang tersebut penyidik KPK menyakini bahwa banyak yang menerima uang
tersebut dan tidak melaporkan. maka di mulailah rencana penyelidikan. Efektif
mulai Februari penyelidikan di mulai, dan singkat cerita di bulan Juni
Al-Amin tertangkap di sebuah hotel di bilangan Sudirman....

Ust. Jalaludin Syatibi selaku pelapor dimintai kesaksian oleh KPK
terkait kasus ini, sejak kasus ini di ungkap aktivitas ust. Jalaludin
Syatibi menjadi cibiran oleh sebagian besar rekan-rekannya di komisi IV,
berbagai sindiran dan pengasingan di alami oleh rekan sekomisinya. . hingga
pernah ketika ust. Jalaludin mencoba bergabung untuk makan satu meja
dengan anggota komisi IV yang lain, ust Jalaludin di usir dengan kata-kata yang
sangat pedas. ''Jangan makan disini !!!, ini pake uang haram
semua"...hardik aleg tersebut.

Sebagai seorang ustad, tentu perkataan dan sikap rekan kerjanya
di komisi IV akan sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman, Namun itulah
resiko ketika dakwah ditegakkan..
Tetap Bersabar ya Ustadz... semoga Alloh SWt mencatat perjuangan
Antum..dan Rasululloh SAW sebaik-baik tauladan.

Di tulis berdasarkan cerita Staf Ahli komisi
wallohu'alam

Abu Wazna
140708
15:00


Aulia Epriya Kembara

http://sakanaa.multiply.com/journal/item/35
maaf, ini bukan kampanye
suka atau tidak suka, yang mengeluarkan kebijakan negara kita adalah orang DPR yang nota bene orang partai, kebijakan negara, punya dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita, tingkat kriminalitas di negeri kita dipengaruhi oleh kebijakan negara



Menurut kalian,
apa yang bisa kita lakukan, membantu, menolong dan memperbanyak anggota dewan yang baik dan jujur di Pemerintahan kita ?

'Utara19 15th July 2008 12:39

Quote:

Originally Posted by 'Utara19 (Post 3322913)
maaf, ini bukan kampanye
suka atau tidak suka, yang mengeluarkan kebijakan negara kita adalah orang DPR yang nota bene orang partai, kebijakan negara, punya dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita, tingkat kriminalitas di negeri kita dipengaruhi oleh kebijakan negara



Menurut kalian,
apa yang bisa kita lakukan, membantu, menolong dan memperbanyak anggota dewan yang baik dan jujur di Pemerintahan kita ?

ini aku salah post..
aku mau masukkan ke sosbud eh malah masuk kemari

kaskuser 15th July 2008 12:39

Quote:

Originally Posted by 'Utara19 (Post 3322913)
maaf, ini bukan kampanye
suka atau tidak suka, yang mengeluarkan kebijakan negara kita adalah orang DPR yang nota bene orang partai, kebijakan negara, punya dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita, tingkat kriminalitas di negeri kita dipengaruhi oleh kebijakan negara



Menurut kalian,
apa yang bisa kita lakukan, membantu, menolong dan memperbanyak anggota dewan yang baik dan jujur di Pemerintahan kita ?

susah menolong mereka karena akan selalu mendapat fitnah dan penjegalan koleganya! juga pembunuhan karakter dengan menyebarkan berita berisi fitnah dan tuduhan negatif kepadanya, karena apa? orang seperti itu dianggap sebagai penghalang niat-niat jahat dan busuk anggota dpr pada umumnya.

manusia_adil 15th July 2008 12:39

sabar aja USTAD,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, mudeh2an yang suka makan duit rakyat kena batunya ntar

comen 15th July 2008 12:51

semua tergantung dari sistem perekrutan caleg itu sendiri.. so tergantung dari kebijakan tiap parpol dalam menentukan caleg nya......

tapi sejauh ini saya sendiri masih apatis dengan sistem perekrutan caleg di dalam partai...

ada yg jadi caleg karena memang sudah menjadi kader sejak lama ada pula yg melamar dijadikan caleg melalui partai tertentu karena ada ada tawar menawar politik di dalamnya yg ujung2 nya duit.... dimana caleg tersebut mempunyai banyak duit untuk mensuport partai selama masa kampanye n tentu ntar ada konsekuensi nya jika caleg tersebut akhirnya jadi anggota dewan dimana dia harus terus "menyetor" ke partai yg mengusung beliau...

jadi nantinya hanya karena banyak duit ato mungkin punya banyak massa diharapkan jadi daya tarik yg kemungkinan bisa mendongkrak suara partai sehingga seseorang dengan mudahnya bisa jadi anggota dewan...... padahal latar belakangnya mungkin menjadi caleg hanya untuk bisa dekat dengan kekuasaan yg nantinya akan mendapatkan fasilitas2 spesial.... proyek2... tanpa dengan itikad baik untuk memperjuangkan nasib rakyat....

sedangkan disisi lain.. mungkin banyak kader2 potensial yg mempunyai niat yg mungkin lebih tulus...tapi karena dianggap kurang duit ato kemampuan mangalang massa sehingga tidak dipilih menjadi caelg untuk mewakili partai tersebut di dpr/dprd....

jadi itu semua tergantung partainya......

'Utara19 15th July 2008 12:59

Quote:

Originally Posted by comen (Post 3323258)
semua tergantung dari sistem perekrutan caleg itu sendiri.. so tergantung dari kebijakan tiap parpol dalam menentukan caleg nya......

tapi sejauh ini saya sendiri masih apatis dengan sistem perekrutan caleg di dalam partai...

ada yg jadi caleg karena memang sudah menjadi kader sejak lama ada pula yg melamar dijadikan caleg melalui partai tertentu karena ada ada tawar menawar politik di dalamnya yg ujung2 nya duit.... dimana caleg tersebut mempunyai banyak duit untuk mensuport partai selama masa kampanye n tentu ntar ada konsekuensi nya jika caleg tersebut akhirnya jadi anggota dewan dimana dia harus terus "menyetor" ke partai yg mengusung beliau...

jadi nantinya hanya karena banyak duit ato mungkin punya banyak massa diharapkan jadi daya tarik yg kemungkinan bisa mendongkrak suara partai sehingga seseorang dengan mudahnya bisa jadi anggota dewan...... padahal latar belakangnya mungkin menjadi caleg hanya untuk bisa dekat dengan kekuasaan yg nantinya akan mendapatkan fasilitas2 spesial.... proyek2... tanpa dengan itikad baik untuk memperjuangkan nasib rakyat....

sedangkan disisi lain.. mungkin banyak kader2 potensial yg mempunyai niat yg mungkin lebih tulus...tapi karena dianggap kurang duit ato kemampuan mangalang massa sehingga tidak dipilih menjadi caelg untuk mewakili partai tersebut di dpr/dprd....

jadi itu semua tergantung partainya......

yang aku tanya...

usaha apa yang bisa kita lakukan untuk memperbanyak caleg yg baik ?

bisa jawab sekarang ? :D

comen 15th July 2008 13:07

nah itu dia.... aku pun tak punya jawaban untuk itu.....:sleeping: :sleeping:

beppebergomi 15th July 2008 13:12

1. Dibentuk semacam lembaga independent yang mengawasi kinerja aleg DPR (sudah banyak), mengawasi kekayaan, sepak terjang, dan semua kegiatan aleg DPR. Ya kayak semacam paparazi lah...
Kalau dibilang menyalahi hukum, tinggal dibalik bhw anggota DPR itu kan wakil rakyat, jadi perilakunya wajib di ketahui rakyat.

2. Di-informasikan secara berkala kekayaan aleg DPR. Dan untuk check and balance, aleg DPR harus diberikan ruang untuk menjelaskan asal harta tersebut.

3. Gerakan Moral Keagamaan secara rutin oleh ustadz, pendeta, romo dan pemuka agama lainnya. Berhubung hati sudah mengeras seperti batu, maka pencerahan ini bisa dilakukan tiap hari dan tentunya diliput pers. Yang nggak ikut diliput juga oleh pers.

4. Memperbanyak aleg-aleg yang jujur dengan metode ala MLM dan melibatkan pers.

Udah segitu dulu...

'Utara19 15th July 2008 13:12

Quote:

Originally Posted by comen (Post 3323548)
nah itu dia.... aku pun tak punya jawaban untuk itu.....:sleeping: :sleeping:

kamu tidak pernah sekolah ? :D

'Utara19 15th July 2008 13:13

Quote:

Originally Posted by beppebergomi (Post 3323637)
1. Dibentuk semacam lembaga independent yang mengawasi kinerja aleg DPR (sudah banyak), mengawasi kekayaan, sepak terjang, dan semua kegiatan aleg DPR. Ya kayak semacam paparazi lah...
Kalau dibilang menyalahi hukum, tinggal dibalik bhw anggota DPR itu kan wakil rakyat, jadi perilakunya wajib di ketahui rakyat.

2. Di-informasikan secara berkala kekayaan aleg DPR. Dan untuk check and balance, aleg DPR harus diberikan ruang untuk menjelaskan asal harta tersebut.

3. Gerakan Moral Keagamaan secara rutin oleh ustadz, pendeta, romo dan pemuka agama lainnya. Berhubung hati sudah mengeras seperti batu, maka pencerahan ini bisa dilakukan tiap hari dan tentunya diliput pers. Yang nggak ikut diliput juga oleh pers.

4. Memperbanyak aleg-aleg yang jujur dengan metode ala MLM dan melibatkan pers.

Udah segitu dulu...

wah...
sampeyan dulu kuliah di luar negeri ya ?

setuju banget..
thanks ya.. :D


All times are GMT +8. The time now is 02:09.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.