DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Sosial Budaya (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=52)
-   -   Sekolah Mengajarkan Korupsi? (http://forum.detik.com/showthread.php?t=1021819)

----nyamuk 12th September 2014 13:05

Sekolah Mengajarkan Korupsi?
 
http://edukasi.kompasiana.com/2012/0...si-428383.html

Benarkah Sekolah Kita Mengajarkan Korupsi?


Banyak orang Indonesia yang menggerutu ketika melihat perkembangan Indonesia pada umumnya. Menggerutu bukan karena dia tidak puas dengan kehidupan yang dijalani saat ini. Pun bukan gerutu karena tidak mendapatkan berbagai kesejahteraan yang memang seharusnya didapatkan sebagai rakyat Indonesia.

Sebetulnya kalau harapan pada pendiri bangsa ini yang berwujud undang-undang dasar (UUD) 1945 betul-betul menjadi landasan gerak para penyelenggara negara, rakyat akan sejahtera. Karena selain rakyat bekerja atas nama diri dan keluarganya, mereka juga akan menikmati kemudahan-kemudahannya sebagai warga negara. Dan hak-hak kita sudah dipikirkan secara mendalam oleh para pahlawan yang telah mendahului kita.

Kita sebagai rakyat memiliki kewajiban untuk bekerja untuk menghidupi diri dan keluarga. Sebagai warga masyarakat dan negara pun akan banyak perlakuan-perlakuan dan mungkin subsidi-subsidi dari negara sebagai lembaga pemerintahan yang diamanati oleh undang-undang dasar (UUD) 1945.

Harapan-harapan rakyat pada hari ini memang sekedar harapan. Kita akan mencari pekerjaan sudah tersumbat oleh sistem yang tidak lagi berdiri di atas aturan. Perjalanan pemerintah saat ini juga dijalankan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab alias mereka para pencari duit yang tidak saja yang halal, namun yang haram pun sudah direncanakan untuk diraihnya.

Subsidi untuk kesejahteraan rakyat miskin terus direduksi oleh para penguasa dan diarahkan masuk ke kantong-kantong pribadi, keluarga, sahabat dan para koleganya. Orang-orang kaya banyak yang masih merasa miskin, sehingga mereka harus tertatih untuk menjalani hidup ala orang haus materi dan jabatan.

Lihat saja data terkini tentang kasus-kasus korupsi misal saja kasus Bank Century yang menelan uang rakyat yang bernilai Rp 6,7 triliun, wisma atlit Rp191 miliar, Hambalang Rp 1,2 triliun, cek pesawat Rp 24 miliar. Jumlah ini hanya jumlah kecil yang saat ini belum selesai kasusnya dan masih terus berjalan. Kita juga tahu berdasarkan informasi koran atau berita-berita tentang nama-nama yang sering muncul. Pastinya mereka adalah orang-orang yang pernah mengenyam pendidikan di Indonesia atau bahkan malah alumni luar negeri.

Kita sebagai rakyat mungkin tidak dapat membayangkan seberapa banyak rumah, ketika angka-angka itu dinikmati oleh rakyat kecil. Juga, berapa juta rakyat miskin dapat membangun usahanya dan tidak melibatkan apalagi harus menjadi peminta-minta dalam membangun hidupnya. Tentu angka-angka itu angka yang spektakuler untuk rakyat seperti kita semua.

Namun, apakah kita pernah berpikir bahwa pelaku korupsi ini adalah orang-orang terhormat, terdidik dan sudah kaya. Pun pernahkah kita berpikir bahwa banyak dari mereka yang berpendidikan tinggi dan alumni perguruan tinggi terkemuka.

Kita semuanya (pembaca tulisan ini) haqqul yakin bahwa mereka bukan orang yang “bodoh” karena banyak sarjana, master atau pun doktor dari perguruan tinggi negeri yang memang sudah berkualitas.

Tentu tulisan ini bukan bermaksud menyudutkan perguruan tinggi atau sekolah-sekolah dimana mereka menuntut ilmu. Tulisan ini hanya mengajar kita semua untuk berpikir linier, untuk menemukan benang merah dari kaitan-kaitan itu.

Toh kita semua juga yakin, masih banyak alumni-alumni dari perguruan itu yang menjadi orang benar, jujur, bertanggung jawab, cinta bangsa dan negara, cinta istri dan keluarga, mencari rezeki hanya dengan yang halal.

Kita memang tidak bisa “gebyah uyah” dalam menilai. Namun, tidak dipungkiri bahwa orang-orang yang berkasus dan bermasalah adalah bagian dari kampus dan sekolah tertentu. Kita mungkin tidak membakar sawah hanya untuk mencari tikus. Artinya mungkin saja, mereka hanya orang-orang yang kebetulan rakusnya luar biasa dan menemukan sawah yang selama ini mereka cari.

Tetapi paling tidak ini adalah bahan introspeksi kita semua bahwa, benarkah di negeri ini kerusakannya disebabkan oleh orang-orang yang memang terdidik? Kalau memang benar, lalu adakah kesalahan dalam sistem pendidikan kita?

Entahlah jawabannya ada pada diri kita masing-masing……

----nyamuk 12th September 2014 13:05

Bagaimana menurut Anda?

vince_black 12th September 2014 13:21

Quote:

Namun, apakah kita pernah berpikir bahwa pelaku korupsi ini adalah orang-orang terhormat, terdidik dan sudah kaya. Pun pernahkah kita berpikir bahwa banyak dari mereka yang berpendidikan tinggi dan alumni perguruan tinggi terkemuka.

Kita semuanya (pembaca tulisan ini) haqqul yakin bahwa mereka bukan orang yang “bodoh” karena banyak sarjana, master atau pun doktor dari perguruan tinggi negeri yang memang sudah berkualitas.

Tentu tulisan ini bukan bermaksud menyudutkan perguruan tinggi atau sekolah-sekolah dimana mereka menuntut ilmu. Tulisan ini hanya mengajar kita semua untuk berpikir linier, untuk menemukan benang merah dari kaitan-kaitan itu.
just my opinion.....,

sedang terjadi pergeseran di dalam dunia ruhani. Dulu meskipun lembaga2 kerohanian sedikit jumlahnya, namun kualitas penduduknya boleh dibilang tinggi, tapi sekarang malah terbalik:(.
Jadi meskipun berpendidikan tinggi atau well educated, tetap saja jika pendidikan ruhaninya kurang maka jadilah seenaknya bertindak tanpa menyadari bahwa ada Yang Maha Melihat.

beruangmaduku 12th September 2014 13:58

Quote:

Originally Posted by vince_black (Post 29227893)
just my opinion.....,

sedang terjadi pergeseran di dalam dunia ruhani. Dulu meskipun lembaga2 kerohanian sedikit jumlahnya, namun kualitas penduduknya boleh dibilang tinggi, tapi sekarang malah terbalik:(.
Jadi meskipun berpendidikan tinggi atau well educated, tetap saja jika pendidikan ruhaninya kurang maka jadilah seenaknya bertindak tanpa menyadari bahwa ada Yang Maha Melihat.

kembali ke Individu Masing - masing, meskipun tingkat kerohaniannya tinggi tapi tetap saja tuh tersangkut korupsi , contoh nyata PKS :nyengir:,

dalam sistem pendidikan diIndonesia sepertinya tidak ada yg salah dan beberapa tahun terakhir KPK juga sudah gencar memberikan pengetahuan Anti Korupsi pada anak2 dipendidikan sekolah dasar hingga perguruan tinggi, yang harus diperbaiki bagi pejabat yg korupsi ya mentalnya dan pemerintah juga harus bisa menegakkan hukum yang setimpal seperti Hukuman mati, dan pemerintah juga harusnya mempunyai sistem birokrasi yang tidak ribet jadi bisa mengurangi celah buat menyuap dan disuap. Birokrasi diIndonesia dr tahap kelurahan sampai tingkat yg paling tinggi cmn 1 RIBETNYA MINTA AMPUN!! (berdasarkan pengalaman pribadi) :nyengir:

vijayr 12th September 2014 13:59

Quote:

Originally Posted by vince_black (Post 29227893)
just my opinion.....,

sedang terjadi pergeseran di dalam dunia ruhani. Dulu meskipun lembaga2 kerohanian sedikit jumlahnya, namun kualitas penduduknya boleh dibilang tinggi, tapi sekarang malah terbalik:(.
Jadi meskipun berpendidikan tinggi atau well educated, tetap saja jika pendidikan ruhaninya kurang maka jadilah seenaknya bertindak tanpa menyadari bahwa ada Yang Maha Melihat.

Sepertinya tidak juga. Dari dulu korupsi juga banyak tapi bedanya sekarang jaman keterbukaan informasi. Sekarang jamannya KPK bisa menangkap pejabat-pejabat yang dulu itu tidak tersentuh hukum.

Yang salah bukan pendidikan atau mutu kerohanian. Yang salah adalah budaya rakyat Indonesia yang tidak menganggap korupsi sebagai kejahatan besar. Buktinya banyak koruptor yang sudah menjalinkan hukumannya tidak dikucil dan malah bisa jadi orang terpandang atau pejabat.

riniagustina 12th September 2014 14:22

kembali kepada individu masing masing apakah memng ada niat ingin korupsi atau tidak


vince_black 12th September 2014 16:05

Quote:

Originally Posted by beruangmaduku (Post 29228161)
kembali ke Individu Masing - masing, meskipun tingkat kerohaniannya tinggi tapi tetap saja tuh tersangkut korupsi , contoh nyata PKS :nyengir:,

dalam sistem pendidikan diIndonesia sepertinya tidak ada yg salah dan beberapa tahun terakhir KPK juga sudah gencar memberikan pengetahuan Anti Korupsi pada anak2 dipendidikan sekolah dasar hingga perguruan tinggi, yang harus diperbaiki bagi pejabat yg korupsi ya mentalnya dan pemerintah juga harus bisa menegakkan hukum yang setimpal seperti Hukuman mati, dan pemerintah juga harusnya mempunyai sistem birokrasi yang tidak ribet jadi bisa mengurangi celah buat menyuap dan disuap. Birokrasi diIndonesia dr tahap kelurahan sampai tingkat yg paling tinggi cmn 1 RIBETNYA MINTA AMPUN!! (berdasarkan pengalaman pribadi) :nyengir:


Quote:

Originally Posted by vijayr (Post 29228175)
Sepertinya tidak juga. Dari dulu korupsi juga banyak tapi bedanya sekarang jaman keterbukaan informasi. Sekarang jamannya KPK bisa menangkap pejabat-pejabat yang dulu itu tidak tersentuh hukum.

Yang salah bukan pendidikan atau mutu kerohanian. Yang salah adalah budaya rakyat Indonesia yang tidak menganggap korupsi sebagai kejahatan besar. Buktinya banyak koruptor yang sudah menjalinkan hukumannya tidak dikucil dan malah bisa jadi orang terpandang atau pejabat.

Bukan PKS aja kali...., banyak yg lain juga. Mau hukum yg sebagus apapun tetap saja kalau rohaninya rusak maka akan merusak hukum itu sendiri.

Hidup ini kan intinya cuma dua perkara, ada orang yang taat, ada juga orang yang bermaksiat..., begitulah sejarah hidup manusia di dunia ini.

----nyamuk 12th September 2014 16:35

Quote:

Originally Posted by vince_black (Post 29227893)
just my opinion.....,

sedang terjadi pergeseran di dalam dunia ruhani. Dulu meskipun lembaga2 kerohanian sedikit jumlahnya, namun kualitas penduduknya boleh dibilang tinggi, tapi sekarang malah terbalik:(.
Jadi meskipun berpendidikan tinggi atau well educated, tetap saja jika pendidikan ruhaninya kurang maka jadilah seenaknya bertindak tanpa menyadari bahwa ada Yang Maha Melihat.

pendidikan rohani atau tingkat pemahaman rohani atau apa?

zeus-serius 12th September 2014 21:48

orang tua yg menuntut anaknya ranking di kelas jg mentrigger anak untuk mencontek di sekolah yg itu mendidik anak untuk belajar korupsi

azka 13th September 2014 00:28

Iya!

Buktinya ada guru nyuruh muridnya yg pinter ngasih contekan ke temennya. Walo bukan korupsi, tapi udah cikal bakal mental gak jujur, cari jalan pintas.


All times are GMT +8. The time now is 11:37.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.