DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Politik (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=49)
-   -   Deretan Prestasi dan Segudang Penghargaan BJ Habibie (http://forum.detik.com/showthread.php?t=2185895)

singgihp 12th September 2019 14:55

Deretan Prestasi dan Segudang Penghargaan BJ Habibie
 
Quote:

https://awsimages.detik.net.id/commu...peg?w=780&q=90

Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie meninggal dunia karena sakit di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (11/9/2019). Habibie dikenal sebagai salah satu tokoh bangsa yang memiliki segudang prestasi.

Lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936, Habibie merupakan anak keempat dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardoyo. Waktu kecil, ia gemar menunggangi kuda dan membaca. Ia juga memiliki kelebihan dibandingkan teman-teman masa sekolahnya.

Pada 3 September 1950, ayah Habibie meninggal dunia tak lama setelah ia pindah ke Bandung untuk melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lima tahun berselang, tepatnya pada tahun 1955, Habibie mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Rhenish Wesfalische Technische Hochscule, Jerman. Saat itu, pengetahuannya tentang teknologi dan mesin semakin terasah.

Tak hanya itu, Habibie menjalani kuliahnya sembari bekerja. Ia pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. Karena kerja kerasnya, karir Habibie semakin cemerlang.

Pada tahun 1973, Habibie diminta Soeharto untuk kembali pulang ke Indonesia karena faktor keadaan dan situasi. Saat itu, Indonesia membutuhkan sentuhan dan pengaruh Habibie dari sektor teknologi.

Setahun berselang, Habibie diberikan kepercayaan oleh Soeharto untuk memimpin pengembangan industri di Indonesia. Habibie ditunjuk sebagai CEO dari Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).

Pada tahun 1978, Habibie berhasil diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi. Pada 1995, Habibie tercatat memimpin proyek pesawat N250 Gatot Kaca yang merupakan pesawat pertama buatan Indonesia.

Pesawat rancangannya dapat terbang tanpa mengalami "Dutch Roll", istilah untuk pesawat yang oleng. Pesawat tersebut juga pesawat turbotrop di dunia yang menggunakan "Fly by Wire" dengan jam terbang 900 jam. PT IPTN mampu mengembangkan sayapnya di Amerika dan Eropa. Kendati demikian, IPTN ditutup oleh Soeharto karena krisis moneter.

Pada 14 Maret 1998, Habibie mendampingi Soeharto sebagai wakil presiden dalam Kabinet Pembangunan VII. Setelah dua bulan menjabat wakil presiden, Habibie menjabat Presiden menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri.

Pada masa kepemimpinannya, Habibie membentuk kabinet baru dengan harapan mendapat dukungan dari negara-negara lain guna membantu program pemulihan ekonomi Indonesia setelah reformasi. Pada era Habibie, masyarakat lebih bebas menyuarakan aspirasinya dan lebih leluasa dalam berpolitik sehingga bermunculan partai politik baru.

Masa kepemimpinan Habibie berakhir pada 20 Oktober 1999. Ia digantikan oleh Abdurrahman Wahid atau yang sering dikenal Gus Dur yang memenangi Pemilu tahun 1999.

Melansir laman kompas.com, berikut segudang penghargaan yang dimiliki mendiang BJ Habibie.

- Das Grosse Verdienstkrez, negara Bagian Niedersachsen Republik Federal Jerman (1980 )
- Das Grosse Verdienstkreuz Mit Stern Und Schulterband Republik Federal Jerman (1980)
- Grand Cruz Del Merito Aeronavtico Condistinctivo Blanco Spanyol (1980)
- Tokoh Tahun 1982 Harian Berita buana (1982)
- Hadiah Ilmu Pengetahuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (1982)
- Bintang Mahaputra Adipradana Republik Indonesia (1982 )
- Satya Lencana Widya Sistha, Departemen Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia (1982 )
- Grand Cross of The Aeronatical Merit Republik Chili (1985 )
- Cavaliere di Grand Croce Republik Italia (1986 )
- Grand Cordon of The Order of Al-Istiqlal (independence) Kerajaan Hashemite Yordania (1986 )
- Terpilih sebagai salah seorang dari 10 tokoh terkemuka dalam bidang Penerbangan tahun 1985 Majalah Aviation International News Amerika Serikat (1986)
- Grand Cruz De La Orger Del Merito Civil Kerjaan Spanyol (1987)
- Grand Cross of King Leopold II Kerjaan Belgia (1991)
- Theodore Von Karman Award International council of the Aeronautical Science (ICAS) (1992)
- Doctor Honoris Causa untuk bidang ilmu pengetahuan Cranfield Institute of Technology Cranfield, Bedford, Inggris (1993)
- Groot Kruis In De Orde Van Oranje-Nassau (1993)
- Edwar Warner Award Dewan Eksekutif Lembaga Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) (1994)
- The Order of Brilliant Star With Grand Cordon Taiwan (1994)
- Tokoh Nasional 1993 Majalah Forum Keadilan (1994)
- Terpilih sebagai salah seorang dari 21 Tokoh yang berjasa dalam Teknologi Penerbangan dan Angkasa Luar tahun 1982 Majalah Aviation Week & Space Technology (1994)
- Medali Kehormatan Grand Officier de la Legion d'Honneur Pemerintah Perancis (1997)
- Doctor Honoris Causa dari Universitas Hasanuddin, Makassar (2006)
- The Star of Soekarno Award Universitas Bung Karno, Jakarta (2011)
selamat jalan sang negarawan, jasa dan baktimu akan selalu dikenang...

Dzunnun__Al-Misri 12th September 2019 15:05

Quote:

Originally Posted by singgihp (Post 39666535)
selamat jalan sang negarawan, jasa dan baktimu akan selalu dikenang...

Ralat dikit om..Habibie masuk ITb tahun 1954...kalo tahun 1950 SPT cerita diatas usia beliau baru 14 tahun

Suwun

singgihp 12th September 2019 20:19

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39666559)
Ralat dikit om..Habibie masuk ITb tahun 1954...kalo tahun 1950 SPT cerita diatas usia beliau baru 14 tahun

Suwun

waaahh iyah, makasih om koreksinya

giman001 13th September 2019 05:06

Prestasinya memang tak bisa diragukan .....mantap. Sangat membanggakan.....

a-b-c-d 13th September 2019 08:41

Keberanian Pak Habibie untuk mengizinkan referendum di Timtim dapat 4 jempol dari ana. Dia tahu bakal dihujat didalam negeri bahkan dinyinyiri habis habisan.

Nyinyiran paling sadis datang dari seorang ex jendral di PDIP yang mengatakan motivasi almarhum memberikan referendum adalah semata - mata untuk hadiah nobel.

kenreload 13th September 2019 13:36

manusia langka di indonesia, bakti dan sumbangsih beliau akan selalu dikenang

Dzunnun__Al-Misri 13th September 2019 13:53

Quote:

Originally Posted by a-b-c-d (Post 39668695)
Keberanian Pak Habibie untuk mengizinkan referendum di Timtim dapat 4 jempol dari ana. Dia tahu bakal dihujat didalam negeri bahkan dinyinyiri habis habisan.

Nyinyiran paling sadis datang dari seorang ex jendral di PDIP yang mengatakan motivasi almarhum memberikan referendum adalah semata - mata untuk hadiah nobel.

Yg menjatuhkan dia dari kursi kepresidenan adalah org2 merah ini dg menolak laporan pertanggung jawaban presiden di MPR

Bahkan ada yg meledek..
.ini mah laporan pertanggung jawaban Kapolsek BKN presiden...

Kata org idiot disini ..Amin Rais biangnya...hahahA..padahal Amin sngt dekat dg pak Habibie..ketua Dewan Pakar ICMI

apopberzerkz 13th September 2019 14:40

Quote:

Originally Posted by a-b-c-d (Post 39668695)
Keberanian Pak Habibie untuk mengizinkan referendum di Timtim dapat 4 jempol dari ana. Dia tahu bakal dihujat didalam negeri bahkan dinyinyiri habis habisan.

Nyinyiran paling sadis datang dari seorang ex jendral di PDIP yang mengatakan motivasi almarhum memberikan referendum adalah semata - mata untuk hadiah nobel.

Boleh jadi memang begitu

mahatolol 14th September 2019 15:09

setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan/kelemahan, begitu juga dgn Habibie.. punya kelebihan dan juga punya kekurangan serta kelemahan.

dari segi keilmuan di bidang penerbangan, Kejeniusan beliau tidak perlu diragukan lagi karena sudah diakui oleh dunia.

bagaimana dari segi industri ?

industri pesawat terbang yg digagas dan dirintis oleh habibie sejak tahun1976 mungkin sudah menghabiskan uang rakyat ratusan atau bahkan ribuan trilyun.

hasilnya? satau ane hingga hari ini belum pernah menyumbang keuntungan untuk negara seperakpun

buFFalo 14th September 2019 17:00

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39669469)
Yg menjatuhkan dia dari kursi kepresidenan adalah org2 merah ini dg menolak laporan pertanggung jawaban presiden di MPR

Bahkan ada yg meledek..
.ini mah laporan pertanggung jawaban Kapolsek BKN presiden...

Kata org idiot disini ..Amin Rais biangnya...hahahA..padahal Amin sngt dekat dg pak Habibie..ketua Dewan Pakar ICMI

Salah satu pengrobanan terbesar Habibie adalah menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1998.

Padahal, kala itu, Habibie yang menggantikan Soeharto sebagai Presiden pada tahun 1998, secara konstitusi bisa bertahan dengan jabatannya hingga tahun 2003.

buFFalo 14th September 2019 17:01

Quote:

Originally Posted by a-b-c-d (Post 39668695)
Keberanian Pak Habibie untuk mengizinkan referendum di Timtim dapat 4 jempol dari ana. Dia tahu bakal dihujat didalam negeri bahkan dinyinyiri habis habisan.

Nyinyiran paling sadis datang dari seorang ex jendral di PDIP yang mengatakan motivasi almarhum memberikan referendum adalah semata - mata untuk hadiah nobel.

Berdasar keberanian atau tekanan

Dzunnun__Al-Misri 14th September 2019 17:39

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 39673488)
Salah satu pengrobanan terbesar Habibie adalah menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1998.

Padahal, kala itu, Habibie yang menggantikan Soeharto sebagai Presiden pada tahun 1998, secara konstitusi bisa bertahan dengan jabatannya hingga tahun 2003.

Pemilu tahun 1999 koh

buFFalo 14th September 2019 17:42

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39673568)
Pemilu tahun 1999 koh

Terus pertanggungjawaban yang ditolak MPR tahun berapa.
Gegara Timtim lepas.

Itu omongan MMD

Dzunnun__Al-Misri 14th September 2019 17:46

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 39673575)
Terus pertanggungjawaban yang ditolak MPR tahun berapa.
Gegara Timtim lepas.

Itu omongan MMD

MPR hasil pemilu 1999 lah

buFFalo 14th September 2019 18:03

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39673584)
MPR hasil pemilu 1999 lah

Terus pemilunya HBB untuk apa kalau masih mempertanggungjawabkan ke MPR.

buFFalo 15th September 2019 08:53

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39673584)
MPR hasil pemilu 1999 lah

Junnub mbingungi

Dzunnun__Al-Misri 15th September 2019 13:46

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 39673616)
Terus pemilunya HBB untuk apa kalau masih mempertanggungjawabkan ke MPR.

Kan pemilu 1999 bukan pilpres

Dzunnun__Al-Misri 15th September 2019 14:15

Delete

Dopost

Dzunnun__Al-Misri 15th September 2019 14:21

Quote:

Originally Posted by mahatolol (Post 39673093)
setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan/kelemahan, begitu juga dgn Habibie.. punya kelebihan dan juga punya kekurangan serta kelemahan.

dari segi keilmuan di bidang penerbangan, Kejeniusan beliau tidak perlu diragukan lagi karena sudah diakui oleh dunia.

bagaimana dari segi industri ?

industri pesawat terbang yg digagas dan dirintis oleh habibie sejak tahun1976 mungkin sudah menghabiskan uang rakyat ratusan atau bahkan ribuan trilyun.

hasilnya? satau ane hingga hari ini belum pernah menyumbang keuntungan untuk negara seperakpun

Ratusan triliun dihabiskan Habibi bukan hanya untuk IPTN doank

Ada 9 industri strategis dibawah BPIS yg didanai

- IPTN
- PT Pindad
- PT PAL
- PT INka
- PT BharatA Indonesia
- LEN
- PT Bhoma Bhisma Indra
- dll ( ane lupa )

Investasi yg diguyurkan investasi jangka panjang..baru kelihatan hasilnya puluhan tahun kemudian

Dan ternyata benar...senapan serbu bikinan Pindad berhasil menang di kejuaraan dunia menembak yg diikuti kampiun dunia mcm pasukan khusus Amrik..tiga kali berturut turut

Fantastis ...Ak47 dan M16. Lewat

PT PAL juga sering menerima orderan dari luar...

Adapun IPTN..berhasil menerbangkan N250 gatotkoco...satu2nya fly by wire di kelasnya

Kenapa susah dipasarkan ?

Karena kita ga bisa menyediakan kredit eksport berbunga rendah..ya..yg beli pesawat scr cash kan hanya segelintir..

Makanya ditempuh cara barter

Terakhir barter dg beras ketan dr Thailand

Walaupun belum bisa memberi keuntungan yg signifikant...IPTN telah membuka kesempatan kerja bagi ribuan profesional muda...membuka kesempatan usaha bagi ribuaan pemasok..mulai dari supplier suku cadang SD ckeaning service

Last but not least..HBB telah membuka mindset bangsa ini bahwa kita BKN inlander yg jadi pecundang di negri sendiri

Tidak ada lagi rasa minder...wong kita siAp menyambut era high technology

Coba antum bandingkan dg mas Joko yg habiskan ratusan triun bikin jalan dari sAbang SD Merauke

SDH malas dan muak ane membahas..lha buat biaya operasional saja msh netek APBN kok...wkkkkk :lol:

buFFalo 15th September 2019 19:50

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39675213)

Investasi yg diguyurkan investasi jangka panjang..baru kelihatan hasilnya puluhan tahun kemudian

Dan ternyata benar...senapan serbu bikinan Pindad berhasil menang di kejuaraan dunia menembak yg diikuti kampiun dunia mcm pasukan khusus Amrik..tiga kali berturut turut

Jadi , investasi Jokowi , investasi jangka panjang..baru kelihatan hasilnya puluhan tahun kemudian , contohnya Jagorawi

Quote:

Adapun IPTN..berhasil menerbangkan N250 gatotkoco...satu2nya fly by wire di kelasnya

Kenapa susah dipasarkan ?

Karena kita ga bisa menyediakan kredit eksport berbunga rendah..ya..yg beli pesawat scr cash kan hanya segelintir..
Emangnya Boeing,Airbus dikasih kredit eksport berbunga rendah sendiri

Dzunnun__Al-Misri 15th September 2019 19:57

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 39675948)
Jadi , investasi Jokowi , investasi jangka panjang..baru kelihatan hasilnya puluhan tahun kemudian , contohnya Jagorawi



Emangnya Boeing,Airbus dikasih kredit eksport berbunga rendah sendiri

Lion air beli dari Boeing pake KE yg dikeluArkan Obama

buFFalo 15th September 2019 20:10

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39675962)
Lion air beli dari Boeing pake KE yg dikeluArkan Obama

Kirain beli dari leasing

Dzunnun__Al-Misri 16th September 2019 04:14

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 39675990)
Kirain beli dari leasing

Sama saja leasing juga butuh pendanaan berupa kredit..bisa berasal dari bank atau lembaga keuangan bukan bank

Di jaman Mbah Harto bunga pinjaman masih relatif tinggi..diatas 15 persen per tahun

Jelas IPTN ga bisa jual pesawat dg kredit berbunga tinggi karena negara lain produsen pesawat menawarkan bunga yg lebih rendah

buFFalo 16th September 2019 08:58

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39676832)
Sama saja leasing juga butuh pendanaan berupa kredit..bisa berasal dari bank atau lembaga keuangan bukan bank

Di jaman Mbah Harto bunga pinjaman masih relatif tinggi..diatas 15 persen per tahun

Jelas IPTN ga bisa jual pesawat dg kredit berbunga tinggi karena negara lain produsen pesawat menawarkan bunga yg lebih rendah

Lah,bukannya N250 jaman bunga murah.

Dzunnun__Al-Misri 16th September 2019 09:10

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 39677071)
Lah,bukannya N250 jaman bunga murah.

N250 terbang perdana pas Indonesian Air Show th. 1996

Kapan bunga murah dijaman si Mbah ??

ari2002 16th September 2019 09:30

Sudah meninggal beliau.. ketika masih hidup saja disia2kan... Dimusuhin... Dibilang order baru...

Setelah meninggal baru dielu2kan.. terutama cebonger

buFFalo 16th September 2019 09:47

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39677106)
N250 terbang perdana pas Indonesian Air Show th. 1996

Kapan bunga murah dijaman si Mbah ??

Nah,siapa bilang bunga tinggi inflasi tinggi nggak enak.

Iya yah,yang jaman ini malah N219

buFFalo 16th September 2019 09:47

Quote:

Originally Posted by ari2002 (Post 39677143)
Sudah meninggal beliau.. ketika masih hidup saja disia2kan... Dimusuhin... Dibilang order baru...

Setelah meninggal baru dielu2kan.. terutama cebonger

Hahaha,siapa cebonger

mahatolol 18th September 2019 15:25

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39675228)
Ratusan triliun dihabiskan Habibi bukan hanya untuk IPTN doank

Ada 9 industri strategis dibawah BPIS yg didanai

- IPTN
- PT Pindad
- PT PAL
- PT INka
- PT BharatA Indonesia
- LEN
- PT Bhoma Bhisma Indra
- dll ( ane lupa )

Investasi yg diguyurkan investasi jangka panjang..baru kelihatan hasilnya puluhan tahun kemudian

Dan ternyata benar...senapan serbu bikinan Pindad berhasil menang di kejuaraan dunia menembak yg diikuti kampiun dunia mcm pasukan khusus Amrik..tiga kali berturut turut

Fantastis ...Ak47 dan M16. Lewat

PT PAL juga sering menerima orderan dari luar...

Adapun IPTN..berhasil menerbangkan N250 gatotkoco...satu2nya fly by wire di kelasnya

Kenapa susah dipasarkan ?

Karena kita ga bisa menyediakan kredit eksport berbunga rendah..ya..yg beli pesawat scr cash kan hanya segelintir..

Makanya ditempuh cara barter

Terakhir barter dg beras ketan dr Thailand

Walaupun belum bisa memberi keuntungan yg signifikant...IPTN telah membuka kesempatan kerja bagi ribuan profesional muda...membuka kesempatan usaha bagi ribuaan pemasok..mulai dari supplier suku cadang SD ckeaning service

Last but not least..HBB telah membuka mindset bangsa ini bahwa kita BKN inlander yg jadi pecundang di negri sendiri

Tidak ada lagi rasa minder...wong kita siAp menyambut era high technology

Coba antum bandingkan dg mas Joko yg habiskan ratusan triun bikin jalan dari sAbang SD Merauke

SDH malas dan muak ane membahas..lha buat biaya operasional saja msh netek APBN kok...wkkkkk :lol:

oke mari kita bandingkan.
joko menghabiskan uang ratusan trilyun uang rakyat (selama 5 thn) hasilnya langsung bisa dirasakan oleh rakyat termasuk antum. silakan tahun depan mudik pakai tol biar cepat sampai di kampung.

IPTN habiskan ratusan trilyun uang rakyat ( selama 43 tahun) hasilnya buat rakyat apa?

klo soal lapangan kerja yg tercipta jauh lbh banyak lapangan kerja yg tercipta dari proyek joko, karena semuanya padat karya..

OmniScience 18th September 2019 15:48

Quote:

Originally Posted by mahatolol (Post 39684759)
oke mari kita bandingkan.
joko menghabiskan uang ratusan trilyun uang rakyat (selama 5 thn) hasilnya langsung bisa dirasakan oleh rakyat termasuk antum. silakan tahun depan mudik pakai tol biar cepat sampai di kampung.

IPTN habiskan ratusan trilyun uang rakyat ( selama 43 tahun) hasilnya buat rakyat apa?

klo soal lapangan kerja yg tercipta jauh lbh banyak lapangan kerja yg tercipta dari proyek joko, karena semuanya padat karya..

Ratusan trilyun saat itu berbeda dengan ratusan trilyun saat ini, itung inflasi 10x lipat mungkin angka konservatif tuh ...

Habibie habisin duwit satu adalah untuk industri penerbangan, satunya lagi untuk R&D.
RnD duwitnya abis tapi memang hasil gak keliatan langsung, atau bahkan gak bakal keliatan sampai kiamat, namanya RnD uang menguap tapi hasilnya belum atau gak bakal keliatan memang.
Tapi menurut saya gak salah pakai duwit di RnD, tapi memang bukan prioritas bagi Indonesia saat itu, dan jg saat ini untuk habisin duwit di RnD.

Kalau orang ditanya penting mana, RnD penerbangan atau bikin infrastruktur, saya rasa gak ada yang ngomong RnD penerbangan.
Kecuali fans Duda idola tentunya ya :D

mahatolol 18th September 2019 16:04

Quote:

Originally Posted by OmniScience (Post 39684823)
Ratusan trilyun saat itu berbeda dengan ratusan trilyun saat ini, itung inflasi 10x lipat mungkin angka konservatif tuh ...

Habibie habisin duwit satu adalah untuk industri penerbangan, satunya lagi untuk R&D.
RnD duwitnya abis tapi memang hasil gak keliatan langsung, atau bahkan gak bakal keliatan sampai kiamat, namanya RnD uang menguap tapi hasilnya belum atau gak bakal keliatan memang.
Tapi menurut saya gak salah pakai duwit di RnD, tapi memang bukan prioritas bagi Indonesia saat itu, dan jg saat ini untuk habisin duwit di RnD.

Kalau orang ditanya penting mana, RnD penerbangan atau bikin infrastruktur, saya rasa gak ada yang ngomong RnD penerbangan.
Kecuali fans Duda idola tentunya ya :D

tergantung yang ditanya siapa?
klo org amerika mungkin jawab lbh penting RnD penebangan, karena infrastuktur mereka sudah sangat maju..

klo yg ditanya org indonesia (yg waras) pasti jawabnya lbh baik uang ratusan trilyun dipakai untuk infrastruktur dulu.. karena kt sudah tertinggal sangat jauh dbidang infrastruktur dibanding negara2 tetangga yg setara.. dan isfrastruktur adalah kebutuhan pokok sebuah negara untuk menopang ekonomi..

klo yg tidak waras mungkin jawabnya berbeda :nyengir:

Dzunnun__Al-Misri 2nd October 2019 21:08

Quote:

Originally Posted by mahatolol (Post 39684759)
oke mari kita bandingkan.
joko menghabiskan uang ratusan trilyun uang rakyat (selama 5 thn) hasilnya langsung bisa dirasakan oleh rakyat termasuk antum. silakan tahun depan mudik pakai tol biar cepat sampai di kampung.

IPTN habiskan ratusan trilyun uang rakyat ( selama 43 tahun) hasilnya buat rakyat apa?

klo soal lapangan kerja yg tercipta jauh lbh banyak lapangan kerja yg tercipta dari proyek joko, karena semuanya padat karya..

Pertama

Ratusan triliun jaman habibib bknbhanya busy iptn doank

Ada 9 industri strategies yg bernaung dibawah BPIS yg dpt kucuran Dana riser dan invedtasi

Tlg digaris bawahi

Hasilnya ?

Pindad Dan pt pal jadi contoh

Kedua

Saya mudik lewat udara..ga mungkin lewat darat Karena kampuang Nan jauh dimato

Dzunnun__Al-Misri 2nd October 2019 21:14

Quote:

Originally Posted by mahatolol (Post 39684759)
oke mari kita bandingkan.
joko menghabiskan uang ratusan trilyun uang rakyat (selama 5 thn) hasilnya langsung bisa dirasakan oleh rakyat termasuk antum. silakan tahun depan mudik pakai tol biar cepat sampai di kampung.

IPTN habiskan ratusan trilyun uang rakyat ( selama 43 tahun) hasilnya buat rakyat apa?

klo soal lapangan kerja yg tercipta jauh lbh banyak lapangan kerja yg tercipta dari proyek joko, karena semuanya padat karya..

Pertama

Ratusan triliun jaman habibib bknbhanya busy iptn doank

Ada 9 industri strategies yg bernaung dibawah BPIS yg dpt kucuran Dana riser dan invedtasi

Tlg digaris bawahi

Hasilnya ?

Pindad Dan pt pal jadi contoh

Kedua

Saya mudik lewat udara..ga mungkin lewat darat Karena kampuang Nan jauh dimato
Ketiga

Infrastructure yg dibangun dg Dana dari china ya yg untung china

Semen Dan besi dari china
Tka juga dari china

Makanya pembangunan infracdi jaman joko ga bisa mendongkrak pertumbuhan

Bandingkan dg era Habibi

Pertumbuhan 7 persen setahun

Dzunnun__Al-Misri 2nd October 2019 21:26

Quote:

Originally Posted by mahatolol (Post 39684897)
tergantung yang ditanya siapa?
klo org amerika mungkin jawab lbh penting RnD penebangan, karena infrastuktur mereka sudah sangat maju..

klo yg ditanya org indonesia (yg waras) pasti jawabnya lbh baik uang ratusan trilyun dipakai untuk infrastruktur dulu.. karena kt sudah tertinggal sangat jauh dbidang infrastruktur dibanding negara2 tetangga yg setara.. dan isfrastruktur adalah kebutuhan pokok sebuah negara untuk menopang ekonomi..

klo yg tidak waras mungkin jawabnya berbeda :nyengir:

Infra struktur jaman mas Joko SPT LRT dan jalan tol biaya operasional ya masih nombok dari APBN

Ibarat nya antum punya armada angkot beoperasi 20 jam sehari tapi masih nombok ...hahaha. Lucu

9 industri strategis di awah BPIS ga ada yg nombok

Dzunnun__Al-Misri 2nd October 2019 21:41

Quote:

Originally Posted by mahatolol (Post 39684759)
oke mari kita bandingkan.
joko menghabiskan uang ratusan trilyun uang rakyat (selama 5 thn) hasilnya langsung bisa dirasakan oleh rakyat termasuk antum. silakan tahun depan mudik pakai tol biar cepat sampai di kampung.

IPTN habiskan ratusan trilyun uang rakyat ( selama 43 tahun) hasilnya buat rakyat apa?

klo soal lapangan kerja yg tercipta jauh lbh banyak lapangan kerja yg tercipta dari proyek joko, karena semuanya padat karya..

Angka 43 tahun dari mana

Hbb masuk IPTN th 1976

Tahun 1998 orba tumbang...otomatis suntikan dana stop

buFFalo 3rd October 2019 08:21

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39728890)
Angka 43 tahun dari mana

Hbb masuk IPTN th 1976

Tahun 1998 orba tumbang...otomatis suntikan dana stop

1976 ke 2019 bukannya 43 tahun

mahatolol 3rd October 2019 16:31

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39728802)
Pertama

Ratusan triliun jaman habibib bknbhanya busy iptn doank

Ada 9 industri strategies yg bernaung dibawah BPIS yg dpt kucuran Dana riser dan invedtasi

Tlg digaris bawahi

Hasilnya ?

Pindad Dan pt pal jadi contoh

Kedua

Saya mudik lewat udara..ga mungkin lewat darat Karena kampuang Nan jauh dimato

ane bahas IPTN ente jawabnya pake PT PAL..
ky anak SD belajar debat..


DUL : bapak lw miskin ya?
SULE : tp kan om gw kaya..

jaka sambung bawa golok
:nyengir:

mahatolol 3rd October 2019 16:39

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39728817)
Pertama

Ratusan triliun jaman habibib bknbhanya busy iptn doank

Ada 9 industri strategies yg bernaung dibawah BPIS yg dpt kucuran Dana riser dan invedtasi

Tlg digaris bawahi

Hasilnya ?

Pindad Dan pt pal jadi contoh

Kedua

Saya mudik lewat udara..ga mungkin lewat darat Karena kampuang Nan jauh dimato
Ketiga

Infrastructure yg dibangun dg Dana dari china ya yg untung china

Semen Dan besi dari china
Tka juga dari china

Makanya pembangunan infracdi jaman joko ga bisa mendongkrak pertumbuhan

Bandingkan dg era Habibi

Pertumbuhan 7 persen setahun

mau china mau arab klo tdk untung mana mau tarok dana dsini..
yg penting negara kt jg ikut untung..


sifat sirik gak baik gan.. masa org untung antum yg sewot..:nyengir:

mahatolol 3rd October 2019 16:41

Quote:

Originally Posted by Dzunnun__Al-Misri (Post 39728890)
Angka 43 tahun dari mana

Hbb masuk IPTN th 1976

Tahun 1998 orba tumbang...otomatis suntikan dana stop

setelah orba knp gak dhitung? emgnya wkt itu duit yg dhabisin dibalikin?

mahatolol 3rd October 2019 16:44

Quote:

Originally Posted by buFFalo (Post 39729975)
1976 ke 2019 bukannya 43 tahun

mungkin dia dapat info dari group WA kampret thn 1998 duit rakyat dibalikin trus pakai uang sendiri, jadi stlh 1998 gak perlu dhitung lg wkwkwk


All times are GMT +8. The time now is 20:41.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.