DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Luar Negeri (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=42)
-   -   saya di kerjai kucing-kucing airport. (http://forum.detik.com/showthread.php?t=33786)

amara1 13th April 2008 14:10

saya di kerjai kucing-kucing airport.
 
saya bersuamikan lelaki saudi sudah 5th,tapi saya sekarang tinggal di usa karna suami kuliah.setiap tahun kami pulang ke saudi dan 2 minggu kemudian saya sendiri pulang ke indonesia, sudah sebulan baru suami nyusul ke indonesia.setiap tahun seperti itu dan alhamdulillah lancar, sampe awal juni th 2007, saya pulang kebetulan sedang sakit demam tapi saya maksa ingin sendiri karna mertua juga masih kangen kan sama anaknya.sesampainya di jakarta,saya turun dengan hati senang walau keadaan sangat lelah dan sakit,setelah ngambil barang saya di hampiri 2 perempuan yang bilang pintu keluarnya nggak disini,saya bilang inikan pintu keluar,katanya bu pintu keluarnya yang sebelah sana, saya berfikir mungki sedang perbaikan dan karna tangan saya di tungtun dan barang saya di ambil dari tukang dan didorong sama dia.saya sebenarnya sudah curiga saya di sangka tki, dan saya bilang saya bukan tki dg memperlihatkan passport saya, tapi orang itu maksa dorong saya sampai di akhir gedung dan banyak tki dan bus nya.dan dia memaksa saya naik bus.tentu saja saya nggak mau,di sana tidak ada yang bisa di mintai tolong semuanya petugas bilang saya tki (passpor saya 48halaman,visa saya isteri dan ada visa f1 untuk ke america). saya jelaskan ber kalikali,ujung-ujungnya dia bilang kalau mau keluar dari sini harus bayar sama bang samsul (saya rasa bukan nama aslinya karna semua petugas tanda pengenalnya dimasukan dalam baju), saya fikir ini namanya pemerasan enak aja, dia minta supaya saya menghubungi keluarga yang ada di luar dengan hp nya dia,dan saya nurut untuk membuktikan saya emang bukan tki, padahal di belakang saya dia minta duit sama kakak saya yang akan ditemui temannya diluar,(sungguh ini adalah tim yang kompak dia tinggal tlp di luar udah ada yang nyamperin kaka saya "wow"). saya juga sempat ribut di dalam hampir 4 jam saya di tahan dekat bus dan barang saya di pegangin 2 orang lelaki tinggi besar,tapi untung lah kaka saya tak nanggapi permintaan mereka, kaka bilang kalau saya nggak keluar dia mau lapor polisi.akhirnya saya bisa ninggalin tempat bus saya bilang kalau kalian tahan barang saya silahkan nanti polisi yang akan ambil terus dia ngasih barang saya, sepeninggal saya dia tlp kaka katanya saya ada di tangannya kalau mau adikmu kasih teman saya uang berapa aja.tp untung kaka saya yakin saya nggak sebego itu dan dia tetap nunggu saya sampai akhirnya saya keluar.selama di ujung terminal ya tuhan perlakuan orang-orang ke tki nggak lebih kaya sama tahanan dibentak di dorong.saya bingung kok airport sebesar itu mempekerjakan orang seperti preman.apakah tidak ada orang baik-baik karna menurut saya itu semuanya penjahat.dan kayaknya nggak berpendidikan pula, masa visa istri dan f1 untuk ke america aja nggak tau atau pura-pura nggak tau.semoga aja hanya saya yg pernah dikerjai.maaf kalau kepanjangan.

sugar1 13th April 2008 17:51

Quote:

Originally Posted by amara (Post 1823654)
saya bersuamikan lelaki saudi sudah 5th,tapi saya sekarang tinggal di usa karna suami kuliah.setiap tahun kami pulang ke saudi dan 2 minggu kemudian saya sendiri pulang ke indonesia, sudah sebulan baru suami nyusul ke indonesia.setiap tahun seperti itu dan alhamdulillah lancar, sampe awal juni th 2007, saya pulang kebetulan sedang sakit demam tapi saya maksa ingin sendiri karna mertua juga masih kangen kan sama anaknya.sesampainya di jakarta,saya turun dengan hati senang walau keadaan sangat lelah dan sakit,setelah ngambil barang saya di hampiri 2 perempuan yang bilang pintu keluarnya nggak disini,saya bilang inikan pintu keluar,katanya bu pintu keluarnya yang sebelah sana, saya berfikir mungki sedang perbaikan dan karna tangan saya di tungtun dan barang saya di ambil dari tukang dan didorong sama dia.saya sebenarnya sudah curiga saya di sangka tki, dan saya bilang saya bukan tki dg memperlihatkan passport saya, tapi orang itu maksa dorong saya sampai di akhir gedung dan banyak tki dan bus nya.dan dia memaksa saya naik bus.tentu saja saya nggak mau,di sana tidak ada yang bisa di mintai tolong semuanya petugas bilang saya tki (passpor saya 48halaman,visa saya isteri dan ada visa f1 untuk ke america). saya jelaskan ber kalikali,ujung-ujungnya dia bilang kalau mau keluar dari sini harus bayar sama bang samsul (saya rasa bukan nama aslinya karna semua petugas tanda pengenalnya dimasukan dalam baju), saya fikir ini namanya pemerasan enak aja, dia minta supaya saya menghubungi keluarga yang ada di luar dengan hp nya dia,dan saya nurut untuk membuktikan saya emang bukan tki, padahal di belakang saya dia minta duit sama kakak saya yang akan ditemui temannya diluar,(sungguh ini adalah tim yang kompak dia tinggal tlp di luar udah ada yang nyamperin kaka saya "wow"). saya juga sempat ribut di dalam hampir 4 jam saya di tahan dekat bus dan barang saya di pegangin 2 orang lelaki tinggi besar,tapi untung lah kaka saya tak nanggapi permintaan mereka, kaka bilang kalau saya nggak keluar dia mau lapor polisi.akhirnya saya bisa ninggalin tempat bus saya bilang kalau kalian tahan barang saya silahkan nanti polisi yang akan ambil terus dia ngasih barang saya, sepeninggal saya dia tlp kaka katanya saya ada di tangannya kalau mau adikmu kasih teman saya uang berapa aja.tp untung kaka saya yakin saya nggak sebego itu dan dia tetap nunggu saya sampai akhirnya saya keluar.selama di ujung terminal ya tuhan perlakuan orang-orang ke tki nggak lebih kaya sama tahanan dibentak di dorong.saya bingung kok airport sebesar itu mempekerjakan orang seperti preman.apakah tidak ada orang baik-baik karna menurut saya itu semuanya penjahat.dan kayaknya nggak berpendidikan pula, masa visa istri dan f1 untuk ke america aja nggak tau atau pura-pura nggak tau.semoga aja hanya saya yg pernah dikerjai.maaf kalau kepanjangan.

Kasian TKI kita, Semua TKI di perlakukan spt itu, saya sendiri juga pernah di giring2 sampai jauh padahal sudah saya terangkan mati2an saya bukan TKI. Ahirnya bebas juga, tapi jengkellll banget rasanya.
Dimana Dep tenaga kerja kita, mengapa sampai sekarang pemerasan itu semakin meraja lela.
Proses baru bahwa TKI tidak boleh di jemput keluarga dgn alasan keamanan, yg konon TKI akan di antar sampai rumah oleh "para :devilish: petugas" ahirnya malah menjadi lahan subur bagi pemeras:getok:.
Mereka TKI kalau tidak bayar tidak di keluarkan, di takut takuti dgn segala ancaman.

marysweetangel 14th April 2008 00:17

baru denger cerita yg ini..ya ampun bener" memalukan keamanan dan pelayanan bandara Soeta...bagaimana yah tanggapan orang luar seandainya mereka tahu ada praktek seperti ini, di bandara berstatus Internasional pula..:getok:

amara1 14th April 2008 02:29

Quote:

Originally Posted by marysweetangel (Post 1828035)
baru denger cerita yg ini..ya ampun bener" memalukan keamanan dan pelayanan bandara Soeta...bagaimana yah tanggapan orang luar seandainya mereka tahu ada praktek seperti ini, di bandara berstatus Internasional pula..:getok:

pertanyaan bagus waktu itu suamiku yang tlp sama kaka begitu aku tiba di jakarta langsung menghubungi temannya yang di kedutaan saudi di indonesia, dan manager garuda di riyadh yg juga temannya, supaya bilang ke orang garuda airport kalau aku emang istri bukan tki, cuma begitu orang itu turun aku nya sudah berhasil keluar, suami ku marah banget secara setiap aku pulang pergi naik garuda bisnis class, ih aku sekarang mau balik indo mei jadi takut.

amara1 14th April 2008 02:32

Quote:

Originally Posted by marysweetangel (Post 1828035)
baru denger cerita yg ini..ya ampun bener" memalukan keamanan dan pelayanan bandara Soeta...bagaimana yah tanggapan orang luar seandainya mereka tahu ada praktek seperti ini, di bandara berstatus Internasional pula..:getok:

keluarga suamiku sekarang malas ke indonesia, dulu napsu banget kalau dengar ke indonesia setelah pengalaman aku mereka jadi muak sama orang indo,katanya bangsanya sendiri tidak dihargai bagaimana ke orang asing.dengan pengalaman suami ku yang sering di minta hadiah di airport atau di tempat lain.

doktor_no 14th April 2008 03:27

Mohon maaf saya kurang tahu, "Apakah Paspor RI untuk TKI dibuat berbeda
dari Paspor RI non-TKI ?" (catatan: dulu, KTP untuk WNI Keturunan Cina
dibikin berbeda dengan KTP WNI Keturunan Pribumi, walaupun saya tidak
tahu perbedaannya)

Dr.No

iteung 14th April 2008 03:34

HIH ngeri amat ya...preman2 udah sampe bandara, jadi kalo gitu ada juga istilah preman bandara ya...
kejem amat siy...:piss:
Mana nih yg gembar gembor bilang TKI PAHLAWAN DEVISA...?
Kok para PAHLAWAN DEVISA kita ini diperlakukan kaya pesakitan, udah gitu diperas pula...bener2 kejem deh...lebih kejem dari preman kuburan deh....:getok:

kickass 14th April 2008 05:03

Quote:

Originally Posted by doktor_no (Post 1828872)
Mohon maaf saya kurang tahu, "Apakah Paspor RI untuk TKI dibuat berbeda
dari Paspor RI non-TKI ?" (catatan: dulu, KTP untuk WNI Keturunan Cina
dibikin berbeda dengan KTP WNI Keturunan Pribumi, walaupun saya tidak
tahu perbedaannya)

Dr.No

Passport TKI biasanya isinya cuma 24 halaman, non-TKI isinya 48 hal. Kebetulan tahun kemaren pas perpanjang passport di KJRI, bareng anak2 TKI yg perpanjang/bikin passport baru, sempet dikasih liat.
Trus ada penjelasan juga di halaman belakang.

Quote:

Originally Posted by amara (Post 1823654)
saya bersuamikan lelaki saudi sudah 5th,tapi saya sekarang tinggal di usa karna suami kuliah.setiap tahun kami pulang ke saudi dan 2 minggu kemudian saya sendiri pulang ke indonesia, sudah sebulan baru suami nyusul ke indonesia.setiap tahun seperti itu dan alhamdulillah lancar, sampe awal juni th 2007, saya pulang kebetulan sedang sakit demam tapi saya maksa ingin sendiri karna mertua juga masih kangen kan sama anaknya.sesampainya di jakarta,saya turun dengan hati senang walau keadaan sangat lelah dan sakit,setelah ngambil barang saya di hampiri 2 perempuan yang bilang pintu keluarnya nggak disini,saya bilang inikan pintu keluar,katanya bu pintu keluarnya yang sebelah sana, saya berfikir mungki sedang perbaikan dan karna tangan saya di tungtun dan barang saya di ambil dari tukang dan didorong sama dia.saya sebenarnya sudah curiga saya di sangka tki, dan saya bilang saya bukan tki dg memperlihatkan passport saya, tapi orang itu maksa dorong saya sampai di akhir gedung dan banyak tki dan bus nya.dan dia memaksa saya naik bus.tentu saja saya nggak mau,di sana tidak ada yang bisa di mintai tolong semuanya petugas bilang saya tki (passpor saya 48halaman,visa saya isteri dan ada visa f1 untuk ke america). saya jelaskan ber kalikali,ujung-ujungnya dia bilang kalau mau keluar dari sini harus bayar sama bang samsul (saya rasa bukan nama aslinya karna semua petugas tanda pengenalnya dimasukan dalam baju), saya fikir ini namanya pemerasan enak aja, dia minta supaya saya menghubungi keluarga yang ada di luar dengan hp nya dia,dan saya nurut untuk membuktikan saya emang bukan tki, padahal di belakang saya dia minta duit sama kakak saya yang akan ditemui temannya diluar,(sungguh ini adalah tim yang kompak dia tinggal tlp di luar udah ada yang nyamperin kaka saya "wow"). saya juga sempat ribut di dalam hampir 4 jam saya di tahan dekat bus dan barang saya di pegangin 2 orang lelaki tinggi besar,tapi untung lah kaka saya tak nanggapi permintaan mereka, kaka bilang kalau saya nggak keluar dia mau lapor polisi.akhirnya saya bisa ninggalin tempat bus saya bilang kalau kalian tahan barang saya silahkan nanti polisi yang akan ambil terus dia ngasih barang saya, sepeninggal saya dia tlp kaka katanya saya ada di tangannya kalau mau adikmu kasih teman saya uang berapa aja.tp untung kaka saya yakin saya nggak sebego itu dan dia tetap nunggu saya sampai akhirnya saya keluar.selama di ujung terminal ya tuhan perlakuan orang-orang ke tki nggak lebih kaya sama tahanan dibentak di dorong.saya bingung kok airport sebesar itu mempekerjakan orang seperti preman.apakah tidak ada orang baik-baik karna menurut saya itu semuanya penjahat.dan kayaknya nggak berpendidikan pula, masa visa istri dan f1 untuk ke america aja nggak tau atau pura-pura nggak tau.semoga aja hanya saya yg pernah dikerjai.maaf kalau kepanjangan.

Duch jadi inget beberapa thn yg lalu (pas belum punya baby) pas saya turun di JKT (biasanya langsung ke Juanda(SBY).

Pas lagi liburan, saya pingin langsung ke rumah nenek di Jkt. Tapi ngga tahu kalo ada pemerasan besar2an terhadap para TKI di Soekarno-Hatta.
Kebetulan baru sekali itu saya turun di sana, (kalo terbang dari sana lumayan sering) jadi ngga pengalaman ngadepin para calo, dan pegawai immigrasi yg brengs3k.

Pas di pesawat kenalan sama TKW dari jateng, trus kita turun dan jalan bareng, termasuk pas claim baggages.
Nach pas mau keluar itu kita di arahin ke exit lain, sama si mbak yg berdiri di exit sebelumnya.
Kita nurut aja (saya betul2 ngga ngerti, kenapa) krn si mbak ngotot banget.
Trus di situ udah nunggu bus2, trus kita disuruh naik beserta barang2 kita yg bertumpuk2.

Pas di bus, baru saya 'ngeh' kalo mereka ini para TKI/W, yg mau diperas dulu sebelum dikirim pulang ke kampung halamannya. Trus saya sempet protes, kenapa saya dipaksa ke sini juga, saya juga protes kenapa mereka ngga memperlakukan teman2 ini secara manusiawi. Mereka kan masih capek, didorong2 diseret2 ngga karuan.

Nah ternyata kita dibawa ke terminal III (3), dan di sana suasananya kaya bukan di Airport, tapi kaya di terminal bus.
Para TKI/W ditarik2 sama money-changers, sama pedagang2, sama orang2 yg bantuin mereka naikin+turunin barang dari bus (dimintain duit).

Mereka di data...sebelum di paksa naik bus mini yg katanya bakal ngantar mereka ke depan pintu rumah mereka di kampung.
Ada juga yg dijemput keluarganya (tapi mereka harus main kasar dan ngotot, serta ngluarin duit dulu sebelum diperbolehkan disamperin keluarganya.

Pas giliran saya, ke petugasnya saya ngomel2. Ngapain saya dibawa ke sini. Apa saya disuruh bayar juga, trus saya mau dibawa ke mana, orang saya mau ke rumah nenek, ngga mau langsung pulang ke Sby.
Untung saya masih simpen KTP DKI saya yg lama, jadi saya punya bukti kalo saya ngga bakal terlantar di Jkt (pdhl di tempat itulah saya merasa terlantar)

Tapi krn di situ ngga ada taxi, akhirnya saya ikut travel/bus mini, yg nganterin anak2 itu pulang kampong.
Saya berantem dulu sama sopirnya, sebelum dibolehin turun di daerah Pancoran (deket rumah nenek)…dia bilang(dng gaya sok peduli) kalo itu tugas dia nganter sampe ke rumah, dan minta tanda-tangan orang tua/ kerabat para TKI sebagai bukti kita selamat sampe dirumah( ya ampun, emang mereka itu barang paketan?)

Trus krn gw ngotot, dan mau kasih dia duit(20rb), dia turunin saya…dari situ saya naik taxi sampe rumah nenek. Sebenernya si supir travel ngotot mau nganter ke rumah nenek juga, tapi ngga saya kasih.

Dari pengalaman buruk itu, saya akhirnya mbil keputusan, ngga akan turun di Soekarno-Hatta kalo pas pulang sendiri.

Sekarang saya sering banget baca kalo pemerasan di terminal III makin parah.
Katanya tujuan pemerintah mau bantu para TKI, ternyata malah bikin kesulitan, dan menambah penderitaan mereka.
Malah di airport2 negara2 lain, para TKI ini diperlakukan normal selayaknya penumpang lain.
Saya bener2 prihatin melihat bentuk kejahatan yg di-legalkan seperti fenomena terminal III ini.
Kebetulan di tempat saya tinggal (HK), banyak banget TKW yg sering ngeluh masalah ini. Bahkan di koran2 Indonesia di HK sering ada artikel2 dan poll tentang terminal III.

Selain para TKI, terminal III juga merugikan pihak Garuda Indonesia.
Sekarang mayoritas TKI lebih suka terbang dng maskapai asing seperti Cathay Pacific,S’pore Air, Royal Brunei, dll.
Mereka bisa langsung terbang ke Surabaya,Jogja, Solo, denpasara….tanpa harus transit dan berurusan dng penjahat2 berseragam di bandara Soekarno-Hatta.
Apalagi, dngn servis memuaskan, dng harga tiket yg hampir sama dng tiket GA.

nvm 14th April 2008 06:05

Wow... jadi makin ngeri mau mudik nih.
Ada lagi yg unik waktu pulang taun lalu. Begitu menuju parkiran dan mau naikin barang bawaan ke mobil, tiba2 segerombolan cowok2 menghampiri mobil ku dan pura2 sok ngebantuin masuk2in barang ke mobil, padahal aku gak butuh bantuan mereka sama sekali, karena waktu itu aku dijemput keluarga lengkap. Adikku dah bilang: Gak usah dibantu mas, gak pa-pa. Tapi mereka maksain diri sok ngebantuin. Mau ditegesin takut, karena mereka juga segerombol. Dan untuk jasa mereka yg sebetulnya sangat tidak dibutuhkan, aku masih harus mengeluarkan uang yg tidak sedikit, karena waktu aku kasih Rp 5000 mereka masih nagih... Sapa juga yg nyuruh ngebantuin....??? :getok:

amara1 14th April 2008 13:07

Quote:

Originally Posted by doktor_no (Post 1828872)
Mohon maaf saya kurang tahu, "Apakah Paspor RI untuk TKI dibuat berbeda
dari Paspor RI non-TKI ?" (catatan: dulu, KTP untuk WNI Keturunan Cina
dibikin berbeda dengan KTP WNI Keturunan Pribumi, walaupun saya tidak
tahu perbedaannya)

Dr.No

betul sekali,dari warnanya aja udah beda,dan diluarnya ada tempelan PJTKI,kalau nggak salah cuma 24 halaman.


All times are GMT +8. The time now is 10:29.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.