DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Politik (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=49)
-   -   Kenapa KPK Menutup Rapat Soal Kasus Penangkapan Anggota Dpr ? (http://forum.detik.com/showthread.php?t=1320558)

pawanketap 15th January 2016 10:47

Harusnya dibuka saja dan barang bukti yg disita di perlihatkan




Transparan dan terbuka

bakaSHINJI 15th January 2016 12:12

KPK udah kasih umpan pendek, sekarang giliran DPR menggocek revisi UU KPK.

Silahkan ditambahkan kewenangan SP3...

:nyengir: :devilish1:

fellas96 15th January 2016 16:11

Sesama Garong harus saling melindungi....


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah adu mulut dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Fahri tak terima penyidik KPK yang hendak menggeledah ruang sejumlah anggota DPR turut membawa brimob senjata laras panjang.

Penyidik KPK awalnya menggeledah ruangan anggota Fraksi PDI-P Damayanti Wisnu Putranti yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

(Baca: KPK Perkirakan Total Suap di Kasus yang Libatkan Politisi PDI-P Capai Rp 3,9 Miliar)

Setelah itu, penyidik melanjutkan penggeledahan di ruang anggota Fraksi Golkar Budi Supriyanto. Terakhir, penyidik juga menggeledah ruang anggota Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana.

Saat penyidik hendak menggeledah ruang Yudi itu lah, Fahri ditemani anggota Fraksi PKS Nasir Djamil mendatangi para penyidik KPK.

"Mana yang mengaku bawa-bawa Brimob tadi?" kata Fahri dengan nada tinggi.

(Baca: Anggota DPR dari PDI-P dan 3 Orang Lain Ditetapkan Tersangka oleh KPK)

Seorang penyidik KPK bernama Fahri HN Christian pun maju meladeni Fahri. Dia mengaku sebagai penyidik yang meminta agar penggeledahan ini dikawal empat anggota Brimob. Dia merasa hal tersebut sudah sesuai prosedur.

"Tidak, saya akan tetap menjalankan tugas saya," ucap penyidik KPK itu.

(Baca: Ini Kronologi Tangkap Tangan Kasus Suap yang Libatkan Politisi PDI-P)

Terjadi perdebatan panjang antara Fahri dan penyidik KPK tersebut, selama sekitar 5 menit. Tak jarang keduanya saling bicara dengan nada tinggi dalam menyampaikan argumennya. Namun, para penyidik KPK tetap konsisten untuk menggeledah ruang Yudi.

Fahri pun akhirnya menyerah dan memilih menjelaskan permasalahan ini kepda media yang berada di lokasi. Adapun penyidik KPK kembali berdikusi dengan Nasir Djamil.

pawanketap 15th January 2016 16:19

BEDA PDIP DAN PKS


PDIP DIPECAT

PKS DIBELA MATI2AN


MUNGKINKAH FAKRI DAN JAMIL TERLIBAT ?




Quote:

Originally Posted by fellas96 (Post 32879943)
Sesama Garong harus saling melindungi....


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah adu mulut dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Fahri tak terima penyidik KPK yang hendak menggeledah ruang sejumlah anggota DPR turut membawa brimob senjata laras panjang.

Penyidik KPK awalnya menggeledah ruangan anggota Fraksi PDI-P Damayanti Wisnu Putranti yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

(Baca: KPK Perkirakan Total Suap di Kasus yang Libatkan Politisi PDI-P Capai Rp 3,9 Miliar)

Setelah itu, penyidik melanjutkan penggeledahan di ruang anggota Fraksi Golkar Budi Supriyanto. Terakhir, penyidik juga menggeledah ruang anggota Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana.

Saat penyidik hendak menggeledah ruang Yudi itu lah, Fahri ditemani anggota Fraksi PKS Nasir Djamil mendatangi para penyidik KPK.

"Mana yang mengaku bawa-bawa Brimob tadi?" kata Fahri dengan nada tinggi.

(Baca: Anggota DPR dari PDI-P dan 3 Orang Lain Ditetapkan Tersangka oleh KPK)

Seorang penyidik KPK bernama Fahri HN Christian pun maju meladeni Fahri. Dia mengaku sebagai penyidik yang meminta agar penggeledahan ini dikawal empat anggota Brimob. Dia merasa hal tersebut sudah sesuai prosedur.

"Tidak, saya akan tetap menjalankan tugas saya," ucap penyidik KPK itu.

(Baca: Ini Kronologi Tangkap Tangan Kasus Suap yang Libatkan Politisi PDI-P)

Terjadi perdebatan panjang antara Fahri dan penyidik KPK tersebut, selama sekitar 5 menit. Tak jarang keduanya saling bicara dengan nada tinggi dalam menyampaikan argumennya. Namun, para penyidik KPK tetap konsisten untuk menggeledah ruang Yudi.

Fahri pun akhirnya menyerah dan memilih menjelaskan permasalahan ini kepda media yang berada di lokasi. Adapun penyidik KPK kembali berdikusi dengan Nasir Djamil.


kinandana 15th January 2016 16:35

Quote:

Originally Posted by tinung (Post 32876807)
Sepertinya KPK takut kasus ini melebar..... :speachless1:

akankah akan melebar ke temannya FH PKS?


Ataukah KPK akan menyembunyikan peran dari teman FH PKS?


:lipssealed:

ravikhan 15th January 2016 17:05

Quote:

Originally Posted by pawanketap (Post 32880006)
BEDA PDIP DAN PKS


PDIP DIPECAT

PKS DIBELA MATI2AN


MUNGKINKAH FAKRI DAN JAMIL TERLIBAT ?

Ternyata saya benar, ada pelaku lain yang diincar termasuk anggota DPR dari PKS.

tinung 15th January 2016 17:11

Quote:

Originally Posted by ravikhan (Post 32877196)
Mungkin ada pelaku lain yang masih diincar.

Emangnya kalo terbuka gak bisa menjerat pelaku laen??? :cool001: :lol::lol:

ravikhan 15th January 2016 19:07

Quote:

Originally Posted by tinung (Post 32880355)
Emangnya kalo terbuka gak bisa menjerat pelaku laen??? :cool001: :lol::lol:

Tentu bisa juga tapi ada resiko pelaku yang diincar sudah memusnahkan bukti atau mengarang cerita. Kan terbukti dulu KPK transparan banget sehingga susah membuktikan korupsinya si LHI sampai kamu bela mati-matian di DF. :)

kinandana 15th January 2016 21:15

Quote:

Originally Posted by ravikhan (Post 32881022)
Tentu bisa juga tapi ada resiko pelaku yang diincar sudah memusnahkan bukti atau mengarang cerita. Kan terbukti dulu KPK transparan banget sehingga susah membuktikan korupsinya si LHI sampai kamu bela mati-matian di DF. :)

terbuka aja ahhhh...

Biar kalau ditangkap bisa mengumpulkan pendukung dan teriak "Allahu Akbar" di DPP PKS...

presidennya Korupsi kok teriak "Allahu Akbar".

Ahlak dari neraka kali ye.....


:speachless1:

mudunpapat 15th January 2016 21:52

Quote:

Originally Posted by tinung (Post 32876807)
Sepertinya KPK takut kasus ini melebar..... :speachless1:

melebar ke PKS ?


All times are GMT +8. The time now is 19:01.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.