DetikForum

DetikForum (http://forum.detik.com/index.php)
-   Politik (http://forum.detik.com/forumdisplay.php?f=49)
-   -   Kenapa KPK Menutup Rapat Soal Kasus Penangkapan Anggota Dpr ? (http://forum.detik.com/showthread.php?t=1320558)

-famousefreedoom- 14th January 2016 23:53

Kenapa KPK Menutup Rapat Soal Kasus Penangkapan Anggota Dpr ?
 
Yahhh... :sedih:

Kamis 14 Jan 2016, 20:47 WIB
KPK Tetapkan Politisi PDIP Damayanti Jadi Tersangka, Tapi Tutup Rapat Kasusnya
Ikhwanul Khabibi - detikNews

http://images.detik.com/community/me...jpg?w=650&q=90

Jakarta - Setelah melakukan pemeriksaan intensif, KPK akhirnya menetapkan anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP, Damayanti Wisnu Putranti sebagai tersangka terkait kasus suap proyek di Kementerian PU. Namun, KPK menutup rapat proyek apa yang diamankan Damayanti.

"Saya ingin mengumumkan KPK kemarin telah mengamankan enam orang dalam OTT hari Rabu tanggal 13 Januari 2016. Kita bergerak dari KPK mulai sore dan operasinya berakhir pada malam hari jadi jam 01.00 WIB anak-anak masih di lapangan dan sebetulnya bukan hanya kemarin sudah berhari-hari melakukan operasi itu tapi kemarin kita dari empat lokasi terpisah," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2016).

6 orang yang ditangkap itu adalah Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini (swasta), Dessy A Edwin (swasta), dan Abdul Khoir (bos PT Windu Tunggal Utama). Selain itu, ada dua sopir yang juga tertangkap.

"Pada Rabu 13 Januari pukul 17.00 WIB, KPK mengamankan dua orang di lokasi terpisah. Pertama UWI (Julia Prasetyani) di Tebet dan DYS di daerah Jaksel. Sebelumnya keduanya bertemu dengan AKH, di kantor PT WTU di daerah Jakarta, Selatan. Dalam pertemuan tersebut diduga terjadi pemberian uang kepada AKH dan UWI dan DYS," jelas Agus.

"Setelah serah terima uang ketiganya berpisah. UWI berjalan pulang ke rumah ditangkap KPK sedangkan DYS ditangkap saat berada di mall. Tidak lama setalah tangkap keduanya, KPK tangkap AKH di Kebayoran. Dari tangan UWI dan DYS diamankan uang masing-masing 33 ribu Singapore Dollar," urainya.

Sebelumnya, Julia juga telah menyerahkan uang Sing$ 33 ribu kepada Damayanti melalui sopirnya. Atas dasar itulah, KPK lalu menangkap Damayanti.

"Setelah ketiga orang tersebut KPK bergerak ke arah Lenteng Agung dan menangkap DWP. Pemberian tersebut diduga bukan pemberian pertama. Pertama dari total suap sekitar diperkirakan 404 ribu Singapore dolar. Suap diberikan untuk amankan suatu proyek dari salah satu kementerian," tutur Agus.

Atas perbuatannya Damayanti, Julia dan Dessy ditetapkan sebagai tersangka penyuap dengan sangkaan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 uu tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHAP. Sedangkan Abdul Khoir dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 3 UU Nomor 31tahun 1999.

Namun, KPK menutup rapat sebenarnya suap yang diterima Damayanti ditujukan untuk mengamankan proyek apa dan bagaimana peran politisi PDIP itu dalam kasus ini. Menurut Agus, KPK tidak akan membuka kasus yang menjerat Damayanti selama proses penyidikan. Hal tersebut tidak pernah dilakukan sebelumnya.

"Saya sebetulnya bahkan berpikir jangan sampai konpres ini mengacak-acak lapangan yang nanti menjadi becek. Nanti sesegera mungkin kita limpahkan ke pengadilan, anda akan tahu kasusnya di pengadilan. Kalau kita ungkapkan banyak hal mereka bisa lakukan langkah-langkah banyak hal untuk menghilangkan barang bukti," tegas Agus.

"Kalau ini tahun anggaran 2016, perkiraaannya adalah proyek di kalau saya sebut Kementerian PU PR," ucap Agus tanpa mau menjelaskan lebih jauh. (Hbb/dhn)

http://m.detik.com/news/berita/31189...rapat-kasusnya

-famousefreedoom- 15th January 2016 00:17

Quote:

Originally Posted by -famousefreedoom- (Post 32876121)
Yahhh... :sedih:

Kamis 14 Jan 2016, 20:47 WIB
KPK Tetapkan Politisi PDIP Damayanti Jadi Tersangka, Tapi Tutup Rapat Kasusnya
Ikhwanul Khabibi - detikNews

http://images.detik.com/community/me...jpg?w=650&q=90

Jakarta - Setelah melakukan pemeriksaan intensif, KPK akhirnya menetapkan anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP, Damayanti Wisnu Putranti sebagai tersangka terkait kasus suap proyek di Kementerian PU. Namun, KPK menutup rapat proyek apa yang diamankan Damayanti.

"Saya ingin mengumumkan KPK kemarin telah mengamankan enam orang dalam OTT hari Rabu tanggal 13 Januari 2016. Kita bergerak dari KPK mulai sore dan operasinya berakhir pada malam hari jadi jam 01.00 WIB anak-anak masih di lapangan dan sebetulnya bukan hanya kemarin sudah berhari-hari melakukan operasi itu tapi kemarin kita dari empat lokasi terpisah," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2016).

6 orang yang ditangkap itu adalah Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini (swasta), Dessy A Edwin (swasta), dan Abdul Khoir (bos PT Windu Tunggal Utama). Selain itu, ada dua sopir yang juga tertangkap.

"Pada Rabu 13 Januari pukul 17.00 WIB, KPK mengamankan dua orang di lokasi terpisah. Pertama UWI (Julia Prasetyani) di Tebet dan DYS di daerah Jaksel. Sebelumnya keduanya bertemu dengan AKH, di kantor PT WTU di daerah Jakarta, Selatan. Dalam pertemuan tersebut diduga terjadi pemberian uang kepada AKH dan UWI dan DYS," jelas Agus.

"Setelah serah terima uang ketiganya berpisah. UWI berjalan pulang ke rumah ditangkap KPK sedangkan DYS ditangkap saat berada di mall. Tidak lama setalah tangkap keduanya, KPK tangkap AKH di Kebayoran. Dari tangan UWI dan DYS diamankan uang masing-masing 33 ribu Singapore Dollar," urainya.

Sebelumnya, Julia juga telah menyerahkan uang Sing$ 33 ribu kepada Damayanti melalui sopirnya. Atas dasar itulah, KPK lalu menangkap Damayanti.

"Setelah ketiga orang tersebut KPK bergerak ke arah Lenteng Agung dan menangkap DWP. Pemberian tersebut diduga bukan pemberian pertama. Pertama dari total suap sekitar diperkirakan 404 ribu Singapore dolar. Suap diberikan untuk amankan suatu proyek dari salah satu kementerian," tutur Agus.

Atas perbuatannya Damayanti, Julia dan Dessy ditetapkan sebagai tersangka penyuap dengan sangkaan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 uu tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHAP. Sedangkan Abdul Khoir dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 3 UU Nomor 31tahun 1999.

Namun, KPK menutup rapat sebenarnya suap yang diterima Damayanti ditujukan untuk mengamankan proyek apa dan bagaimana peran politisi PDIP itu dalam kasus ini. Menurut Agus, KPK tidak akan membuka kasus yang menjerat Damayanti selama proses penyidikan. Hal tersebut tidak pernah dilakukan sebelumnya.

"Saya sebetulnya bahkan berpikir jangan sampai konpres ini mengacak-acak lapangan yang nanti menjadi becek. Nanti sesegera mungkin kita limpahkan ke pengadilan, anda akan tahu kasusnya di pengadilan. Kalau kita ungkapkan banyak hal mereka bisa lakukan langkah-langkah banyak hal untuk menghilangkan barang bukti," tegas Agus.

"Kalau ini tahun anggaran 2016, perkiraaannya adalah proyek di kalau saya sebut Kementerian PU PR," ucap Agus tanpa mau menjelaskan lebih jauh. (Hbb/dhn)

http://m.detik.com/news/berita/31189...rapat-kasusnya

Kamis 14 Jan 2016, 21:03 WIB
KPK Tak Mau Perlihatkan Uang Suap Politisi PDIP Damayanti Wisnu Putranti
Ikhwanul Khabibi - detikNews

http://images.detik.com/community/me...jpg?w=650&q=90

Jakarta - Ada hal yang sangat berbeda saat Ketua KPK Agus Rahardjo memberikan keterangan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota Komisi V DPR dari fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti. Agus tidak mau memperlihatkan uang suap dengan total SGD 66 ribu dari total SGD 404 ribu yang dijanjikan.

Agus memberikan keterangan di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2016). Dalam konferensi itu, Agus menjelaskan bahwa Damayanti ditangkap karena telah menerima suap dari Abdul Khoir yang merupakan bos PT Windu Tungal Utama.

Ada 6 orang yang ditangkap KPK kemarin, yakni Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini (swasta), Dessy A Edwin (swasta), dan Abdul Khoir (bos PT Windu Tunggal Utama). Selain itu, ada dua sopir yang juga tertangkap.

"Pada Rabu 13 Januari pukul 17.00 WIB, KPK mengamankan dua orang di lokasi terpisah. Pertama UWI (Julia Prasetyani) di Tebet dan DYS di daerah Indonesia Jaksel. Sebelumnya keduanya bertemu dengan AKH, di kantor PT WTU di daerah Jakarta, Selatan. Dalam pertemuan tersebut diduga terjadi pemberian uang kepada AKH dan UWI dan DYS," jelas Agus.

"Setelah serah terima uang ketiganya berpisah. UWI perjalan pulang ke rumah ditangkap KPK sedangkan DYS ditangkap saat berada di mall. Tidak lama setalah tangkap keduanya KPK tangkap AKH di Kebayoran. Dari tangan UWI dan DYS diamankan uang masing-masing 33 ribu Singapore Dolar," urainya.

Sebelumnya, Julia juga telah menyerahkan uang SGD 33 ribu kepada Damayanti melalui sopirnya. Atas dasar itulah, KPK lalu menangkap Damayanti.

"Setelah ketiga orang tersebut KPK bergerak ke arah Lenteng Agung dan menangkap DWP. Pemberian tersebut diduga bukan pemberian pertama. Pertama dari total suap sekitar diperkirakan 404 ribu Singapore dolar. Suap diberikan untuk amankan suatu proyek dari salah satu kementerian," tutur Agus.

Namun, saat para wartawan menanyakan di mana uang suap yang diterima politikus PDIP itu, Agus menegaskan tak akan menunjukannya. Untuk diketahui, selama ini KPK selalu memperlihatkan ke publik uang yang diamankan dalam proses OTT sebagai bentuk transparansi dan kontrol publik. Uang yang diperlihatkan juga selalu dihitung di depan publik sehingga memastikan uang tak ada yang berkurang.

"Uang tidak akan saya perlihatkan," tegas Agus.

Tak hanya soal uang yang diamankan saat OTT, KPK saat ini juga begitu tertutup soal kasus yang ditangani. Bahkan, dalam kasus Damayanti ini KPK tidak mau menjelaskan sebenarnya suap yang diterima ditujukan untuk mengamankan proyek apa dan bagaimana peran politisi PDIP itu dalam kasus ini. Menurut Agus, KPK tidak akan membuka kasus yang menjerat Damayanti selama proses penyidikan. Ketua KPK itu hanya menyebut bahwa kasus Damayanti terkait sebuah proyek di Kementerian PU tahun anggaran 2016.

"Saya sebetulnya bahkan berpikir jangan sampai konpres ini mengacak-acak lapangan yang nanti menjadi becek. Nanti sesegera mungkin kita limpahkan ke pengadilan, anda akan tahu kasusnya di pengadilan. Kalau kita ungkapkan banyak hal mereka bisa lakukan langkah-langkah banyak hal untuk menghilangkan barang bukti," ucap Agus.

(Hbb/dhn)

http://m.detik.com/news/berita/31189...wisnu-putranti

tinung 15th January 2016 07:40

Sepertinya KPK takut kasus ini melebar..... :speachless1:

tinung 15th January 2016 07:43

Kalo keterbukaan KPK periode yg lalu tdk melanggar prinsip negara hukum, berarti komisioner KPK sekarang akan membawa KPK ke tradisi tertutup... :speachless1:

semua.fana 15th January 2016 08:43

Membuka atau menutup itu diskresi komisioner baru KPK.

Kasus ini sudah bergulir sebelum komisioner baru KPK diangkat, mungkin untuk cari aman, karena takut nanti merembet ketempat yang tidak diinginkan, maka untuk sementara informasinya tidak diumbar dulu sehingga terlihat tertutup.

Untuk kasus-kasus berikut tentunya akan lewat "saringan" komisioner baru ini, dan dengan demikian mungkin mereka bisa mengumbar informasi lagi...

Cuma mengira-ngira saja... Bisa benar bisa salah...

kudatuli_27juli 15th January 2016 09:06

Masih menunggu kira-kira 1 tahun lagi lah untuk menilai gerombolan pilihan Srikandi si nganu ini.

Soalnya kasus ini masih merupakan prestasi KPK nya Mas JB.


Terkait kesan tertutup ini, mungkin memang kasus ada potensi mempermalukan gerakan "REVOLUSI METAL" dari Partai yang kemarin mengadakan Rakernas.

jadi supaya gema kasus ini tidak menohok gerombolan lendir, penjudi, dan pemalak yang sekarang berseragam dan sedang pesta pora.


SALAM METALLLLLLLLLL !!!!

http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/...tisan_7486.jpg

-famousefreedoom- 15th January 2016 09:20

Quote:

Originally Posted by tinung (Post 32876816)
Kalo keterbukaan KPK periode yg lalu tdk melanggar prinsip negara hukum, berarti komisioner KPK sekarang akan membawa KPK ke tradisi tertutup... :speachless1:

Quote:

Originally Posted by semua.fana (Post 32876984)
Membuka atau menutup itu diskresi komisioner baru KPK.

Kasus ini sudah bergulir sebelum komisioner baru KPK diangkat, mungkin untuk cari aman, karena takut nanti merembet ketempat yang tidak diinginkan, maka untuk sementara informasinya tidak diumbar dulu sehingga terlihat tertutup.

Untuk kasus-kasus berikut tentunya akan lewat "saringan" komisioner baru ini, dan dengan demikian mungkin mereka bisa mengumbar informasi lagi...

Cuma mengira-ngira saja... Bisa benar bisa salah...

Pdhal biasanya kpk terbuka kalo soal barang bukti penyitaan sejumlah uang

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/i...NqnhhsNGLbtkuQ

https://lh5.googleusercontent.com/pr...g=w470-h313-nc

ravikhan 15th January 2016 09:37

Mungkin ada pelaku lain yang masih diincar.

lasealwin7 15th January 2016 09:50

Wah ini udah mulai tidak transparant. Dimana ada yang tersembunyi disitu ada ketidak pastian. dimana ada ketidak pastian disitu ada kejahatan dan perilaku korupsi. Terimakasih

celingak-celinguk 15th January 2016 10:00

Quote:

Originally Posted by ravikhan (Post 32877196)
Mungkin ada pelaku lain yang masih diincar.

ane setuju dengan pendapat ente..

:thumbsup1:

pawanketap 15th January 2016 10:47

Harusnya dibuka saja dan barang bukti yg disita di perlihatkan




Transparan dan terbuka

bakaSHINJI 15th January 2016 12:12

KPK udah kasih umpan pendek, sekarang giliran DPR menggocek revisi UU KPK.

Silahkan ditambahkan kewenangan SP3...

:nyengir: :devilish1:

fellas96 15th January 2016 16:11

Sesama Garong harus saling melindungi....


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah adu mulut dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Fahri tak terima penyidik KPK yang hendak menggeledah ruang sejumlah anggota DPR turut membawa brimob senjata laras panjang.

Penyidik KPK awalnya menggeledah ruangan anggota Fraksi PDI-P Damayanti Wisnu Putranti yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

(Baca: KPK Perkirakan Total Suap di Kasus yang Libatkan Politisi PDI-P Capai Rp 3,9 Miliar)

Setelah itu, penyidik melanjutkan penggeledahan di ruang anggota Fraksi Golkar Budi Supriyanto. Terakhir, penyidik juga menggeledah ruang anggota Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana.

Saat penyidik hendak menggeledah ruang Yudi itu lah, Fahri ditemani anggota Fraksi PKS Nasir Djamil mendatangi para penyidik KPK.

"Mana yang mengaku bawa-bawa Brimob tadi?" kata Fahri dengan nada tinggi.

(Baca: Anggota DPR dari PDI-P dan 3 Orang Lain Ditetapkan Tersangka oleh KPK)

Seorang penyidik KPK bernama Fahri HN Christian pun maju meladeni Fahri. Dia mengaku sebagai penyidik yang meminta agar penggeledahan ini dikawal empat anggota Brimob. Dia merasa hal tersebut sudah sesuai prosedur.

"Tidak, saya akan tetap menjalankan tugas saya," ucap penyidik KPK itu.

(Baca: Ini Kronologi Tangkap Tangan Kasus Suap yang Libatkan Politisi PDI-P)

Terjadi perdebatan panjang antara Fahri dan penyidik KPK tersebut, selama sekitar 5 menit. Tak jarang keduanya saling bicara dengan nada tinggi dalam menyampaikan argumennya. Namun, para penyidik KPK tetap konsisten untuk menggeledah ruang Yudi.

Fahri pun akhirnya menyerah dan memilih menjelaskan permasalahan ini kepda media yang berada di lokasi. Adapun penyidik KPK kembali berdikusi dengan Nasir Djamil.

pawanketap 15th January 2016 16:19

BEDA PDIP DAN PKS


PDIP DIPECAT

PKS DIBELA MATI2AN


MUNGKINKAH FAKRI DAN JAMIL TERLIBAT ?




Quote:

Originally Posted by fellas96 (Post 32879943)
Sesama Garong harus saling melindungi....


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah adu mulut dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Fahri tak terima penyidik KPK yang hendak menggeledah ruang sejumlah anggota DPR turut membawa brimob senjata laras panjang.

Penyidik KPK awalnya menggeledah ruangan anggota Fraksi PDI-P Damayanti Wisnu Putranti yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

(Baca: KPK Perkirakan Total Suap di Kasus yang Libatkan Politisi PDI-P Capai Rp 3,9 Miliar)

Setelah itu, penyidik melanjutkan penggeledahan di ruang anggota Fraksi Golkar Budi Supriyanto. Terakhir, penyidik juga menggeledah ruang anggota Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana.

Saat penyidik hendak menggeledah ruang Yudi itu lah, Fahri ditemani anggota Fraksi PKS Nasir Djamil mendatangi para penyidik KPK.

"Mana yang mengaku bawa-bawa Brimob tadi?" kata Fahri dengan nada tinggi.

(Baca: Anggota DPR dari PDI-P dan 3 Orang Lain Ditetapkan Tersangka oleh KPK)

Seorang penyidik KPK bernama Fahri HN Christian pun maju meladeni Fahri. Dia mengaku sebagai penyidik yang meminta agar penggeledahan ini dikawal empat anggota Brimob. Dia merasa hal tersebut sudah sesuai prosedur.

"Tidak, saya akan tetap menjalankan tugas saya," ucap penyidik KPK itu.

(Baca: Ini Kronologi Tangkap Tangan Kasus Suap yang Libatkan Politisi PDI-P)

Terjadi perdebatan panjang antara Fahri dan penyidik KPK tersebut, selama sekitar 5 menit. Tak jarang keduanya saling bicara dengan nada tinggi dalam menyampaikan argumennya. Namun, para penyidik KPK tetap konsisten untuk menggeledah ruang Yudi.

Fahri pun akhirnya menyerah dan memilih menjelaskan permasalahan ini kepda media yang berada di lokasi. Adapun penyidik KPK kembali berdikusi dengan Nasir Djamil.


kinandana 15th January 2016 16:35

Quote:

Originally Posted by tinung (Post 32876807)
Sepertinya KPK takut kasus ini melebar..... :speachless1:

akankah akan melebar ke temannya FH PKS?


Ataukah KPK akan menyembunyikan peran dari teman FH PKS?


:lipssealed:

ravikhan 15th January 2016 17:05

Quote:

Originally Posted by pawanketap (Post 32880006)
BEDA PDIP DAN PKS


PDIP DIPECAT

PKS DIBELA MATI2AN


MUNGKINKAH FAKRI DAN JAMIL TERLIBAT ?

Ternyata saya benar, ada pelaku lain yang diincar termasuk anggota DPR dari PKS.

tinung 15th January 2016 17:11

Quote:

Originally Posted by ravikhan (Post 32877196)
Mungkin ada pelaku lain yang masih diincar.

Emangnya kalo terbuka gak bisa menjerat pelaku laen??? :cool001: :lol::lol:

ravikhan 15th January 2016 19:07

Quote:

Originally Posted by tinung (Post 32880355)
Emangnya kalo terbuka gak bisa menjerat pelaku laen??? :cool001: :lol::lol:

Tentu bisa juga tapi ada resiko pelaku yang diincar sudah memusnahkan bukti atau mengarang cerita. Kan terbukti dulu KPK transparan banget sehingga susah membuktikan korupsinya si LHI sampai kamu bela mati-matian di DF. :)

kinandana 15th January 2016 21:15

Quote:

Originally Posted by ravikhan (Post 32881022)
Tentu bisa juga tapi ada resiko pelaku yang diincar sudah memusnahkan bukti atau mengarang cerita. Kan terbukti dulu KPK transparan banget sehingga susah membuktikan korupsinya si LHI sampai kamu bela mati-matian di DF. :)

terbuka aja ahhhh...

Biar kalau ditangkap bisa mengumpulkan pendukung dan teriak "Allahu Akbar" di DPP PKS...

presidennya Korupsi kok teriak "Allahu Akbar".

Ahlak dari neraka kali ye.....


:speachless1:

mudunpapat 15th January 2016 21:52

Quote:

Originally Posted by tinung (Post 32876807)
Sepertinya KPK takut kasus ini melebar..... :speachless1:

melebar ke PKS ?

tinung 15th January 2016 22:20

Quote:

Originally Posted by ravikhan (Post 32881022)
Tentu bisa juga tapi ada resiko pelaku yang diincar sudah memusnahkan bukti atau mengarang cerita. Kan terbukti dulu KPK transparan banget sehingga susah membuktikan korupsinya si LHI sampai kamu bela mati-matian di DF. :)

Orang yg merasa ikut andil korupsi, mau terbuka atawa terttutup prosesnya pasti akan berusaha menghilangkan barang bukti
Kasus LHI bukan masalah terbukti atawa tidak, tapi itu adalah masalah percaloan yg didakwa dgn pasal korupsi...


Quote:

Originally Posted by mudunpapat (Post 32881559)
melebar ke PKS ?

Kalo seperti itu gak bakalan ditutup-tutupi, tapi kalao melebar ke penguasalah yg perlu di-tutup2i.. :cool001:

tikasetiawan 15th January 2016 22:57

Quote:

Originally Posted by kudatuli_27juli (Post 32877082)
Masih menunggu kira-kira 1 tahun lagi lah untuk menilai gerombolan pilihan Srikandi si nganu ini.

Soalnya kasus ini masih merupakan prestasi KPK nya Mas JB.


Terkait kesan tertutup ini, mungkin memang kasus ada potensi mempermalukan gerakan "REVOLUSI METAL" dari Partai yang kemarin mengadakan Rakernas.

jadi supaya gema kasus ini tidak menohok gerombolan lendir, penjudi, dan pemalak yang sekarang berseragam dan sedang pesta pora.


SALAM METALLLLLLLLLL !!!!

http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/...tisan_7486.jpg

Transparansi itu bagian dari tradisi kpk yg dibanggakan Publik yang anti korupsi..
Kalo disembunyikan informasi bukankah dimungkinkan untuk dilakukan negosiasi kasus?..





Quote:

Originally Posted by -famousefreedoom- (Post 32877128)
Pdhal biasanya kpk terbuka kalo soal barang bukti penyitaan sejumlah uang

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/i...NqnhhsNGLbtkuQ

https://lh5.googleusercontent.com/pr...g=w470-h313-nc

Ane skeptis dengan pimpinan yang baru. OTT ini jg masih buah dri hasil penyelidikan KPK periode sebelumnya, bukan kinerja pimpinan yg baru. Bisa dilihat pas pertama kali britanya mencuat dan pimpinan KpK mengaku tidak tahu dan belum bs bicara saat dikonfirmasi. Yg bekerja ini tim penyidik KPK. Moga2 aja tidak mulai dikebiri kinerjanya oleh pimpinannya yang baru ini!!

Quote:

Originally Posted by ravikhan (Post 32877196)
Mungkin ada pelaku lain yang masih diincar.

Logika yg gak masuk akal. Kalo alasannya supaya tidak di antisipasi, aneh juga ya. Karena tidak ada yg bisa menghindar kalo sudah OTT. Justru kalo tidak diperlihatkan, maka OTT nya patut dipertanyakan. Jangan sampai Publik menilai ini sebuah cerita karangan/konspirasi. Polisi aja kalo gelar perkara selalu diperlihatkan barang buktinya. Why kenapa kpk yang baru sama ya dengan si presiden yang apa2 mau tampil beda, jika si presiden tampil bedanya sok tegas, sok berani, sok sederhana tapi ternyata Tipu2 saja.. demikian juga neh mau diikuti sama Komisioner yang baru, mau ikutan tampil beda tapi malah ingin menutupi kebobrokan maling2 berdasi dan sosialita dari publik.. mana transparantnya yang seperti komisioner lama??!! cara2 yang menurut masyarakat itu baik di lanjutkan, yang kurang baik jangan dilanjutkan.. itu juga jika KPK tetap ingin dipercaya oleh Publik!!

tikasetiawan 15th January 2016 23:57

Quote:

Originally Posted by fellas96 (Post 32879943)
Sesama Garong harus saling melindungi....


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah adu mulut dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Fahri tak terima penyidik KPK yang hendak menggeledah ruang sejumlah anggota DPR turut membawa brimob senjata laras panjang.

Penyidik KPK awalnya menggeledah ruangan anggota Fraksi PDI-P Damayanti Wisnu Putranti yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

(Baca: KPK Perkirakan Total Suap di Kasus yang Libatkan Politisi PDI-P Capai Rp 3,9 Miliar)

Setelah itu, penyidik melanjutkan penggeledahan di ruang anggota Fraksi Golkar Budi Supriyanto. Terakhir, penyidik juga menggeledah ruang anggota Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana.

Saat penyidik hendak menggeledah ruang Yudi itu lah, Fahri ditemani anggota Fraksi PKS Nasir Djamil mendatangi para penyidik KPK.

"Mana yang mengaku bawa-bawa Brimob tadi?" kata Fahri dengan nada tinggi.

(Baca: Anggota DPR dari PDI-P dan 3 Orang Lain Ditetapkan Tersangka oleh KPK)

Seorang penyidik KPK bernama Fahri HN Christian pun maju meladeni Fahri. Dia mengaku sebagai penyidik yang meminta agar penggeledahan ini dikawal empat anggota Brimob. Dia merasa hal tersebut sudah sesuai prosedur.

"Tidak, saya akan tetap menjalankan tugas saya," ucap penyidik KPK itu.

(Baca: Ini Kronologi Tangkap Tangan Kasus Suap yang Libatkan Politisi PDI-P)

Terjadi perdebatan panjang antara Fahri dan penyidik KPK tersebut, selama sekitar 5 menit. Tak jarang keduanya saling bicara dengan nada tinggi dalam menyampaikan argumennya. Namun, para penyidik KPK tetap konsisten untuk menggeledah ruang Yudi.

Fahri pun akhirnya menyerah dan memilih menjelaskan permasalahan ini kepda media yang berada di lokasi. Adapun penyidik KPK kembali berdikusi dengan Nasir Djamil.

Wajar saja FH marah, biasanya khan penyidik yang lama ga pake bekingan polisi pake senjata laras panjang?, ini bisa saja kebijakan komisioner yang baru agar disamakan dengan kejagung jika menggeledah pake polisi yang menggunakan senapan laras pajang.. biasa aja ga ada yang aneh kemarahan anggota dpr dr pks itu.. asli ane ga demen sama si fahrie tapi kali ini kemarahan dia ane bisa maklumi, ga ada yang patut dicurigai sama si FH ini, emang dia dari dulu ga suka sama KPK kok.

Quote:

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin AKBP HM Kristian bikin blunder di gedung DPR. Itu terjadi ketika ingin melakukan penggeledahan di ruang kerja Wakil Ketua Komisi V DPR dari Fraksi PKS, Yuddy Widiana Adia.

Persoalan terjadi ketika penyidik yang ingin menyasar ruang kerja Yuddy Widiana pada Jumat (15/1) pagi tadi, malah mendatangi ruangan Yudi Kotouky yang juga anggota fraksi PKS. Tapi, wakil rakyat dapil Papua itu merupakan anggota komisi II DPR.

Namun, setelah mendapat klarifikasi dari sekretariat komisi dan staf yang ada di sana, penyidik KPK akhirnya pindah ke ruangan Yuddy Widiana di lorong sebelahnya.

Hal ini membuat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah semakin marah. Ia menilai penyidik lembaga antirasuah telah semena-mena melakukan penggeledahan. Di samping membawa personel brimob bersenjata laras panjang, di surat tugas penggeledahan hanya ada satu nama yakni Damayanti Wisnu Putranti.

Sedangkan dua nama anggota komisi V lainnya, yakni Budi Supriyanto dari fraksi Golkar dan Yuddy Widiana Adia dari fraksi PKS, hanya pengembangan saja.


"Kami periksa surat tugas, ternyata hanya diperiksa satu nama (Damayanti Wisnu Putranti-red). Yang lain ini pengembangan. Makanya saya marah. Siapa yang mau Anda geledah harus jelas siapa," tegas Fahri, di sela-sela perdebatan dengan penyidik KPK.

Penggeledahan oleh penyidik KPK ini merupakan kelanjutan setelah menetapkan anggota komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti, tersangka dalma kasus dugaan suap proyek jalan di Ambon. (fat/jpnn)

Quote:

Originally Posted by pawanketap (Post 32880006)
BEDA PDIP DAN PKS


PDIP DIPECAT

PKS DIBELA MATI2AN


MUNGKINKAH FAKRI DAN JAMIL TERLIBAT ?

Sama ama eluh punya junjungan blom tentu bener kerjanya eluh sanjung ampe lebay, salah kerjanya elu belain ampe mampus.. :thumbsup1:


Quote:

Originally Posted by kinandana (Post 32880094)
akankah akan melebar ke temannya FH PKS?


Ataukah KPK akan menyembunyikan peran dari teman FH PKS?


:lipssealed:

Quote:

Originally Posted by ravikhan (Post 32880318)
Ternyata saya benar, ada pelaku lain yang diincar termasuk anggota DPR dari PKS.


Maaf ya...sepertinya memang 3 ruangan fraksi yang sama dengan TSK si banteng itu digeledah olek penyidik KPK.

Tapi sayang.. ente pade bakal kecewa.. karna yang di segel ruangannya hanya ruangan:
http://cdn.sindonews.net/dyn/960/pho...EP_highres.jpg

Penyidik KPK pertama menyegel ruangan DWP di Ruang 0621 di lantai 6 Gedung Nusantara I sekitar pukul 13.00 WIB.
http://cdn0-a.production.liputan6.st...an-Tallo-4.jpg

Dan dari partai golkar yang naga2nya mau berkomplot menjadi satu sesama garong dgn banteng :lol:
http://cdn0-a.production.liputan6.st...an-Tallo-2.jpg
Penyidik KPK menyegel ruangan anggota DPR dari F-Partai Golkar Budi Supriyanto di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/1).


Oh my god kasihan yang pengen Org dr PKS kena calon TKS gagal..


Quote:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengincar anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar Budi Supriyanto dalam kasus dugaan suap pengurusan anggaran proyek jalan di Ambon, Maluku dalam APBN 2016 di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak mengakui penyidik sudah menyegel ruang kerja Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti dan Anggota Komisi V dari Fraksi Partai Golkar Budi Supriyanto di DPR pada Kamis 14 Januari 2016.

"Penyegelan tersebut dimaksudkan agar tempat-tempat tersebut digeledah untuk mencari jejak-jejak tersangka," kata Yuyuk, Kamis 14 Januari 2016 malam.

Kendati demikian, Yuyuk belum mengetahui secara detail bagaimana dugaan keterkaitan Supriyanto dalam kasus dugaan suap dengan tersangka Damayanti, Julia Prasetyarini selaku staf Damayanti, Dessy A Edwin selaku staf Damayanti, Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama (WTU) Abdul Khoir. (Baca juga: Profil Damayanti Wisnu Putranti, Kader PDIP yang Ditangkap KPK)

Apakah Budi Supriyanto masuk radar KPK ditetapkan sebagai tersangka? Yuyuk belum dapat memastikan.

"Tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan kasus ke anggota DPR lainnya," tandasnya.


Yuyuk membenarkan, empat tersangka akan ditahan pasca pemeriksaan di beberapa rumah tahanan negara (rutan).

"Di beberapa rutan, tapi aku belum dapat info lengkap rutannya," ucapnya.
Crooottt..

Jadi ga salah dong kalo ane bilang ibu sosialita sejajar sama angie dan Miranda gultom juga Atut dan istrinya siapa tuh mantan wakapolri yang sempet kabur ke LN? :lol:

Itu namanya orang kaya yang serakah pak mendagri. Mungkin hasil kekayaannya engga halal bin harom pak.. :lol:

Tjahjo: Kader PDI-P yang Ditangkap KPK Sudah Kaya, Pengusaha Infrastruktur


Orang kaya yang rakus mmng cucok ada di partai garong :thumbsup1:

kinandana 16th January 2016 11:32

Quote:

Originally Posted by tikasetiawan (Post 32881968)
Wajar saja FH marah, biasanya khan penyidik yang lama ga pake bekingan polisi pake senjata laras panjang?, ini bisa saja kebijakan komisioner yang baru agar disamakan dengan kejagung jika menggeledah pake polisi yang menggunakan senapan laras pajang.. biasa aja ga ada yang aneh kemarahan anggota dpr dr pks itu.. asli ane ga demen sama si fahrie tapi kali ini kemarahan dia ane bisa maklumi, ga ada yang patut dicurigai sama si FH ini, emang dia dari dulu ga suka sama KPK kok.


Sama ama eluh punya junjungan blom tentu bener kerjanya eluh sanjung ampe lebay, salah kerjanya elu belain ampe mampus.. :thumbsup1:







Maaf ya...sepertinya memang 3 ruangan fraksi yang sama dengan TSK si banteng itu digeledah olek penyidik KPK.

Tapi sayang.. ente pade bakal kecewa.. karna yang di segel ruangannya hanya ruangan:
http://cdn.sindonews.net/dyn/960/pho...EP_highres.jpg

Penyidik KPK pertama menyegel ruangan DWP di Ruang 0621 di lantai 6 Gedung Nusantara I sekitar pukul 13.00 WIB.
http://cdn0-a.production.liputan6.st...an-Tallo-4.jpg

Dan dari partai golkar yang naga2nya mau berkomplot menjadi satu sesama garong dgn banteng :lol:
http://cdn0-a.production.liputan6.st...an-Tallo-2.jpg
Penyidik KPK menyegel ruangan anggota DPR dari F-Partai Golkar Budi Supriyanto di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/1).


Oh my god kasihan yang pengen Org dr PKS kena calon TKS gagal..




Crooottt..

Jadi ga salah dong kalo ane bilang ibu sosialita sejajar sama angie dan Miranda gultom juga Atut dan istrinya siapa tuh mantan wakapolri yang sempet kabur ke LN? :lol:

Itu namanya orang kaya yang serakah pak mendagri. Mungkin hasil kekayaannya engga halal bin harom pak.. :lol:

Tjahjo: Kader PDI-P yang Ditangkap KPK Sudah Kaya, Pengusaha Infrastruktur


Orang kaya yang rakus mmng cucok ada di partai garong :thumbsup1:



Wah... Ustad LHI tuh kaya waktu jadi koruptor....

kesimpulannya Ustad LHI presiden Partai Garong kah?

PKS = Partai Garong?
PDI = Partai Garong?

pawanketap 16th January 2016 11:48

Quote:

Originally Posted by tikasetiawan (Post 32881968)
Wajar saja FH marah, biasanya khan penyidik yang lama ga pake bekingan polisi pake senjata laras panjang?, ini bisa saja kebijakan komisioner yang baru agar disamakan dengan kejagung jika menggeledah pake polisi yang menggunakan senapan laras pajang.. biasa aja ga ada yang aneh kemarahan anggota dpr dr pks itu.. asli ane ga demen sama si fahrie tapi kali ini kemarahan dia ane bisa maklumi, ga ada yang patut dicurigai sama si FH ini, emang dia dari dulu ga suka sama KPK kok.






Sama ama eluh punya junjungan blom tentu bener kerjanya eluh sanjung ampe lebay, salah kerjanya elu belain ampe mampus.. :thumbsup1:







Maaf ya...sepertinya memang 3 ruangan fraksi yang sama dengan TSK si banteng itu digeledah olek penyidik KPK.

Tapi sayang.. ente pade bakal kecewa.. karna yang di segel ruangannya hanya ruangan:
http://cdn.sindonews.net/dyn/960/pho...EP_highres.jpg

Penyidik KPK pertama menyegel ruangan DWP di Ruang 0621 di lantai 6 Gedung Nusantara I sekitar pukul 13.00 WIB.
http://cdn0-a.production.liputan6.st...an-Tallo-4.jpg

Dan dari partai golkar yang naga2nya mau berkomplot menjadi satu sesama garong dgn banteng :lol:
http://cdn0-a.production.liputan6.st...an-Tallo-2.jpg
Penyidik KPK menyegel ruangan anggota DPR dari F-Partai Golkar Budi Supriyanto di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/1).


Oh my god kasihan yang pengen Org dr PKS kena calon TKS gagal..




Crooottt..

Jadi ga salah dong kalo ane bilang ibu sosialita sejajar sama angie dan Miranda gultom juga Atut dan istrinya siapa tuh mantan wakapolri yang sempet kabur ke LN? :lol:

Itu namanya orang kaya yang serakah pak mendagri. Mungkin hasil kekayaannya engga halal bin harom pak.. :lol:

Tjahjo: Kader PDI-P yang Ditangkap KPK Sudah Kaya, Pengusaha Infrastruktur


Orang kaya yang rakus mmng cucok ada di partai garong :thumbsup1:



Untuk urusan copas eluh memang top markotop numero uno


Untuk yg lain o2n !




Wawawawa

kinandana 16th January 2016 18:30

tup.. tutup....

siapa yang tertutup....

pimpinan baru KPK tertutup?

atau Fakri dan PKS yang tertutup?


tup tutup...


tup tutup...


:lipssealed:

kudakudaan 16th January 2016 20:39

Quote:

Originally Posted by ravikhan (Post 32881022)
Tentu bisa juga tapi ada resiko pelaku yang diincar sudah memusnahkan bukti atau mengarang cerita. Kan terbukti dulu KPK transparan banget sehingga susah membuktikan korupsinya si LHI sampai kamu bela mati-matian di DF. :)

Percuma dong kan damayanti sudah di amankan dan sudah ada berita nya di media, yg terlibat begitu baca berita sudah siap2 memusnahkan bukti dll. Logika simple saja. Kecuali politikus tsb udah di tangkap tp tdk di publish sama sekali mungkin bisa saja lg mengumpan yg lainnya.

tinung 17th January 2016 08:19

Kemana hilangnya pejabat Kemen PU yg ikut ditangkap KPK??? :bingung1:
Selain Damayanti, KPK juga menangkap seorang pejabat di Kementerian PU. Pejabat Kementerian PU itu ditangkap di tempat yang berlainan. Setelah berhasil menangkap Damayanti Rabu (13/1) malam, tim lalu mengejar si pejabat Kementerian PU ini. http://news.detik.com/berita/3118233...amayanti-wisnu


All times are GMT +8. The time now is 20:01.


Powered by vBulletin
Copyright © 2000 - 2006, Jelsoft Enterprises Ltd.