View Single Post
Old 4th June 2013, 01:26
#383  
sieg
Groupie Member
Malesieg is offline

sieg's Avatar

Join Date: May 2013
Posts: 12,960
sieg Super Legendsieg Super Legendsieg Super Legendsieg Super Legendsieg Super Legendsieg Super Legendsieg Super Legendsieg Super Legendsieg Super Legendsieg Super Legendsieg Super Legend

Default

Memang, dalam hati nurani saya, saya (dan mungkin kita semua) lebih mempercayai pemberitaan media kiblat Barat tsbt. Apakah mungkin saya bukanlah "lebih mempercayai", tetapi "lebih ingin mempercayai" penindasan FLG.

Apabila kebenaran sebetulnya terdapat pada apa yang diberitakan media kiblat Timur tersebut, maka sungguh dashyatlah kekuatan senjata propaganda hingga orang2 malah berpihak pada media yang berkiblat Barat. Mungkinkah saya "lebih ingin mempercayai" penindasan tersebut hanyalah oleh karena sisi kemanusiaan seorang manusia.

Seandainya pun isu FLG ini terjadi di USA, dan China yang mengecamnya
USA berkata: "FLG harus diberantas dari USA karena membuat orang kehilangan keharmonisan keluarga, kehilangan akal sehat, membuat orang mati karena tak mau berobat, dan bahkan membakar diri menuju kesempurnaan!"
dan
China mengecamnya: "Anggota FLG dilanggar HAMnya di Guantamamo, mereka dipukuli besi panas dengan digantung terbalik, dipaksa untuk diduduki harimau hingga dimakan, diikat dan disetrum di ranjang penyiksaan, dibunuh dalam hina dan organ2nya dijual. USA telah melakukan pelanggaran HAM berat!"
Maka, saya pun akan "lebih ingin mempercayai" China.

Betapa "kemanusiaan" sangat laku untuk dijual, betapa manusia adalah makhluk ciptaan yang memiliki akhlak. Suatu keunggulan yang diberikan Ilahi, sekaligus kelemahan bagi seorang manusia.

Kecenderungannya untuk meminimalkan "penodaan kemanusiaan" akan membuat manusia lebih mengutuk pihak yang "lebih parah penodaannya" dan membela pihak yang dituduhkan dengan "penodaan" yang lebih ringan.

Inilah salah satu batu asah bagi sebuah senjata yang disebut "propaganda".

Dalam sistem pemerintahan yang tersentralisir, marxisme communism menjadi ekstrimnya. Sedangkan dalam pemerintahan yang desentralisir, liberal democratic yang menjadi ekstrimnya.

Bagaikan tubuh seorang manusia, bila masing2 organ dan ekstrimis bergerak secara terlalu demokrasi, maka mulut akan menolak membuka rahangnya saat lambung kelaparan dan mata akan terus membuka saat otak ingin beristirahat.
Oleh karena itu manusia diciptakan dengan otak sebagai pemimpin tunggalnya.

Di satu sisi, dengan tersentralnya seluruh tubuh pada otak, maka otak akan memerintahkan mulut untuk terus mengisap nikotin tanpa meperdulikan kepedihan paru2, otak akan memerintahkan tangan menganiaya dan membunuh sesama untuk kepuasan emosi otak.

Maka sebuah pemerintahan hendaknyalah seperti seorang manusia yang seharusnya diperintah oleh akhlak dan budi pekerti. Agar melakukan yang dikehendaki dirinya, sesama manusia, dan Ilahi. (Central, horizontal, and vertical harmonism)

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely."
Sir John Dalberg-Acton

Last edited by sieg; 4th June 2013 at 01:36..
Reply With Quote