View Single Post
Old 3rd June 2020, 00:48
#5227  
MrRyanbandung
Mania Member
MrRyanbandung is offline

Join Date: Mar 2012
Posts: 5,144
MrRyanbandung is a new comer

Default HIBURAN: BADUT DAN KSATRIA, SINETRON PERDANA SCTV

BADUT dan Ksatria, produksi sinetron SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia), perdana dipastikan turut dalam festival sinetron yang (waktu itu) diperkirakan berlangsung Februari tahun 1992. "Bukan berarti saya sombong lho, 'wong' SCTV baru punya 1 produksi ini, ya musti saja 'katut'," kata Gatut Kusumo, sang sutradara dan penulis cerita sinetron tersebut.

Naskah Badut dan Ksatria ditulis Gatut (waktu itu) sudah cukup lama. Bahkan naskah ini pernah dipentaskan dalam bentuk drama panggung. Ketika akan digarap untuk sinetron, naskah ini terlebih dahulu direvisi oleh Gatut. Karena naskah ini pada mulanya untuk drama panggung. Judul aslinya, Cerah Bima Sakti, yang pernah dipentaskan oleh Teater Lecture selama 2,5 jam di Taman Budaya Surabaya.

"Cukup sulit mengubah naskah panggung jadi naskah sinetron. Apalagi dibatasi dengan waktu yang hanya 1 jam. Belum dipotong siaran iklan, jadi totalnya hanya 48 menit," kata Gatut yang juga pernah menjadi ko-sutradara dalam penggarapan film Surabaya '45.

Sejak 2 Oktober hingga 20 Oktober 1991, penggarapan sinetron itu sudah mencapai 70%. Jadi, dari jadwal akhir 26 Oktober 1991, menurut Gatut (waktu itu) akan terpenuhi sesuai rencana. Dan Gatut sendiri (waktu itu) baru pertama kali ini, menggarap naskah dalam bentuk sinetron.

Dari 67 pemain yang (waktu itu) telah disiapkan, hanya 21 orang saja yang kebagian peran, dan yang lain hanya sekadar numpang lewat alias figuran non-dialog. Bedanya pada penggarapan sinetron TVRI Surabaya, dilihat secara langsung oleh 1 atau 2 orang yang berkompeten dalam penggarapannya. Namun, Gatut tidak seperti itu dalam menggarap sinetron. Ia memiliki teknik tersendiri.

Sebagai seorang yang baru pertama kali menyutradarai sinetron (waktu itu), Gatut memiliki teknik yang dianggap jitu. Demi kemajuan akting pemain yang mayoritas anak buahnya, syutingnya dilakukan secara langsung atau 'video system'. Maksudnya, tiap adegan disyut dengan video, kemudian pemain ini pun disuruh melihat secara langsung hasilnya. "Dari sinilah pemain bisa melihat ekspresi serta aktingnya sendiri," ungkap Gatut Kusumo.

Jadi, pemain bisa belajar dari akting yang telah dilakukan sendiri, tanpa dikomando oleh orang lain. Dan di sini sutradara karya mengarahkan. Kepercayaan yang diberikan pihak SCTV terhadap Gatut tidak disia-siakan, terbukti setiap adegan pengambilan gambar, Gatut datang lebih dahulu dibandingkan anak buahnya. Dan ia bertekad (waktu itu) akan menyelsaikan snetron ini secepatnya.

Sebagai orang luar, Gatut tidak menolak jika SCTV memberikan peluang lagi untuk menggarap cerita seri, seperti Lenong Rumpi atau Opera Tiga Zaman. Karena menurutnya, paket seperti ini di samping murah biayanya, juga tidak banyak mengubah 'setting' yang telah dibangun. "Jadi, lebih mudah dan tidak mengeluarkan banyak energi untuk bongkar pasang 'setting'," katanya.

Demikian pula kata Awan Gunawan, pemeran utama dalam Badut dan Ksatria. Bahwa langkah SCTV dalam membuat paket sinetron patut diberi acungan jempol, salut. Karena TV swasta, yang orientasinya banyak ke arah komersial, tapi SCTV telah berani melakukan terobosan awal. Terlepas bagaimana hasilnya, SCTV mampu berbuat dari sekadar 'can product' beli jadi, yang memang lebih murah dibanding membuat sendiri.

Dok. Jawa Pos, 21 Oktober 1991, dengan sedikit perubahan
Reply With Quote