View Single Post
Old 14th May 2012, 17:16
#5  
suluhadil
Registered Member
suluhadil is offline

Join Date: Jun 2010
Posts: 25
suluhadil is a new comer

Default Obama Gay ?

Judul ini menjadi treding topik saat ini, serta diambil dari kata kunci yang saya ketik di mesin pencari Google, bukan untuk mencemari nama baik Sang Presiden Amerika. Obama boleh jadi Presiden Amerika berkulit hitam pertama, tapi dengan terobosan barunya ia mendapat julukan Presiden Gay Pertama Amerika.



Obama mendukung pernikahan sesama jenis di Amerika karena merujuk pada perjuangan perubahan yang diusungnya saat kampanya menuju Gedung Putih di 2008-2009. Namun kali ini ia mengambil langkah yang lebih ekstrim lagi, sebuah langkah yang tidak akan mungkin diambil kubu Partai Republik. Mari kita telaah sejenak, mengapa Obama sampai mengambil langkah terobosan tersebut.



Pertama, pemilu Amerika akan diadakan tahun ini, sekitar bulan November-Desember 2012. Langkah yang diambil Obama ini sebagai upaya penggalangan dukungan baik dalam hal suara juga dana. Kebetulan saya sempat berbicara dengan salah satu mahasiswi kulit hitam dari Washington DC. Sepengetahuan dia populasi Gay di Washington DC, yang notabene pusat pemerintahan Amerika, mencapai 85%. Dengan demikian langkah strategis telah diambil Obama untuk mengamankan suntikan dana untk modal pemilu mendatang, juga kuasa dan suara. Ya, inilah politik.



Kedua, jika anda membaca berita minggu lalu, anda pasti sempat mengetahui bahwa Sarkozy tumbagn di tangan Hollande dalam persaingan menjadi Presiden Perancis. Tren ke depan adalah tahun-tahun yang sulit bagi penguasa yang mendekati pemilihan berikutnya tahun ini. Di Eropa sendiri perangkat pemerintahan Belanda juga dibentuk ulang setelah Kabinetnya gagal. Dan langkah Obama yang menurut saya putus asa (cenderung menyedihkan), semakin menguatkan tren yang sedang berlangsung tersebut. "A tough year for Incumbent."



Dua poin diatas mungkin terlihat dangkal, tetapi secara logika, kebijakan ini berpotensi menumpulkan ekonomi Amerika. Jika pernikahan sesama jenis meningkat, komunitasnya meningkat, serta biaya hidup juga semakin mahal, solusi dari pertumbuhan penduduk dipertanyakan. Bagaimana mungkin pasangan sesama jenis bisa memberikan kontribusi kepada pertumbuhan penduduk secara berkesinambungan, apakah dengan pernikahan silang ?



Jika hal ini diabaikan, maka sumber daya manusia untuk generasi mendatang akan menyusut. Artinya ada peluang untuk penyusutan ekonomi di masa mendatang. Tentu berbagai solusi akan ditawarkan, tetapi kesinambungannya akan dipertanyakan. Jepang saja yang tidak melegalkan pernikahan sesama jenis sedang kesulitan meningkatkan jumlah populasi penduduknya. Jepang adalah perekonomian ketiga terbesar di dunia. Cina sebagai perekonomian terbesar kedua dunia, sebaliknya malah kewalahan membatasi laju pertumbuhan penduduknya. Toh, solusi dari kedua negara tersebut bukan adopsi anak-anak Cina ke keluarga Jepang.



Jadi, langkah Obama sebenarnya bisa menjadi awal kejatuhannya, tergantung dari bagaimana Partai Republik memanfaatkan celah ini. Amerika selain dibebani utang belasan Trilliun Dolar, sekarang dengan peluang besar menghadapi masalah penyusutan sumber daya manusia. Ini adalah redupnya harapan untuk Dolar Amerika di tahun-tahun mendatang.
Reply With Quote