View Single Post
Old 2nd May 2016, 11:14
#1  
hijabhunt
Program Master
hijabhunt is offline

hijabhunt's Avatar

Join Date: Jul 2012
Posts: 2,824
hijabhunt has become a starhijabhunt has become a starhijabhunt has become a starhijabhunt has become a star

Default [Sunsilk Hijab Hunt 2016] Bela Annisa Rizqika Mufti - Simple, Kalem, Modis



Bela Annisa Rizqika Mufti ( 18 Thn )
Jawa Barat
Simple, Kalem, Modis



Cerita Pengalaman Hijabku:
Saya adalah satu-satunya anak perempuan diantara 4 bersaudara. Dari saya kecil, kedua orang tua saya sudah mendalami saya tentang ajaran agama islam terutama mengajarkan saya untuk berhijab dan menutupi aurat. Mulai dari TK saya sudah menggunakan kerudung sampai SMP saya masuk sekolah negeri awalnya saya masih menggunakan kerudung dengan segala godaan yang ada saya slalu mencoba untuk mempertahankannya, hingga terlalu banyak godaan yang saya lalui dan akhirnya saya melepaskan kerudung saya. Tentunya kedua orang tua saya tidak baik-baik saja dengan apa yang saya lakukan. Mereka kecewa, kesal, slalu memarahi saya tetapi apadaya masa-masa SMP memang sulit bagi saya untuk berfikir secara dewasa atau dapat dibilang saya labil. Dulu banyak sekali kegiatan yang saya ikuti namun terbatasi karna keinginan papah saya ialah saya berkarir dengan tetap menggunakan kerudung. Dari dancer, cheerleader, modeling sampai pemain basket pernah saya lakukan namun terhenti karna pakaian yang tidak sesuai dengan keinginan kedua orang tua saya hingga saya akhirnya diberi solusi untuk sekolah presenter di GALAZEMA Bandung namun tidak terlalu berkembang karna keadaannya dulu saya sekolah diluar kota dan saya sekolah presenter di bandung secara pulang pergi. Sampai akhirnya orang tua saya berfikir jika ini dibiarkan saya akan semakin jauh dari agama, maka dimasukanlah saya ke dalam sebuah pesantren yang sangat tradisional hampir sama dengan di gontor namun sedikit lebih baik disini. Namanya AL-BASYARIAH tempatnya di kopo saya mendapat banyak pencerahaan sehingga saya mau dimasukan ke dalam pesantren tersebut. Hari-hari berlalu saya sangat menikmati segala hal yang ada di pesantren sampai akhirnya semua hal mulai berubah, kesulitan banyak saya hadapi disana seperti makanan yg benar-benar seadanya, kehidupan sehari-hari yang benar-benar minim listrik, air kotor, peraturan yang semakin ketat, lalu jam tidur semakin sedikit, saya hampir sulit mngadaptasikan semua hal itu setiap hari saya menangis merengek meminta pulang dan meminta pindah. Pada saat pulang lebaran, akhirnya saya merasakan kebebasan, benar-benar melihat jalan, mobil, motor, memegang handphone itu kebahagiaan yang tiada dua saat itu. Hingga saya jatuh sakit, dan memohon untuk tidak balik lagi ke pesantren. Singkat cerita, kedua orang tua saya akhirnya memutuskan memindahkan saya ke sekolah islam swasta agar saya tidak jauh dari agama namun tidak terlalu tersiksa juga yaitu masuklah saya ke SMA DARUL HIKAM BANDUNG. Dari situ saya benar-benar merasa nyaman karna dapat tetap mengikuti keinginan kedua orang tua saya untuk menjadi perempuan yang mengerti agama namun tidak terpaksa juga dalam menjalankannya. Pelajaran yang sangat berkesan di pesantren saat itu ialah saya menjadi tahu bahwa kerudung itu ialah suatu pembatas yang dapat mengamankan kita dan memberi jarak terhadap sesuatu hal buruk yang akan datang maupun akan kita lakukan. Tiga tahun berlalu, sama halnya seperti SMP banyak cobaan juga yang saya rasakan untuk membuka kerudung lagi dan lagi namun semakin sini semakin mengerti semakin mencoba untuk semakin istiqomah dalam berkerudung dan merasa berkerudung memang suatu kewajiban yang mana harus segera saya jalankan apapun keadaannya, sejujurnya saya mengikuti kegiatan ini semata-mata untuk membahagiakan ibu saya karna dia sangat ingin saya berkarir di dunia entertainment tetapi tetap menggunakan kerudung, Saya sangat minder dan tidak pede namun apa salahnya mencoba.

Bakat Saya:
Akting