View Single Post
Old 7th September 2018, 06:25
#11  
freya.
Moderators
freya. is offline

Join Date: Mar 2016
Location: di atas tanah, di bawah langit...
Posts: 19,107
freya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legendfreya. Super Legend

Default

Quote:
Originally Posted by sengkuni17 View Post
Saya pribadi juga akan golput di semua lini pemilihan tahun depan mod freya, imo, tidak ada yang kompeten dan pantas dipilih di dpr/mpr RI dapil wilayah saya. Untuk presiden hmmm dua-duanya tidak bisa dipilih, satu sisi pencitraan, dan dalam politik yang melibatkan ulama menyalahi prinsip saya untuk tidak mencampur adukkan agama dan politik/mempolitisasi agama, dan memang saya punya sentimen tertentu dengan partai pemimpin koalisi yang imo sangat arogan dan anti kritik, padahal kalo kalah saja posisinya oposisi tukang kritik. Terlalu oportunis. Lain cerita kalo yang jadi cawapres mmd.
Di lain kubu, saya tidak sreg juga dengan wakilnya yang tidak konsisten dengan janjinya setelah diamanahi sbg pemimpin jakarta, apalagi setelah isu SARA yang destruktif kemarin 🙂
Nah itu juga salah satu yang membuat saya rasanya ogah milih tahun depan.. Salah satu calon mencampur aduk kan politik dengan agama. Kalau mau jujur, memang kita harus mengakui isu sara dan agama masih selalu membayang-bayangi perpolitikan Indonesia. Kalau di Austalia, dulu isu LGBT yang masi empuk buat dijadikan bahan kampanye.. Karena dulu Aussie belom secara hukum mengesahkan pernikahan sejenis. Sekarang sudah. Dengan adanya vote tahun lalu dan dimenangkan oleh "yes" vote yang menyetujui pernikahan sejenis, maka perpolitikan Aussie nantinya udah gak bisa pake isu itu lagi untuk kampanye. Intinya, di perpolitikan, kayaknya isu apapun yang bisa menjaring suara dan simpati masyarakat, maka isu tsb akan dipolitisasi.. Baik itu agama, orientasi seksual, latar belakang suku dan ras, dll dst dsb. Contoh, mendadak calon ibu negara tampil berhijab. Lepas pemilu, lepas hijab. Itu kan salah satu bentuk pencitraan untuk menjaring simpati dari sisi agama.

Kalo soal kubu sebelah yang wakilnya kutu loncat, sebenernya JKW juga dulu masih menjabat dan diamanahi memimpin JKT sebagai Gubernur kan ya? Jadi sama saja lah. Cuma kalo JKW saat itu imejnya di masyarakat bagus, kalo Sandi menurut saya imej nya kurang. Abis kalo diwawancara ngomongnya muter-muter gak jelas.


In life, sometimes you win - sometimes you learn
Reply With Quote