View Single Post
Old 20th September 2019, 15:59
#1  
singgihp
Mania Member
singgihp is offline

singgihp's Avatar

Join Date: May 2010
Posts: 2,139
singgihp is a legendsinggihp is a legendsinggihp is a legendsinggihp is a legendsinggihp is a legendsinggihp is a legendsinggihp is a legendsinggihp is a legendsinggihp is a legendsinggihp is a legendsinggihp is a legend

Default Nafisah Shahab, Ibu yang 10 Anaknya Menjadi Dokter



Setiap orangtua tentu ingin anaknya menjadi orang yang berhasil. Namun, tak hanya usaha dan doa ibu saja yang berperan dalam keberhasilan seorang anak, tekad dan kegigihan mereka juga menjadi kunci utama. Mungkin inilah yang dilakukan oleh Nafisah Ahmad Zen Shahab. Ibu yang mengantarkan 10 anaknya menjadi dokter.

Ya, di tengah kalangan para orang tua, Nafisah ini adalah role-model, orang tua yang mungkin cara mendidik anaknya bisa ditiru. Karena, hebat loh ada ibu yang bisa mengantar semua anaknya menjadi dokter, bukan satu atau dua orang, tetapi ada 10. Bagaimana perjuangannya?

Kalian pasti tidak percaya bukan kalau ada ibu yang mampu menyekolahkan 10 anaknya menjadi dokter? Sama, saya pun awalnya tak percaya, hingga rasa itu berubah menjadi takjub setelah mendengar cerita dari ibu yang berusia 73 tahun ini. Nafisah Shahab memiliki 12 orang anak, yang semuanya sukses di bidang mereka masing-masing. 10 anaknya lulus dari sekolah kedokteran dan bekerja di spesialisnya masing-masing, satu anak lagi menjadi fashion designer, dan satu lagi bekerja di Pemerintah Daerah Depok.



Nafisah dan suaminya sama sekali tak berasal dari kalangan keluarga dokter. Nafisah hanya lulusan SMA, dan suaminya seorang sarjana ekonomi. Mereka menggantungkan nafkahnya dengan berdagang batik yang juga membuka toko di Kota Palembang. Belum lagi, suskes mengantarkan anaknya meraih gelar dokter, Nafisah sudah menjanda sejak tahun 1996, saat suaminya, Alwi Idrus Shahab meninggal dunia. Ketika itu 4 orang anaknya sudah menikah dan tinggal di Jakarta, sedangkan 8 lainnya masih sekolah. Di sinilah Nafisah meneruskan usaha sang suami sebagai single mom. Hebat dan kuat ya?

Bagi Nafisah, suksesnya seorang anak tak hanya dinilai dari materi dan menjadi apa mereka, tetapi bagaimana anak-anak itu bisa bermanfaat untuk orang lain di manapun mereka berada. Menjadi dokter bukan hanya kehendak Nafisah, namun, karena pilihan anak-anaknya sendiri yang merasa enjoy dengan profesi tersebut. Nafisah sendiri juga membiasakan disiplin sejak dini kepada anak-anaknya. Mereka haruslah jujur, tidak sombong, serta punya akhlak yang baik.

Nah, yang paling penting lain adalah Nafisah dan Alm. Suaminya sama-sama menginginkan anak-anak mereka menjadi orang yang punya pendidikan tinggi. Oleh karenanya, apapun yang berhubungan dengan pendidikan akan ia penuhi. Ia tak ingin anak-anaknya menjadi seperti dirinya, seorang sarjana ekonomi yang terpaksa harus puas hanya dengan menjadi pedagang.

Berkat prestasi langka itu, Museum Rekor Muri (Muri) pada Februari 2010 silam menganugerahkan keluarga asal Palembang, Sumatera Selatan tersebut dengan gelar profesi dokter terbanyak dalam satu keluarga. Kini, Nafisah yang sudah masuk usia senja tinggal bersama anak sulungnya di Jakarta. Meskipun begitu, saat pulang ke Palembang, ia pasti bersilaturahmi ke sanak saudara dan mengadakan haul untuk mendoakan sang suami yang sudah berpulang.



Menurutnya, meski sudah punya cucu lebih dari 30 orang dan tugasnya menjadi ibu sudah tuntas, hal tersebut tak membuat ia lepas tanggungjawab terhadap anak-anaknya. Ia masih terus menelepon dan dengan senang hati mendengarkan keluh kesah anak-anaknya. Ya, namanya juga ibu, kasih ibu itu sepanjang masa, tak akan luntur sampai kapanpun gitu lhoooo.

Reply With Quote