View Single Post
Old 11th September 2019, 17:33
#92  
xiaolongbao1
Registered Member
xiaolongbao1 is offline

Join Date: May 2019
Posts: 54
xiaolongbao1 is a legendxiaolongbao1 is a legendxiaolongbao1 is a legendxiaolongbao1 is a legendxiaolongbao1 is a legendxiaolongbao1 is a legendxiaolongbao1 is a legendxiaolongbao1 is a legendxiaolongbao1 is a legendxiaolongbao1 is a legendxiaolongbao1 is a legend

Default

Quote:
Originally Posted by manengineer84 View Post
Kalau gua pribadi... Puji syukur terlahir jadi laki2

Dan emang bener laki2 itu memang dilahirkan sebagai pemimpin dan perempuan itu cuma pendamping

Lelaki itu memang segala2nya diatas perempuan. Dari segi fisik dan kecerdasan.

Laki2 itu berlipat2 diatas perempuan

Untung saja soal melahirkan ada di perempuan.. Kalau enggak betapa uselessnya perempuan

Dan perempuan itu sejatinya sumber masalah... Semua masalah akan timbul dan semakin berat saat perempuan udah2 bawa2 soal PERASAAN

Perasaan ingin yang paling cantik diantara perempuan, ingin selalu dipahami, diperhatikan, ingin kebutuhan yg dia mau selalu ada

Bahkan.. Mohon maaf. Agama terbesar di Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa

Laki2 adalah pemimpin perempuan dan perempuan itu mayoritas masuk neraka

Tuh kan?

Makanya buat yang merasa anaknya perempuan semua.. Silahkan kalian tau diri dan jangan menuntut banyak ke suami kalian

Kalian gak ditinggal sama suami aja udah bagus banget.
Kamu itu self-hating gay/trans yg ended up jadi incel ya?

Yg di bold salah besar. Kalau kamu melek sejarah pasti bisa bikin conclusion kalau sebagian besar masalah2 di tingkat global i.e perang dunia, krisis ekonomi, climate change are caused by MEN. Coba kasih some instances dimana wanita yang jadi sumber masalah? Atau selama ini kita sudah dibohongi dan Hitler, Mao Zedong, Bin Laden, dan Kim Jong Un sebenarnya adalah wanita?

Justru karena wanita2 suka bawa perasaan, lebih compassionate, jadi keputusan yg diambil wanita cenderung lebih banyak untung dari rugi nya. Juga secara psikologi laki2 itu lebih besar jiwa competitive nya dan mereka juga gak takut untuk menerapkan kekerasan kalau ego nya gak terpenuhi.

Lebih lengkap ada di The Better Angels of Our Nature by Steven Pinker (2010). More specifically kalau malas baca satu buku bisa fokus ke page 684-690 yang sudah cukup untuk debunk pernyataan baseless kamu..
Reply With Quote