View Single Post
Old 15th January 2016, 23:57
#23  
tikasetiawan
Mania Member
tikasetiawan is offline

tikasetiawan's Avatar

Join Date: Feb 2011
Posts: 7,921
tikasetiawan is a legendtikasetiawan is a legendtikasetiawan is a legendtikasetiawan is a legendtikasetiawan is a legendtikasetiawan is a legendtikasetiawan is a legendtikasetiawan is a legendtikasetiawan is a legendtikasetiawan is a legendtikasetiawan is a legend

Default

Quote:
Originally Posted by fellas96 View Post
Sesama Garong harus saling melindungi....


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah adu mulut dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Fahri tak terima penyidik KPK yang hendak menggeledah ruang sejumlah anggota DPR turut membawa brimob senjata laras panjang.

Penyidik KPK awalnya menggeledah ruangan anggota Fraksi PDI-P Damayanti Wisnu Putranti yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

(Baca: KPK Perkirakan Total Suap di Kasus yang Libatkan Politisi PDI-P Capai Rp 3,9 Miliar)

Setelah itu, penyidik melanjutkan penggeledahan di ruang anggota Fraksi Golkar Budi Supriyanto. Terakhir, penyidik juga menggeledah ruang anggota Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana.

Saat penyidik hendak menggeledah ruang Yudi itu lah, Fahri ditemani anggota Fraksi PKS Nasir Djamil mendatangi para penyidik KPK.

"Mana yang mengaku bawa-bawa Brimob tadi?" kata Fahri dengan nada tinggi.

(Baca: Anggota DPR dari PDI-P dan 3 Orang Lain Ditetapkan Tersangka oleh KPK)

Seorang penyidik KPK bernama Fahri HN Christian pun maju meladeni Fahri. Dia mengaku sebagai penyidik yang meminta agar penggeledahan ini dikawal empat anggota Brimob. Dia merasa hal tersebut sudah sesuai prosedur.

"Tidak, saya akan tetap menjalankan tugas saya," ucap penyidik KPK itu.

(Baca: Ini Kronologi Tangkap Tangan Kasus Suap yang Libatkan Politisi PDI-P)

Terjadi perdebatan panjang antara Fahri dan penyidik KPK tersebut, selama sekitar 5 menit. Tak jarang keduanya saling bicara dengan nada tinggi dalam menyampaikan argumennya. Namun, para penyidik KPK tetap konsisten untuk menggeledah ruang Yudi.

Fahri pun akhirnya menyerah dan memilih menjelaskan permasalahan ini kepda media yang berada di lokasi. Adapun penyidik KPK kembali berdikusi dengan Nasir Djamil.
Wajar saja FH marah, biasanya khan penyidik yang lama ga pake bekingan polisi pake senjata laras panjang?, ini bisa saja kebijakan komisioner yang baru agar disamakan dengan kejagung jika menggeledah pake polisi yang menggunakan senapan laras pajang.. biasa aja ga ada yang aneh kemarahan anggota dpr dr pks itu.. asli ane ga demen sama si fahrie tapi kali ini kemarahan dia ane bisa maklumi, ga ada yang patut dicurigai sama si FH ini, emang dia dari dulu ga suka sama KPK kok.

Quote:
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin AKBP HM Kristian bikin blunder di gedung DPR. Itu terjadi ketika ingin melakukan penggeledahan di ruang kerja Wakil Ketua Komisi V DPR dari Fraksi PKS, Yuddy Widiana Adia.

Persoalan terjadi ketika penyidik yang ingin menyasar ruang kerja Yuddy Widiana pada Jumat (15/1) pagi tadi, malah mendatangi ruangan Yudi Kotouky yang juga anggota fraksi PKS. Tapi, wakil rakyat dapil Papua itu merupakan anggota komisi II DPR.

Namun, setelah mendapat klarifikasi dari sekretariat komisi dan staf yang ada di sana, penyidik KPK akhirnya pindah ke ruangan Yuddy Widiana di lorong sebelahnya.

Hal ini membuat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah semakin marah. Ia menilai penyidik lembaga antirasuah telah semena-mena melakukan penggeledahan. Di samping membawa personel brimob bersenjata laras panjang, di surat tugas penggeledahan hanya ada satu nama yakni Damayanti Wisnu Putranti.

Sedangkan dua nama anggota komisi V lainnya, yakni Budi Supriyanto dari fraksi Golkar dan Yuddy Widiana Adia dari fraksi PKS, hanya pengembangan saja.


"Kami periksa surat tugas, ternyata hanya diperiksa satu nama (Damayanti Wisnu Putranti-red). Yang lain ini pengembangan. Makanya saya marah. Siapa yang mau Anda geledah harus jelas siapa," tegas Fahri, di sela-sela perdebatan dengan penyidik KPK.

Penggeledahan oleh penyidik KPK ini merupakan kelanjutan setelah menetapkan anggota komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti, tersangka dalma kasus dugaan suap proyek jalan di Ambon. (fat/jpnn)

Quote:
Originally Posted by pawanketap View Post
BEDA PDIP DAN PKS


PDIP DIPECAT

PKS DIBELA MATI2AN


MUNGKINKAH FAKRI DAN JAMIL TERLIBAT ?
Sama ama eluh punya junjungan blom tentu bener kerjanya eluh sanjung ampe lebay, salah kerjanya elu belain ampe mampus..


Quote:
Originally Posted by kinandana View Post
akankah akan melebar ke temannya FH PKS?


Ataukah KPK akan menyembunyikan peran dari teman FH PKS?


Quote:
Originally Posted by ravikhan View Post
Ternyata saya benar, ada pelaku lain yang diincar termasuk anggota DPR dari PKS.

Maaf ya...sepertinya memang 3 ruangan fraksi yang sama dengan TSK si banteng itu digeledah olek penyidik KPK.

Tapi sayang.. ente pade bakal kecewa.. karna yang di segel ruangannya hanya ruangan:


Penyidik KPK pertama menyegel ruangan DWP di Ruang 0621 di lantai 6 Gedung Nusantara I sekitar pukul 13.00 WIB.


Dan dari partai golkar yang naga2nya mau berkomplot menjadi satu sesama garong dgn banteng

Penyidik KPK menyegel ruangan anggota DPR dari F-Partai Golkar Budi Supriyanto di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/1).


Oh my god kasihan yang pengen Org dr PKS kena calon TKS gagal..


Quote:
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengincar anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar Budi Supriyanto dalam kasus dugaan suap pengurusan anggaran proyek jalan di Ambon, Maluku dalam APBN 2016 di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak mengakui penyidik sudah menyegel ruang kerja Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti dan Anggota Komisi V dari Fraksi Partai Golkar Budi Supriyanto di DPR pada Kamis 14 Januari 2016.

"Penyegelan tersebut dimaksudkan agar tempat-tempat tersebut digeledah untuk mencari jejak-jejak tersangka," kata Yuyuk, Kamis 14 Januari 2016 malam.

Kendati demikian, Yuyuk belum mengetahui secara detail bagaimana dugaan keterkaitan Supriyanto dalam kasus dugaan suap dengan tersangka Damayanti, Julia Prasetyarini selaku staf Damayanti, Dessy A Edwin selaku staf Damayanti, Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama (WTU) Abdul Khoir. (Baca juga: Profil Damayanti Wisnu Putranti, Kader PDIP yang Ditangkap KPK)

Apakah Budi Supriyanto masuk radar KPK ditetapkan sebagai tersangka? Yuyuk belum dapat memastikan.

"Tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan kasus ke anggota DPR lainnya," tandasnya.


Yuyuk membenarkan, empat tersangka akan ditahan pasca pemeriksaan di beberapa rumah tahanan negara (rutan).

"Di beberapa rutan, tapi aku belum dapat info lengkap rutannya," ucapnya.
Crooottt..

Jadi ga salah dong kalo ane bilang ibu sosialita sejajar sama angie dan Miranda gultom juga Atut dan istrinya siapa tuh mantan wakapolri yang sempet kabur ke LN?

Itu namanya orang kaya yang serakah pak mendagri. Mungkin hasil kekayaannya engga halal bin harom pak..

Tjahjo: Kader PDI-P yang Ditangkap KPK Sudah Kaya, Pengusaha Infrastruktur


Orang kaya yang rakus mmng cucok ada di partai garong

Menghadapi ujian kehidupan ~ maraknya fitnah, intrik & adu domba ~ umat Islam mesti bisa meneladani sifat-sifat Rasulullah *SBY*
Reply With Quote