View Single Post
Old 5th August 2022, 15:06
#1  
superby59
Mania Member
superby59 is offline

Join Date: Oct 2021
Posts: 1,097
superby59 is a new comer

Default Marshanda Bicara Penyebab Dirinya Disebut Hilang hingga Dipaksa Masuk RSJ di LA

Quote:

Marshanda Bicara Penyebab Dirinya Disebut Hilang hingga Dipaksa Masuk RSJ di LA



Jakarta - Karena laporan Sheila Salsabila ke 911, Marshanda terpaksa masuk rumah sakit jiwa di Los Angeles. Marshanda mengungkapkan kejadian itu membuat perjalanannya ke Amerika Serikat hancur.

Marshanda menjelaskan semua bermula ketika dirinya ingin me time ke pantai dan Sheila salah satu sahabatnya di Amerika Serikat tidak bisa menghubunginya. Saat itu, Marshanda memang memilih meninggalkan semua alat komunikasinya di penginapan.

Tak disangka ketika kembali dari pantai, Marshanda melihat ambulans dan 911 sudah menjemputnya. Saat itu dia diinterogasi dengan berbagai pernyataan untuk memastikan dirinya benar-benar baik-baik saja.

"Pertama ambulans, kedua ada 911 yang ujung-ujungnya rumah sakit jiwa, mental health facility. Di ambulans sama 911 mereka tanya, 'Are you oke? What's your name? Sekarang lo di mana? Asal lo dari mana?' Kayak memastikan gue waras dan sadar diri nggak. Disebutin di situ nama gue Adriani Marshanda. 'Umur lo berapa? Dan pekerjaan lo apa? Lo sampai di LA berapa hari? Lo visitor atau orang tinggal di sini?' Jawaban gue normal semua," cerita Marshanda dalam channel YouTube-nya dilihat, Jumat (5/8/2022).

"Gue bilang, kalau lo worry gue kenapa-kenapa lo lihat aja di iPhone ada fitur emergency atau help id. Lo lihat aja isinya help id gue isinya apa. Terus pada buka, isinya healing my breast tumor. Gue nggak menuliskan ada riwayat bipolar atau depresi. Tapi di bagian medication ada obat-obatan yang isinya kok obat penenang, obat untuk maniak, obat depresi, obat untuk orang kayak bipolar. Nah itulah yang buat 911 bawa gue ke mental health facility," jelasnya.

Marshanda ditahan di rumah sakit jiwa yang dia sebut camp pada 27 Juni sampai 11 Juli 2022. Tidak ada yang bisa mengakses dirinya. Keluarganya juga hanya bisa menghubunginya dua kali saat dirinya dipaksa masuk rumah sakit jiwa.

"Jadi semua rencana sampai ada 3 webinar yang di mana gue jadi pembicaranya semua di-cancel karena gue berada di rumah sakit jiwa tanpa gue mau," ungkapnya.


Selama 15 hari masuk rumah sakit jiwa secara terpaksa, Marshanda merasakan bagaimana diperlakukan tidak selayaknya manusia yang punya hak.

"Gue selama di mental health facility, orang di penjara di-treat lebih baik dari pada orang di rumah sakit jiwa. Karena orang di penjara masih dianggap waras, orang di rumah sakit jiwa dianggap nggak waras," ungkapnya.

"Gue sempet teriak-teriak, gue bilang 'Gue nolak minum obat ini karena gue mau menggunakan hak asasi manusia gue untuk melawan perintah kalian semua.' Pas gue ngomong gitu, tangan gue dikebelakangin dan gue dijatuhin ke kasur karena gue dianggap overactive sampai gue disuntik karena gue dianggap agresif," akunya.

Mengalami hal itu, Marshanda akhirnya memilih menuruti apa pun yang terjadi di rumah sakit jiwa. Dia juga merasa makanan yang dimakanannya bukan makanan sehat yang mau tak mau harus dimakan.

Masuk rumah sakit jiwa di Los Angeles, Marshanda hanya bertemu dokter sekali seminggu dan kurang dari 10 menit setiap kali pertemuan. Dia merasa dimanusiakan ketika mengikuti group session.

"Ada leader-nya baru di situ kita dianggap manusia. Pemerintah di sini, di Amerika nggak menghargai profesi kita sebagai nurse untuk mental instability, akhirnya gue ngerti kenapa kita di treat begitu," ucap Marshanda.

Ingin cepat keluar, Marshanda akhirnya berpikir untuk mengikuti semua aturan. Di sana Marshanda banyak mengenal teman baru.

"Gue jadi berteman sama mereka. Gue jadi dikenal paling nurut. Karena ini bukan pertama kalinya gue harus masuk ke mental health facility, pas gue cerai dan buka jilbab gue masuk di sana gue masih bisa ketemu keluarga. Di sini nggak ada satu orang pun yang jenguk. Gue bingung, nggak tahu harus gimana. Jadi gue mikir jalanin aja, semakin lo patuh lo makin cepat keluar dari sini," tutur Marshanda.
Ya ampun....
Berawal dari laporan sahabat ya. Tapi gw nggak salahin sahabatnya, karena doi merasa bertanggung jawab atas Marshanda. Dan Marshanda juga nggak ada pesan ke sahabatnya. Cuma salahnya dia hrs berikan kabar ke keluarganya dulu., Biar keluarganya yang ambil keputusan.
Reply With Quote