View Single Post
Old 3rd June 2020, 02:02
#5236  
MrRyanbandung
Mania Member
MrRyanbandung is offline

Join Date: Mar 2012
Posts: 5,164
MrRyanbandung is a new comer

Default TVRI DENPASAR: MATA KAIL TANPA UMPAN

KALAU dari Jakarta tidak ada program wajib relay, Minggu malam (7/4/91) ini, TVRI Stasiun Denpasar punya program yang istimewa. Seusai penayangan Dunia Dalam Berita, (waktu itu) akan diputar sinetron Mata Kail Tanpa Umpan. Sinetron yang diproduksi Februari 1991 lalu itu berkisah soal obsesi-obsesi yang hampir kosong, soal nilai-nilai kepahlawanan yang menghibur, dan soal pencarian jati diri seseorang.

Tokohnya seorang wartawan, Darji namanya (diperankan Mailana Mandala). Dikisahkan, suatu saat dia merasa bosan dengan rutinitasnya mencari berita. Juga dengan telepon-telepon dari orang-orang yang merasa diuntungkan berita yang dimuat Darji. Begitulah kegiatan dia tiap hari. Untuk melepaskan kejenuhan, Darji pergi ke villa milik Dewi (Ajeng Adechandra) di sebuah desa pinggir danau.

Di kampung itu dia ketemu dengan Man Suji (Kaseno) seorang lelaki tua yang belakang mengaku pernah turut berjuang di zaman revolusi, tetapi tidak tercatat sebagai anggota veteran. Padahal, Man Suji sendiri sangat ingin dirinya diakui sebagai anggota veteran.

Mendengar penuturan Man Suji seperti itu, segera saja Darji merasa mendapatkan berita besar. Di sisi lain, Darji - seperti diungkapkan kepada Dewi - memiliki ambisi besar untuk menelurkan berita hebat yang mampu mewakili orang-orang tersisih yang suaranya tak mampu menembus sekat-sekat rumah sekalipun.

Darji melakukan serangkaian wawancara dengan Man Suji, memotret orangtua yang tampak rapuh itu, dan menyerahkan beritanya kepada Pak Toni - redaktur pelaksana di koran tempat Darji bekerja, laporannya tak dimuat. "Saya benar-benar kecewa. Pak Toni yang dulu saya banggakan, sebagai seorang idealis sejati, kini tidak lebih dari seorang manajer biasa. Tidak lelah dari manajer pabrik obat nyamuk, manajer pabrik tempe, pabrik tahu," begitulah Darji memaki atasannya.

Pak Toni dengan tenang hanya menjawab bahwa berita itu tidak dimuat karena telah berpihak. Tidak konfirmasi, tidak ada keterangan lain dari pihak yang pantas memberi keterangan.

Dok. Jawa Pos, 7 Juli 1991, dengan sedikit perubahan
Reply With Quote